BBC, Cilegon –¬†Di duga adanya monopoli dalan pengelolaan limbah yang dilakukan oleh PT KNSS dengan yang telah menggandeng anak perusahaan PT KS. Sehingga membuat kesempatan bagi pengusaha lokal menjadi tertutup. Hal tersebut terungkap saat¬†Ratusan pendekar yang tergabung di Forum Lintas Seni Budaya Banten mengeruduk PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) yang berlokasi di Kawasan Industrial Estate Cilegon (KIEC) Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Kamis, 1/3/2018
Saat ditemui dilokasi Koordinator aksi, Juli Tresno Aji mengaku bahwa kedatangan para pendekar Banten untuk mengingatkan kepada PT KNSS agar peduli dengan masyarakat sekitar dan pengusaha lokal.
“Jika PT KNSS tidak mendengar aspirasi masyarakat masa demo yang menjadi pengingatnya,” kata Juli kepada Wartawan.
Adapun Pendekar yang melakukan aksi Demo tersebut, mengaku dari peguron Bandrong dan Terumbu Banten.
Sementara itu ditemui ditempat yang sama, salah seorang peserta aksi, Isbatullah Alibasya menduga bahwa terjadi tindakan monopoli dalam pengelolaan limbah yang dilakukan oleh PT KNSS dengan menggandeng anak perusahaan PT KS. Sehingga kesempatan untuk pengusaha lokal menjadi tertutup.
“Kita menuntut rekrutmen tenaga kerja lokal. Beri peluang pengusaha lokal untuk mengelola limbah skrup. Dan CSR untuk masyarakat sekitar,” ujarnya
Sementara itu, Mulyadi Sanusi mendesak agar PT KNSS menerima aspirasi masyarakat. Ia mengancam akan terus melakukan aksi serupa bahkan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan dalam aksi tersebut tidak diindahkan.
“Jangan sampai tamu menguasai rumah kita. Jangan biarkan itu sampai terjadi. Pendekar Banten akan turun tangan. Persoalan di Cilegon menjadi urusan juga bagi para pendekar di Serang dan Pandeglang. Begitupun sebaliknya,” ucapnya.
Pihak PT KNSS tidak dapat ditemui oleh sejumlah wartawan untuk dikonfirmasi terkait aksi unjuk rasa ini. “Maaf pak, belum ada tembusan dari dalam untuk menerima media,” ujar seorang petugas keamanan dalam PT KNSS. (1-2)