BBC, Serang – Ketiga korban penganiayaan yang dilakukan oleh Seorang kepala keluarga yang terjadi di perumahan Puri Anggrek Blok F RT/RW 20/05, kelurahan Kalodran, Kecamatan Walantaka, Kota Serang menjadi perhatian berbagai pihak. Tidak hanya Pemerintah provinsi Banten melalui dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak kependudukan dan keluarga berencana (DP3AKKB) dan pusat pemberdayaan peremluan dan perlindungan anak (P2TP2A) menyayangkan kejadian tersebut. Ketua P2TP2A Provinsi Banten, Adde Rosi Khoerunnisa, mengaku akan bertanggung jawab sepenuhnya atas pembiayaan ketiga korban hingga sembuh. “Pokonya saya akan bertanggung jawab untuk kesembuhan ketiga korban ini, sampai sembuh seperti semula, baik dari psikisnya, kesehatanya, dan bantuan hukumnya. Saya berharap agar anak-anaknya dapat beraktifitas kembali seperti biasanya, dan nanti ibunya dapat memberikan keterangan dengan sebenar-benarnya ke pihak kepolisian agar si pelaku atau suaminya dapat dihukum seberat-beranya,” kata Aci kepada para awak media ketika ditemui usai menemui korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang, Selasa, 19/9/2017.

Menurut Adde, untuk saat ini pihak rumah sakit sedang dilakukan Scaning terhadap Marcel untuk mengetahui pada bagian kepalanya masih ada pendarahan apa tidak, kawatir masih ada pendarahan karena yang saya lihat luka Marcel yang cukup parah. “Semoga Marcel tidak mengalani pendarahan dan tidak terganggu psikisnya,” ujar Aci.

Istri dari Wakil Gubernur Banten tersebut mengaku sudah berkordinasi dengan pihak Rumah Sakit Drajat Prawiranegara  terkait dengan pemulihan ketiga korban penganiayaan tersebut agar diberikan penanganan secara intensif. “Walupun si korban belum tercover oleh BPJS, saya sudah berkordinasi dengan Direktur Rumah Sakit , dan meminta agar diberikan pelayanan kesehatan yang baik agar ketiga korban segera di pulih kesehatanya dan kejiwaanya,” ujar Aci.

Aci menuturkan, anak punya hak untuk bermain dan anak harus diberikan kesempatan untuk bersosialisasi dengan lingkunganya agar dapat bertumbuh kembang dengan baik, dan tidak selayaknya seorang ayah tega menganiaya seperti itu. Itu adalah perbuatan yang tidak bermoral dan tidak manusiawi. Ketika seorang ayah ketika sedang lelah, dan mendapatkan tekanan pekerjaan, atau sedang stres dengan pekerjaan tidak dibenarkan sampai melakukan kekerasan terhadap anak atau anggota keluarga. “Saya berharap agar si pelaku dapat dihukum dengan seberat beratnya,” tegas Aci.

Aci menambahkan, terkait dengan pisikis korban pihaknya akan melakukan bantuan berupa perawatan pesikologisnya. “Bantuan hukum berupa pengacara, dan pendampingan-pendampingan ketika menjalani proses persidanagn secara geratis,” tegaas Adde Rosi Khoerunnisa.

Kepala DP3AKKB provinsi Banten, Sitti Maani Nina menambahkan pihaknya mengaku prihatin atas kejadian penganiayaan yang dilakukan Stanley. Karena tindakan yang dilakukan termasuk tindakan brutal.

“Prihatin atas kejadian ini, apalagi ini menimpa anggota keluarga yang pelakunya adalah kepala keluarga. In juga menandakan masyarakat belum sadar tentang perlindungan terhadap perempuan dan anak,” imbuhnya.

Dirut Drdjat Prawiranegara Kabupaten Serang, Agus Gusmara berjanji akan melakukan perawatan maksimal terhadap ketiga korban. Apalagi inj termasuk kejahatan luar biasa yang dilakukan oleh ayah dan suami korban.”Kami akan lakukan scaning terhadap Marcel, karena ada keretakan pada bagian kepalanya,” kata Agus singkat. (1-2)