BBC, Cilegon – Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon melakukan razia di sepanjang jalur protokol dan kawasan mall. Dari razia tersebut petugas berhasil mengamankan 9 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan 10 orang Pengemis.
Kepala seksi pengendalian dan operasi pada Satpol PP Kota Cilegon Suroto mengatakan, kegiatan razia ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Cilegon bersama Dinsos Kota Cilegon. Hal itu dilaksankaan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Ini kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dinas Satpol PP Kota Cilegon dan Dinsos Kota Cilegon, dalam rangka untuk memberikan rasa aman dan nyaman untuk masyarakat Kota Cilegon,”kata Suroto usai kegiatan Razia tersebut. Jum’at, (2/8/2019).
Suroto menyampaikan, belasan ODGJ dan pengemis saat ini sudah dibawa ke Rumah Rehabilitasi yang berada di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber Kota Cilegon untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Sejauh ini sudah 4 kali razia Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) dilakukan oleh tim gabungan.
“Saat ini pemgemis dab ODGJ sudah dibawa ke rumah Rehabilitasi yang berada di Kelurahan Cikerai Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon untuk dilakukan pendataan dan pembinaan,”ucap Suroto.
Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon Juhadi menambahkan, kegiatan Razia Gepeng ini merupakan salah satu program yang ada di Dinas Sosial dan Dinas Satpol PP Kota Cilegon. Kegiatan ini untuk menyikapi maraknya gejala sosial yang melibatkan soal Anak-anak Jalanan (Anjal), Pengemis dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
“Razia Gepeng ini merupakan salah satu program yang ada di Dinsos Cilegon dan Satpol PP Kota Cilegon, dan ini rutin dilakukan untuk menyikapi persoalan Sosial seperti soal Anjal, Pengemis dan ODGJ yang ada di Kota Cilegon,” kata Juhadi.
Meski diakui Juhadi, ODGJ dan Pengemis di kota Cilegon banyak berasal dari daerah lain. Oleh sebab itu persoalan anjal dan sejenisnya kerapkali sulit dilakukan penertiban lantaran diduga sudah tergabung dalam sebuah Komonitas tertentu.
“Yang jelas bukan berasal dari kita, persoalan Anjal ini kan soal sosial dan kebanyakan melibatkan anak-anak muda yang sedang mencari jati diri dan ada komonitasnya. Sehingga sulit dilakukan penertiban,”pungkasnya. (1-2).







