BBC, Serang – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten resmi memulai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk PLN VocaGreen TechnoPreneur Edukasi 4.0. Program ini mengusung konsep Sekolah Vokasi Mandiri Berbasis Green Innovation dan Ketahanan Pangan. Agenda utama acara ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Greenhouse di SMK Jaya Buana, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.
Langkah strategis ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan ke dalam kurikulum pendidikan vokasi. Melalui pembangunan fasilitas ini, para siswa diharapkan mampu mengaplikasikan inovasi pertanian modern yang efisien sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di bidang agrikultur.
Salah satu fokus utama program ini adalah mengolah limbah buah dan sayuran dari pasar-pasar tradisional di sekitar Kecamatan Kresek menjadi pupuk cair organik. Pendekatan ini dinilai strategis karena sekaligus menyelesaikan dua masalah nyata, yaitu mengurangi volume sampah organik, sekaligus menyediakan input pertanian bagi petani lokal di Kabupaten Tangerang.
Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, memberikan apresiasi tinggi kepada PLN UID Banten atas inisiatif strategis ini. Pemerintah Kabupaten Tangerang menilai program ini sejalan dengan visi daerah dalam pembangunan berkelanjutan.
“Pemerintah Kabupaten Tangerang sangat menyambut baik kolaborasi edukasi hijau ini. Inisiatif dari PLN ini sangat luar biasa karena mampu mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang sosiopreneur bagi siswa vokasi. Kami berharap SMK Jaya Buana bisa menjadi proyek percontohan pusat vokasi hijau yang melahirkan inovator muda di Tangerang,” kata Intan Nurul Hikmah.
Greenhouse ini dirancang sebagai laboratorium hidup yang membekali siswa dengan keterampilan praktis industri hijau. Di dalamnya, siswa akan mengumpulkan limbah organik dari pasar-pasar tradisional di sekitar Kecamatan Kresek untuk diolah menjadi pupuk cair melalui teknologi biofermentasi sederhana. Pupuk yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan untuk budidaya tanaman di dalam greenhouse, tetapi juga berpotensi dipasarkan kepada petani lokal sebagai produk wirausaha siswa.
General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian PLN terhadap masa depan generasi muda dan bumi. PLN ingin mendorong integrasi teknologi listrik di sektor pendidikan yang ramah lingkungan.
“Melalui program VocaGreen TechnoPreneur Edukasi 4.0 ini, kami ingin menciptakan ekosistem belajar yang inovatif. Kami berharap para siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu menjadi pionir dalam menciptakan solusi hijau berbasis teknologi _electrifying agriculture_ yang berdampak langsung pada ketahanan pangan lokal,” ujar Joharifin.
Semangat gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia pendidikan, sektor energi, dan sekolah mampu menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi lokal secara bijak, langkah ini diharapkan dapat memicu kemandirian ekonomi masyarakat sekitar sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Pada akhirnya, program ini menjadi investasi nyata bagi generasi mendatang menuju masa depan yang lebih hijau dan produktif.






