BBC, Serang – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan dirinya turut berbelasungkawa kepada keluarga korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Andika meminta semua pihak menahan diri untuk tidak berspekulasi tentang penyebab dan peristiwa kebakaran yang menelan korban jiwa sebanyak 41 narapidana di lapas tersebut.

“Atas nama pribadi dan mewakili Pemprov Banten saya turut berbelansungkawa kepada keluarga korban,” kata Andika kepada pers usai menghadiri rapat paripurna DPRD Banten tentang Jawaban Fraksi atas Nota Pengantar Gubernur Rancangan APBD 2021 Peeubahan, di gedung DPRD Banten, Kota Serang, Rabu 8/9/2021.

Andika meminta semua pihak menahan diri untuk tidak berspekulasi tentang penyebab dan peristiwa kebakaran tersebut. Menurutnya, peristiwa tersebut sebagai musibah yang tidak diinginkan semua pihak.

Lebih jauh Andika mengatakan, Pemprov Banten siap berkordinasi dengan pihak berwenang terkait, dalam hal ini Dirjen Pas Kemenkumham melalui Kanwil Kemenkumham Banten kaitannya dengan upaya penampungan para narapidana di lapas tersebut. “Tapi saya kira kalau terkait itu kan tidak bisa sembarangan. Tapi prinsipnya sebagai pemda kami siap,” imbuhnya.

Andika jug mengaku Pemprov Banten siap berkordinasi dengan pemda dari daerah asal korban, khususnya yang berasal dari Provinsi Banten, kaitannya dengan pemulangan jenazah para korban ke rumah duka masing-masing. “Kalau memang dibutuhkan kami siap berkordinasi dengan kabupaten kota untuk pemulangan jenazah korban yang berasal dari Banten,” ujarnya.

Meski begitu Andika mengaku Pemprov Banten belum mendapatkan laporan data pasti terkait korban yang beradal dari wilayah Provinsi Banten tersebut. “Saya kira pihak berwenang terkait sedang melakukan proses verifikasi dan konfirmasi terlebih dahulu untuk memastikan data-data tersebut,” katanya.

Untuk diketahui, Blok C2 Lapas Klas I terbakar pada Rabu dini hari. Dari peristiwa itu, 122 warga binaan menjadi korban atas insiden kebakaran itu. Sedikitnya, 41 WBP meninggal dunia, delapan orang dalam kondisi luka berat dilarikan ke RS, 72 WBP lainnya menjalani perawatan di klinik Lapas Tangerang karena luka ringan.