BBC, Tangerang – Gubernur Banten Rano Karno bersama Dirjen Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian dan staf ahli menteri Pertanian bidang inovasi dan teknologi pertanian Mat Sykur melakukan panen raya padi dan percepatan tanam padi di Kp. Kadog Desa Klutuk , Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 23/4/2016.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur melakukan groaudbreaking rehabilitas jaringan irigasi tersier (RJIT),serta gelar teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan)
Staf ahli menteri Pertanian bidang inovasi dan teknologi pertanian Mat Sykur mengapresiasi Provinsi Banten yang berdasarkan angka sementara BPS produksi padi Banten tahun 2015 meningkat 7 persen lebih tinggi dari rata-rata produksi nasional,Jagung naik 12,9 persen secara nasional rata-ratanya 3.17 persen,jadi tiga kali lipat kenaikan produksinya di Banten.
Sementara itu ,dalam sambutanya Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, pada era percepatan pencapaian swasembada pangan nasional, banten mendapat mandat untuk memberi kontribusi yang nyata terhadap pencapaian sasaran nasional, khususnya komoditas padi yang harus mampu menambah produksi sebesar 1 juta ton dalam waktu tiga tahun yaitu 2015-2017. Melalui dinas terkait, skenario rancangan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai telah disusun dan disepakati bersama kabupaten/kota dengan berbagai asumsi input produksi yang disiapkan.
“Insyaallah rancangan tersebut dapat dicapai, apabila dibarengi dengan kerja keras, cerdas dan ikhlas dari semua pihak,” ucap Gubernur.
Menurutnya, berdasarkan data BPS, bahwa angka sementara produksi padi tahun 2015 sebesar 2.1 juta ton gabah kering atau meningkat 143.113 ton atau 7 persen bila dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 2,045 juta ton, begitu juga dengan jagung dan kedelai yang mengalamikenaikan.
“Artinya, produksi padi dibanten telah menyumbang 2,89 persen terhadap produksi nasional atau berada di posisi 11 nasional. Ini merupakan hasil jerih payah para petani dipedesaan yang didukung oleh pembina dan fasilitasi dari pusat, daerah serta dunia usaha,” katanya.
Ia juga menargetkan pada tahun 2016 ini produksi padi sebesar 2.3 juta ton gabah kering dengan luas tanam 429.034 hektar, luas panen 407.582 hektar dan produktivitas sebesar 57.78 kuintal per hektar. Sementara produksi jagung ditargetkan 38.489 ton pipilan kering dengan luas tanam 10.468 hektar, luas panen 9.945 hektar dan produktivitas sebesar 38.70 kuintal per hektar. Dan untuk produksi kedelai sebesar 12.830 ton biji kering dengan luas tanam 9.882 hektar, panen 9.338 hektar dan produktivitas sebesar 13.67 kuintal per hektar.
Gubernur mengharapkan agenda panen raya dan percepatan tanam padi,groaud breaking RJIT serta gelar teknologi alsintan ini dapat memberikan motivasi. Dan dorongan kepada para petani serta petugas dilapangan untuk terus berupaya yang terbaik dalam meningkatkan produksi padi,jagung dan kedelai di Banten,segera setelah panen berakhir dapat langsung diolah kembali untuk proses penanaman berikutnya secara serempak.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus Tauchid mengatakan sasaran produksi padi Tahun 2016 di Banten sebesar 2.355.070 ton GKG dengan rincian. Kabupaten lebak 572.254 ton,Kabupaten Pandeglang 758.709 ton,Kabuapten Serang
515.659 ton, Kabuapten. Tangerang 404.645 ton, Kota Tangerang 5.535 ton, Kota Cilegon 12.531 ton, Kota Serang 84.279 ton dan Kota Tangerang selatan 1.459 ton. “Pemerintah Provinsi Banten telah mendapatkan amanat untuk menambahkan produksi,khusunya padi sebanyak 1 juta ton GKG selama 2015-2017,”ujar Agus. (1-1/ Humas)