BPBD Kota Serang Intensifkan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana di Sekolah Dasar

0
60

BBC, Serang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menggelar pelatihan kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan sekolah. Kegiatan difokuskan di SD Negeri Pamarican 2, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa  (22/7/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, menyampaikan simulasi ini dibuat sedemikian rupa menyerupai kondisi gempa bumi. Ratusan murid SD terlihat berhamburan keluar kelas, sebagian memilih berlindung di bawah meja, menandakan respons yang telah terlatih dalam menghadapi situasi darurat.

“Meskipun bukan bencana sungguhan, kegiatan ini menjadi sarana edukasi penting untuk membekali siswa dan guru agar tetap tenang dan waspada saat bencana benar-benar terjadi,” ungkap Diat disela kegiatan.

Diat menyebut pelatihan ini merupakan bagian dari program “Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)”. Dalam pelaksanaannya, tim BPBD mengarahkan pelajar dan tenaga pendidik agar tidak panik.

“Segera meninggalkan bangunan sambil melindungi kepala, dan mencari tempat perlindungan yang aman, seperti di bawah meja atau di area terbuka,” katanya.

Ia menekankan bahwa latihan ini penting dilakukan secara berkala, mengingat SDN Pamarican 2 termasuk sekolah yang kerap terdampak banjir ketika hujan deras melanda.

“Diharapkan ke depan, jika terjadi banjir kembali, proses KBM bisa tetap berjalan. Kalau soal mengganggu, pasti itu sangat mengganggu, tapi kita coba bantu ciptakan ketangguhan warga lingkungan sekolah supaya tetap eksis berpendidikan apabila terjadi bencana,” ujar Diat.

Berdasarkan BPBD, Diat menjelaskan hingga Juli 2025 tercatat 91 kasus rumah ambruk akibat cuaca ekstrem dan kondisi material rapuh.

“Semua korban sudah kami bantu dengan paket darurat, dan kami usulkan rehabilitasi ke OPD terkait,” sebut Diat.

Meski demikain, Diat menambahkan stok bantuan tahun ini terbatas. Hanya tersedia 350 paket bantuan darurat.
Diat menyebut, atas instruksi Wali Kota Serang Budi Rustandi, jumlah paket akan ditambah.

Baca juga :  Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) di Provinsi Banten Mencapa 41 % 

“Tahun 2026 kami akan siapkan 1.000 hingga 1.500 paket bantuan,” tegas Diat.