BBC, Serang – Wakil Gubernur  Banten Andika Hazrumy meninjau langsung pendistribusian KKS atau kartu keluarga sejahtera penanggulangan Covid 19 di Desa Malanggah, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Rabu, 22/4/2020.

Wagub mengatakan, Pemprov Banten juga telah mengalokasikan anggaran untuk keperluan serupa sebagai bentuk gotong royong antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota dalam menghadapi pandemi global Covid 19 kali ini.

“Pemprov juga akan memberikan bantuan tunai sebesar Rp600 ribu untuk 3 bulan kepada warga Banten yang terdampak pandemi ini,” kata Wagub didampingi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah kepada pers usai acara yang menerapkan protokol pencegahan penulararan Covid 19 tersebut.

Menurut wagub, pemprov saat ini sedang dalam tahap menunggu data keluarga penerima manfaat bantuan tersebut dari kabupaten/kota. Wagub memastikan bantuan akan segera didistribusikan setelah proses pengajuan data selesai dilakukan.

Dikatakan wagub, upaya gotong royong semua pihak termasuk pemerintah, dalam hal ini pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota mutlak diperlukan. Hal itu mengingat dampak sosial dan ekonomi dari pandemi global Covid 19 di Indonesia juga tidak bisa dibilang ringan.

“Kita tahu di beberapa daerah pemerintah terpaksa harus melakukan kebijakan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) termasuk di wilayah Tangerang. Tentu ini berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya,” kata Andika.

Lebih jauh Andika mengimbau masyarakat di Provinsi Banten untuk mematuhi ketentuan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covod 19. “Sekarang semua orang kalau terpaksa keluar rumah wajib memakai masker, jangan lupa cuci tangan pakai sabun dan jaga jarak aman,” kata wagub.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, Pemkab Serang juga tengah mendata masyarakat yang terdampak ekonomi akibat wabah covid-19. Mereka yang awalnya bekerja, menjadi tidak punya penghasilan.

Tatu mengungkapkan, data sementara yang masuk, jumlahnya mencapai 59 kepala keluarga (KK). “Tinggal data dari empat dari 29 kecamatan lagi yang belum masuk ke Dinas Sosial Kabupaten Sosial. Hari ini pendataan harus selesai,” ujarnya.

Menurut Tatu, data calon penerima bantuan harus memuat nama, alamat, dan menyertakan kartu keluarga.  Tidak boleh ada keluarga yang mendapat bantuan ganda. “Kami tidak ingin ada tumpeng tindih bantuan. Jadi satu keluarga, satu jenis bantuan. Agar bantuan merata dan semua yang membutuhkan menerima,” ujarnya.

Sekadar diketahui, kartu keluarga sejahtera merupakan program pemerintah pusat. Tahun ini, keluarga penerima manfaat (KPM) program ini bertambah. Provinsi Banten pada April 2020 terdapat penambahan KPM 84.536, yaitu dari semula 470.729 kini menjadi 555.292. Sementara di Kabupaten Serang semula 55 ribu KPM, menjadi 65 ribu KPM.

Kisaran bantuan pun bertambah, semula Rp 150 ribu per KPM/bulan, menjadi Rp 200 ribu per KPM/bulan. Proses penyaluran dibantu oleh bank milik pemerintah dan dibelanjakan melalui program e-warong.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/k2949756/public_html/news/wp-content/themes/bukabanten2020/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here