BBC, Serang – Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional, Dinas Sosial Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan ‘One Day For Children’. Kegiatan yang dihadiri ratusan anak penyandang  masalah sosial ini dihadiri Direktur Rehabilitasi Sosial Kementrian Sosial M Bahar oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra (ASDA 1) Pemprov Banten Anwar Mas’ud, di Balai Perlindungan Sosial, Cipock Jaya, Kota Serang, Rabu, 24/5/2017.

Dalam sambutannya, Asda 1 Pemprov Banten Anwar MAs’ud mengajak kepada para orangtua untuk meluangkan waktu bersama mendampingi anak-anak dalam masa tumbuh kembang hingga dewasa, sehingga anak-anak tetap mendapatk kasih sayang ditengah kesibukan para orangtua.

“Acara ini salah satu bagian dari mengingatkan bahwa bagaimana kita untuk selalu bersama anak.  Karena pada dasarnya semua anak harus diberikan hak yang sama, dilindungi dan dilayani,” kata Anwar.

Ia menyebutkan, ditangan anak-anak masa depan bangsa dipertaruhkan, karena dimasa yang akan datang, anak-anak yang akan menjadi pemimpin dan meneruskan perjuangan serta pembangunan bangsa.

“Ini bukan hanya di banten atau nasional, tapi ini kewajiban dunia untuk memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan masa depan anak,” tuturnya.

Anwar menilai, selain kurangnya perhatian orang tua, lingkunga juga sangat berpengaruh terhadap perilaku anak. Oleh karenanya, ia juga meminta agar anak-anak diperhatikan lingkungannya, jangan dibiarkan berlarut dalam lingkungan yang kurang mendidik.

“Pemrov Banten sangat konsen terhadap tumbuh kembangnya anak dibanten. Salah satunya memberikan bantuan kepada anak-anak kita. Tidak semua daerah memberikan bantuan ini. Banten memberikan bantuan kepada anak-anak agar benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ungkapnya.

Direktur Perlindungan Sosial Anak Kementrian Sosial M Bahar menegaskan, masalah keterlantaran dan kekerasan anak setiap masih saja terjadi akibat kelalaian orang tua, maka dari itu diperlukam komitmen dan dukungan bersama agar setiap anak terpenuhi hak dan kesejahteraan sosialnya.

“Kehidupn diluar rumah berbeda dengan apa yag ada didalam rumah. Mudah-mudahan anak-anak kita tidak mengikuti praktek-praktek yang menyimpang. Ini harus menjadi kesadaran bagi kita smua, kita harus waspada,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat dan orang tua diharapkan mampu bertanggungjawab terhadap perkembangan anaknya. Masyarakat juga dapat berperan serta aktif dalam pembinaan, terutama dalam ikut menjaga keselamatan anak-anak.

“Terima kasih kepada Dinsos Banten yang telah meningkatkan setiap bantuan setiap tahunnya untuk anak. Banten sekarang memilki Balai Perluindungan Sosial yang khusus menampung PMKS. Saya berharap semakin lengkap pelayananya dan kedepan tidak hanya lansia tapi banten memiliki layanan yag lebih lengkap lagi. Khususnya mengantisipi persoalan anak yang lebih luas,: ujarnya.

“Mudah-mudahan bapak dan ibu yang hadir di acara ini memberi suport untuk masa depan anak-anak kita,” sambungya.

Kepala Balai Perlindungan Sosial Dinsos Banten Dedeh Siti Eka menyebutkan, kegiatan satu hari bersama anak itu dilaksanakan setiap tahun dengan tema yang berbeda-beda. Tahun ini, Dinas Sosial Banten mengusung tema “Anak Banten Hebat dan Cerdas’

Menurutnya, kegiatan ini dalam rangka memberi kesempatan kepada anak banten untuk mengaktualisasikan potensi dan kreatifitasnya dengan keceriaan dan mandiri.

“Kegiatan ini juga memberikan dorongan kepada orang tua, keluarga dan masyarakat agar lebih peduli dalama perlindungan dan pemenuhan hak anak agar memberikan kesempatan kesempatan seluas-luasnya bagi mereka untuk belajar dan berlatih atas dasar kesetaraan dengan ank-anak yang lainnya. Pada kesempatan ini Dinsos memberikan bantuan sosial permakanan kepada 51 lembaga sosial untuk 1000 anak yang tersebar di delapan kabupaten dan kota di banten dengan nilai satu juta rupiah per anak. (ADV)