Title: Dalam Sebulan, Sudah Ada 23 Ribu Pelajar Dapat Pelatihan AI dari Polda Jabar
Bandung (11/09) Polda Jawa Barat (Jabar) telah memberikan pelatihan kepada 23 ribu pelajar SMA sederajat di wilayah hukumnya, agar melek Artificial Inteligence (AI).
Para pelajar diberi pelatihan dan materi oleh para trainer dari Polda Jabar, yang sebelumnya telah dilatih oleh Mabes Polri.
“Ada 74 trainer yang merupakan perwira dari polres jajaran seluruh Polda Jabar, yang selama satu bulan berjalan, sudah mampu melatih 23 ribu siswa SMA sederajat,” ujar Kabar Binkar Biro SDM Polda Jabar, AKBP Condro Sasongko, Jumat, (11/09/2026).
Pelatihan AI ini sebagai bentuk antisipasi kejahatan digital yang kerap menimpa masyarakat, terutama kalangan remaja, seperti melawan hoax, deep fake, penipuan arisan online, love scamming, penipuan online hingga mencerdaskan masyarakat di dunia digital.
Pelajar, anak muda hingga masyarakat umum, bisa membantu penyaringan informasi di dunia digital, sehingga bisa membedakan informasi yang benar atau tidak.
Personel polri hingga masyarakat nantinya diharapkan bisa melakukan check fakta seperti yang sudah dilakukan oleh media arus utama saat ini. Dimana, banyak sekali AI diunggah ke medsos dengan tujuan provokasi.
Mantan Kapolres Serang 2024-2026 ini menjelaskan, setidaknya Polri memiliki empat tantangan dalam adaptasi teknologi, seperti Volatility, yakni perubahan situasi dilapangan yang terjadi sangat cepat. Kemudian Uncertainty, informasi dan kondisi keamanan semakin sulit diprediksi. Selanjutnya Complexity, permasalahan masyarakat saling terhubung dan rumit. Hingga Ambiguity, yakni arus informasi melimpah, namun tidak selalu jelas dan benar.
“Saat ini kita sudah mampu melatih 23 ribu siswa SMA sederajat di wilayah Polda Jabar. Semoga diakhir Oktober nanti bisa menyampai 40 ribu siswa,” jelasnya.
Para trainer Polri diharapkan bisa terus membagikan ilmu yang didapat, bukan hanya kepada pelajar saja. Tapi lingkungan terdekat tempat tinggalnya, sehingga meminimalisir masyarakat menjadi korban provokasi hingga penipuan digital.
“Ini yang diharapkan, anda punya ilmu, bagikan ke yang lain, buat orang lain tersenyum,” ujar Sekretaris 1 Tim TOT Paham AI, Brigjen Pol Boro Windu Danandito, Jumat, (11/09/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Waka Kortas Tipikor Polri itu memberi contoh, bahwa para trainer ataupun peserta pelatihan, bisa membuat beragam konten edukasi yang mudah diterima masyarakat diberbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga orang tua.
Selain itu, bisa juga dibuatkan kegiatan positif, seperti e-sport yang saat ini sedang digandrungi remaja.
“Buatkan konten edukatif, seperti cara belajar siswa aktif atau terkait arus mudik misalnya. Bisa juga buatkan e-sport untuk siswa-siswa baik kita,” jelasnya.








