BBC, Serang – Dari 485 pemerintah daerah, Pemprov Banten melalui Sistem Informasi Pelayanan Elektronik Terbuka (Sipeka) berhasil lolos ke dalam 7 pemerintah provinsi nominator Innovative Government Award (IGA) 2020. Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Rabu (4/11), melakukan presentasi Sipeka tersebut secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, dalam rangka penilaian lanjutan oleh Kementerian Dalam Negeri selaku penyelenggara awarding.

“Iya jadi sebelumnya Kemendagri memilih pemda nominator awarding ini melalui indeks inovasi daerah, dimana Pemprov Banten waktu pengisian indeks tersebut mengajukan Sipeka,” kata Wagub usai melakukan presentasi virtual tersebut di ruang kerjanya, Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Curug, Kota Serang.

Diungkapkan Wagub, Pemprov Banten lolos bersama 191 pemerintah daerah lainnya dalam tahap seleksi melalui indeks inovasi daerah tersebut. Di klaster pemerintah provinsi, Pemprov Banten dinyatakan lolos hanya bersama 6 pemprov saja. “Dari 192 daerah itu kalau jumlah inovasi diikutkan dalam penilaian melalui indeks inovasi daerah itu mencapai hampir 15 ribu inovasi. Nah dari 192 itu, Sipeka Pemprov Banten salah satunya,” imbuhnya.

Dikatakan Wagub, rancang bangun dari Sipeka ini sudah diterapkan sejak tahun 2017 sebelum Online Single Submission (OSS) diberlakukan pemerintah pusat pada tahun 2018. Dalam perjalanannya penerapan perizinan berusaha secara daring ini terus dilakukan pengembangan disesuaikan dengan masukan dari setiap stakeholder.

Sipeka sendiri, lanjut Wagub, saat ini telah Full Paperless dengan menyederhanakan perizinan dan persyaratan investasi. Untuk unduh dokumennya sudah ditandatangani secara elektronik dan mencetak secara mandiri, dokumen izin yang sudah diterbitkan juga sudah memuat tanda tangan elektronik yang dikeluarkan oleh Balai Sertifikat Elektronik (BsrE). “Assistensinya juga dilakukan secara online antara petugas dan pemohon,” imbuhnya.

Wagub mengaku, dalam presentasinya kepada tim penilai awarding dari Kemendagri, dirinya juga mengungkapkan bahwa aplikasi Sipeka ini sudah mempersiapkan modul dan struktur rancang bangun sistem untuk mendukung peningkatan ekosistem investasi.

Sipeka juga sedang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) Potensi Penanaman Modal. Dengan adanya penggabungan informasi potensi penanam modal dengan data perusahaan yang berada di database Sipeka, kata Wagub, hal itu akan lebih memudahkan dalam pengawasan dan pembinaan terhadap para pelaku usaha sebagai peningkatan ekosistem investasi berusaha di Banten.

Masih dalam presentasinya kepada tim penilai, kata Wagub, di masa pandemi Covid-19 ini Investasi di Provinsi Banten dari Januari hingga September tahun 2020 telah mencapai Rp 42,1 triliun terdiri dari PMDN sebesar Rp 22,249 triliun dan PMA sebesar Rp 19,771 triliun. Hal itu telah menjadikan Pemprov Banten berada di peringkat pertama realisasi PMDN semester 3 tahun 2020 secara Nasional, dan untuk PMA-nya sendiri berada di perigkat 4.

Capaian tersebut telah menciptakan total proyek sebanyak 6.952, serta dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 51.316 orang. Dengan demikian target investasi RPJMD tahun 2020 tinggal Rp 6,9 triliun dari Rp 49 triliun yang ditargetkan.