BBC, Serang – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Banten meluncurkan Jingle dan Maskot Pilgub Banten 2024. Badak Jawa dipilih sebagai Maskot pada Pilgub Banten tahun ini.
Ketua KPU Provinsi Banten, Muhammad Ihsan menjelaskan pemilihan Maskot dan maknanya, yakni untuk warna dipilih abu-abu dan hitam yang melambangkan netralitas. Dalam menyelenggarakan kepemiluan daerah, KPUD Banten akan bertindak dan bersikap netral. Tidak memihak salah satu calon atau kelompok tertentu.
“Sementara warna putih melambangkan bersih. Bahwa KPUD Banten dalam melaksanakan Pilkada terbebas dari intervensi maupun hal-hal lain yang dapat mencoreng nama & kredibelitas institusi,” kata Ihsan, usai launching Jingle dan Maskot Pilgub Banten, Sabtu (1/6/2024) malam.

Sedangkan warna kuning, kata dia melambangkan keceriaan. Pilkada merupakan pesta. Karena itu, harus disambut dengan kegembiraan. Merah artinya melambangkan keberanian. Warna merah dalam logo KPU dan surat suara juga mewakili ke-Indonesia-an.
“Warna emas melambangkan kesejahteraan. Hasil pemilu diharapkan dapat membawa Masyarakat lebih sejahtera. Dan warna ungu merepresentasi warna tinta. Dalam konteks Maskot ini, warna ungu tidak bermakna apa pun, kecuali hanya untuk mewakili warna tinta,” katanya.
Selain warna-warna tersebut, lanjut Ihsan terdapat pula warna khusus yakni merah pada mulut Maskot. Warna merah pada mulut bermakna bahwa pemilih (masyarakat) kita saat ini sangat kritis. Di era demokrasi, mereka berani menyampaikan sesuatu tanpa rasa takut. Warna merah pada mulut juga bermakna bahwa pemilih tidak takut dan tidak ragu untuk memberikan suaranya pada momen pesta pemilihan kepala daerah (Pilkada).
“Sedangkan Warna merah pada telinga bermakna semangat dan gairah. Pemilih (masyarakat) kita saat ini memiliki semangat untuk mencari dan menyerap berbagai informasi kepemiluan, khususnya terkait profil dan track record calon kepala daerah yang akan berkontestasi. Berbekal informasi itulah mereka akan menentukan dan memantapkan pilihan,” ujarnya.

Baca juga :  Mardiono Membuka Muscab Serentak PPP se-Provinsi Banten

Adapun makna jumlah seperti 3 hari kaki, Ihsan menyebut ini melambangkan sila ke-3 (persatuan). Sebagai pondasi penyelenggaraan Pilkada adalah Persatuan. Sepasang Badak Jantan dan Betina menunjukkan kesetaraan gender dalam proses Pilkada, dengan mewakili baik laki-laki maupun perempuan.
“Satu cula melambangkan 1 pemimpin yang kuat. Hasil pemilu diharapkan dapat menghasilkan 1 pemimpin yang kuat dengan posisi badan saling belawanan dan menghadap ke depan dengan membawa peraga pemilu bermakna asa riang, gembira, sumringah, senang setelah memilih. Dengan mata saling melirik, jari kelingking saling berdekatan bermakna akur, walau berbeda pilihan kita tetap akur,” sebut Ihsan.
“Narasi dalam Maskot ini berpondasi pada nilai Persatuan (sila ke-3) dengan asas kebaranian mendengar dan berpendapat, kejujuran, kebebasan, keadilan, dan kesetaraan kita memilih 1 pemimpin Banten yang kuat dan kokoh untuk mencapai era keemasan Banten, masyarakat yang modern, makmur & sejahtera, matang berilmu, dan bijaksana dalam bertindak,” imbuhnya.