BBC, Cilegon РNilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dibawah tiga, belasan mahasiswa dari empat perguruan tinggi berbeda gagal menerima program beasiswa full sarjana dari Pemerintah Kota  (Pemkot) Cilegon. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Heni Anita Susila di kantornya, Senin (25/7/2022).

Lebih lanjut Heni menyampaikan, belasan mahasiswa yang gagal menerima beasiswa full sarjana itu merupakan mahasiswa dari empat perguruan tinggi berbeda yang ikut program beasiswa pada tahun 2021. Lantaran pada semester dua ini nilai IPK dibawa tiga maka ke 13 dari 523 mahasiswa itu tidak mendapatkan beasiswa dari Pemkot Cilegon senilai 3 juta rupiah per satu mahasiswa.

“Dari 523 orang ini ada yang IPK nya kurang dari 3 sebanyak 13 orang dari empat universitas itu. Sehingga dihentikan untuk pemberian beasiswanya, karena IPK nya kurang dari tiga,” ucap Heni.

Heni menyampaikan, program beasiswa full sarjana merupakan salah satu program prioritas Pemkot Cilegon yang tercantum dalam RPJMD tahun 2021 – 2025. Dikatakan Heni, program full sarjana itu telah dimulai tahun 2021 pada triwulan ke empat pada anggaran perubahan Pemkot Cilegon. 

“Program beasiswa full sarjana ini merupakan salah satu program prioritas Pemkot Cilegon yang tercantum dalam RPJMD 2021-2025. Itu sudah dimulai sejak tahun 2021 triwulan ke-4 pada anggaran perubahan yang target per tahunnya 1.000 orang. Tahun lalu targetnya seribu baru terserap 523 orang,” ujar Heni.

Terkait program beasiswa full sarjana itu, Heni menerangkan Pemkot Cilegon menargetkan per tahunnya sebanyak 1.000 orang . Dengan begitu, hingga tahun 2025 nanti sebanyak 5.000 orang  mendapatkan beasiswa dari Pemkot Cilegon. Namun demikian, untuk tahun 2021 hanya mencapai 523 orang yang mendapatkan beasiswa full sarjana dari Pemkot Cilegon. Namun demikian, 

untuk memenuhi target tersebut, Heni mengaku tahun ini akan meningkatkan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi yang ada di Banten. Dimana, sampai saat ini dari empat perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemkot Cilegon tercatat sudah ada sebanyak 15 perguruan tinggi. Diantaranya yakni, Paletehan, Prima Graha, Unsera, Uniba, Unma, Politeknik PGRI, Politeknik Krakatau, dan beberapa Perguruan Tinggi yang lainya. 

“Sekarang sesuai dengan petunjuk teknis, diberikan kepada mahasiswa yang kampusnya telah MoU dengan Pemkot Cilegon, ada 15 perguruan tinggi, empat yang tahun kemarin dan sebelas perguruan tinggi yang baru. Ada Faletehan, Unsera, Uniba, ada Politeknik PGRI, Politeknik KS, Unma dan yang lainnya. Nah itu diperuntukkan untuk mahasiswa yang baru masuk tahun 2022,” ungkap Heni.

Heni menambahkan, untuk memenuhi program beasiswa full sarjana itu Pemkot Cilegon menggelontorkan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkot Cilegon  mencapai sekitar 7 miliar rupiah setiap tahunnya. Adapun tujuan dilakukannya program beasiswa tersebut Heni mengatakan, untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Kota Cilegon dan untuk meminimalisir angka pengangguran di Cilegon yang diharapkan melalui program beasiswa itu para mahasiswa akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan baik di Cilegon maupun di luar Kota Cilegon.

“Pertama merupakan program pemerintah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia, kedua kita ingin orang Cilegon memiliki kompetensi yang bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih layak yang akan mempermudah mereka untuk mencari kerja di Cilegon maupun di luar Cilegon,” pungkasnya. (1-2)