BBC, Serang – Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait meminta kepada para orang tua untuk lebih teliti lagi dalam menjaga putra-putri mereka selama masa Pandemi Covid 19. Pasalnya dari catatan Komas PA angka kekerasan seksual yang melibatkan anak melalui media sosial meningkat selama kurun waktu Maret hingga Agustus lalu.
Demikian dingkapkan Arist saat menyambangi Lembaga Perlindungan Anak provinsi Banten di Serang, Senin (7/9/2020).

Arist mengaku, di saat Pandemi saat ini para orang tua mengalami stres lantaran terus berada di rumah. Selain itu faktor ekonomi turut mendorong tindakan kekerasan terhadap anak meningkat.
“Melalui medsos misalnya yang terbaru yang diungkap Polda Banten dan sebelumnya juga terjadi di Sukabumi,” kata Merdeka.

Hingga periode Agustus ini di Banten saja sudah ada 103 kasus kekerasan terhadap anak sepeeti yang dilaporkan di Polda Banten. Ini artinya Banten menjadi zona merah dalam kasus kekerasan terhadap anak.
“Sehingga perlu sinergi bersama dalam mencegah perilaku menyimpang dari predator anak di lingkungan kita masing-masing,” ungkapnya.

Sekretaris Jendral Komnas PA Dhanang Sasongko mengakui meningkatnya kasus kekerasan terhadap anak, terutama pelecehan seksual disebabkan peran orang tua merasa digantikan orang lain.
“Misalnya disaat Pandemi seperti ini anak-anak waktu saringnya dari lagi sampai malam misalnya. Nah, dalam kesempatan itu mereka berkesempatan melakukan komunikasi dengan orang lain melalui alat komunikasi yang pegang,” terang Dhanang.

“Biasanya mereka berkenalan melalui jejaring media sosial seperti facebok. Kemudian dibawakan mereka ke masenger yang lebih privat. Setelah itu diarahkan ke What’s App. Sehingga komunikasinya mereka antar pribadi,” lanjutnya.

Ketua LPA provinsi Banten mengakui sejauh ini yang didampingi Sekertaris Hendry Gunawan mengungkapkan pihaknya mendorong agar para orang tua lebih peduli terhadap anak-anak di saat wabah ini melanda.
“Karena terkadang hanya agar anak tidak menangis, para orang tua memberikan gadget terhadap anak. Padahal ini justru bukan tanda kasih sayang. Tapi sebaliknya menjerumuskan anaknya,” tegas Uut.