Google search engine
Beranda blog Halaman 766

Operator Simda Banten Terus Dibekali Pengoperasian Aplikasi

0

BBC, Tangsel – Dinas pendapatan dan pengelolaan keuangan daerah (DPPKD) Provinsi Banten terus memberikan pembekalan terhadap Operator Sistem Informasi Manajemen Daerah (Simda).  Pembekalan materi ini diberikan terhadap para operator dimaksudkan agar pengetahuan wawasan dalam mengoperasikan   aplikasi Simda bisa maksimal.

”Ini bagian dari pemantapan pengoperasian Simda Keuangan berbasis akrual versi terbaru yaitu 2.7 rilis 09 mulai dari tahap instalasi aplikasi, seperti tahap penganggaran, pelaksanaan atau penatausahaan dan pelaporan/pertanggungjawaban,”kata Ketua Satgas Simda, Tb Mokhamad Yusuf, di Tangsel, Selasa,26/4/2016.

Ia menjelaskan pembaharian wawasan kepada seluruh operator Simda tersebut dilakukan untuk mendukung terwujudnya good governance dan clean government dalam penyelenggaraan otonomi daerah, perlu diselenggarakan pengelolaan keuangan daerah secara profesional, terbuka dan bertanggung jawab sesuai dengan aturan pokok yang telah ditetapkan dalam undang-undang.

“Pemerintah daerah memerlukan sistem yang dapat menghasilkan laporan keuangan dan informasi keuangan lainnya secara lebih komprehensif yang meliputi informasi mengenai posisi keuangan daerah, kondisi kinerja keuangan, dan akuntabilitas pemerintah daerah. Sistem  ini juga harus mengacu pada peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri  Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah beserta perubahannya,” katanya.

Pemberian wawasan tersebut akan dilakukan pada Rabu (hari ini, red) dalam bentuk workshop program aplikasi Simda keuangan operator bendahara pengeluaran atau bendahara pengeluaran pembantu tahun anggaran 2016.

“Acarannya kita laksanakan di Tangsel. Harapan kami semua kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan wawasan,  pengetahuan dan peran operator Simda keuangan sehingga tujuan pengelolaan keuangan mulai dari penganggaran, dan pelaksanaan atau penatausahaan hingga pelaporan atau pertanggungjawaban dapat tercapai,” jelasnya. (adv)

 

 

Akibat Limpahan Air dari Luar Tol, Jalan Tol Tangerang – Merak KM 38 Tergenang

0

BBC, Tangerang – Curah hujan yang masih terjadi di bulan April berimbas pada jalan tol Tangerang-Merak.  Intensitas hujan yang tinggi pada Senin, 25/4/2016, mengakibatkan ruas jalan KM 38.800 arah Merak atau sekitar wilayah Balaraja Timur tergenang air dengan ketinggian 15-40 cm dan panjang sekitar 250 – 300 m. Selain akibat dari curah hujan yang cukup tinggi, genangan ini diduga berasal dari limpahan air dari luar jalan tol.

Meski tergenang air sejak pukul 12.50 WIB, melalui lajur 2 atau lajur tengah semua jenis kendaraan masih bisa melintas di jalan tol Tangerang-Merak yang dikelola oleh PT Marga Mandalasakti (MMS). “Kendaraan kecil masih bisa lewat lajur tengah, mengingat titik genangan terdalam ada di lajur 1 dan 3 serta bahu jalan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.”, kata Abdul Rahman Manager Pelaksanaan Pemiliharaan Jalan Rutin Wilayah 1 MMS.

Petugas MMS bersiaga dan  melakukan pengarahan lalu lintas kepada pengguna jalan yang melintas. Pengarahaan ini terus dilakukan hingga tidak ada genangan air. Sejak pukul 17.00 WIB, jalan tol sudah bebas dari genangan air dan jalan bisa dilalui dengan aman. 

Maman juga mengatakan, genangan air yang terjadi ini, bukan diakibatkan tidak berfungsinya saluran air / drainase  jalan tol.  MMS sudah membangun drainase sesuai dengan Detailed Engineering Design (DED) yang telah disetujui  oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berdasarkan kondisi setempat pada saat itu. Semua air di sepanjang ruas tol kami selalu dipelihara secara rutin baik pembersihan maupun perbaikan yang diperlukan.

Sistem drainase yang ada di jalan tol  hanya berfungsi sebagai saluran untuk menampung dan mengalirkan air hujan dan / atau air yang berasal dari permukaan badan jalan tol. Jadi tidak berfungsi untuk menampung air akibat adanya perubahan tata guna lahan dan tata ruang sekitar jalan tol.  Saat ini  area di sekitar lokasi banjir telah berubah dari rawa sebagai area penampung air menjadi lahan kering karena urukan yang cukup tinggi sehingga daerah tangkapan air berkurang atau bahkan hilang.

Diharapkan para pengembang sekitar wilayah jalan tol Tangerang-Merak dapat memperhatikan amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) dan saluran pembuangan air dari hasil produksi  industrinya, sehingga wilayah sekitar dapat merasakan manfaat dari keberadaan industri tersebut.(1-1/ MMS)

Dinkop dan UMKM Banten Bentuk Forum PKBL dan CSR

0

BBC, Tangerang – Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UMKM RI membentuk Forum Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan Corporate Social Respotibility (CSR) tingkat Provinsi Banten yang dibuka oleh Sekda Banten Ranta Suharta di Marline Hotel Serpong, Senin, 25/4/2016.

.Ketua Panitia Rudi Arif mengatakan, dibentuknya Forum PKBL dan CSR adalah supaya tidak terjadinya tumpang tindih dalam pemberian bantuan kepada masyarakat dalam hal ini diberikan kepada Koperasi dan UMKM.

“Masih ada beberapa pelaku Koperasi dan UMKM yang mendapatkan bantuan dari sumber PKBL atau CSR karena kepandaiannya dalam membuat proposal pinjaman namun disisi lain banyak Koperasi dan UMKM yang belum mendapatkan bantuan kemitraan sama sekali.” Katanya

Menurut rudi, Kegiatan tersebut juga menitik beratkan pada pengembangan jaringan usaha kecil dan menengah “Program ini bagaimana ekonomi banten ke depan akan bergeser untuk pembangunan ekonomi bukan hanya fisik. Melalui pertemuan antara anggota UKM dan koperasi bersama perusahaan mampu menciptakan sinergitas baik,” ujar Kepala Dinkop dan UKM Tangsel, Warman Syanudin.

Ia berharap perusahan swasta bisa ikut terlibat dan bekerjasama dengan pelaku usaha yaitu melalui program bina lingkungan. “Kita fasilitasi perusahan untuk membina koperasi dan program CSR melalui kegiatan bina lingkungan kepada koperasi,” ucapnya

Sekda Banten Ranta Suharta mengatakan, Dunia usaha saat ini berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan mempertimbangkan pula faktor lingkungan hidup. Bahkan kini dunia usaha tidak lagi hanya memperhatikan catatan keuangan perusahan semata, melainkan sudah meliputi aspek keuangan, sosial, dan aspek lingkungan (Triple Bottom Line).

“Sinergi dari ketiga aspek ini merupakan kunci konsep kemitraan,” ucap Sekda.

Menurutnya, melalui campur tangan CSR/PKBL dari para pelaku usaha baik swasta maupun BUMN/BUMD, para pelaku KUMKM di Banten akan bisa lebih maju dan bekembang.

“Melalui penguatan permodalan. Kami harapkan langkah ini bisa memperluas usaha Koperasi dan UMKM,” harapnya

Sekda menambahkan, kegiatan fasilitasi forum PKBL/CSR diharapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi para pelaku Koperasi dan UMKM di Provinsi Banten.

“Kita harapkan koperasi sehat, UMKM maju, kuat dan masyarakatnya bisa sejahtera,” ujarnya. (1-1)

Ketua MPS Banten: Nilai Kebangsaan Justru tidak Diaplikasikan di Penyelenggara Negara

0

BBC, Serang – Nilai-nilai kebangsaan yang tertuang dalam undang-undang dan pancasila dianggap belum diaplikasikan oleh lembaga negara. Sementara dalam tatanan kehidupan di masyarakat nilai kebangsaan dan pancasila sudah terpalikasikan dengan nayata.

Demikian diungkapkan Ketua majelis pondok pesantren salafi Banten Matin Sarkowi dalam dialog pemantapan wawasan kebangsaan dan peningkatan kesadarn bela negara di pondo pesantren al Fathoniyah Kota Serang hari ini.

Dalam dialog tersebut hadir sebagai pemateri asisten deputi 3 kementrian koordinator politik hukum dan kemanan Laksamana TNI Sony Santoso.

Menurut Matin, bukti pelaksanaan wawasan kebangsaan belum hadir dalam tataran pemerintahan yakni masih terlihatnya ketimpangan dalam pelaksanan program kerja yang dilaksanakan pemerintah. Bahkan terlihat untuk saat ini warga tidak dijadikan sebagai pelaksana program pemerintah. Akibatnya setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah berdampak kurang baik terhadap masyrakat.

“Adanya ketimpangan saat ini menandakan pemerintah tidak hadir di masarayakat. Salah satu contohnya, kebijakan investasi di Banten terhadap PT Mayora. Ini kan masyarakat akhirnya diadukan dengan aparat penegak hukum. Coba kalo saja masyarakat dilibatkan dalam penyelanggaraan pemerintahan, tentu tidak terjadi yang speerti ini. Padahal seharusnya tidak pemerintah hadir untuk melindungi masyarakatnya,”kata Matin.

Laksamana TNI Sony Santoso mengungkapkan, untuk saat ini diakui wawasan kebangsaan di masyarakat Banten khususnya sudah baik. Akan tetapi hal itu terus memerlukan perhatian dari pemerintah untuk terus ditingkatkan pemahamannya. Krena dalam tataran masyarakat di pedalaman misalnya, masih ditemukan pemahaman yang kurang dalam melaksanakan wawasan kebangsaan.

“Nilai pancasila memang masih dalam slogan, akan tetapi nilai-nilai pancasila memang belum. Makanya upaya sosialisasi seperti ini perlu ditingkatkan,”tutur Soni.

Sementara ketika ditanya tudingan belum terlaksananya nilai pancasila di tingkat penyelenggara negara, Soni mengatakan, ini memang perlu proses untuk bisa mengaplikasikan nilai-nilai pancasila.

“Ya nanti kan mereka taitu penyelenggara kan melihat, nanti kan mereka malu. Lah wong saya aja malu kalo memang di tingkat bawah sudah baik,”tegasnya.

Oleh karena itu tambah Soni, melalui bimbingan bela negara yang telah dilakukan di sekolah dan ke masyarakat langsung, diharapkan mampu mengaplikasikan wawasan kebangsaan dan bela negara dengan baik.

“Ya pada masyarakat kita kan masih perlu penyesuaian, saya kira masyarkaat Banten sudah baik yah. Meski memang di Banten ini kan luas, ada 8 kabupaten dan kota. Himbaunya saya pikir saya mengajak ke para mahasiswa untuk belajar dengan baik, keteladanan dari pemimpin dan sosialisasi melalui media,”tandasnya.  (1-1)

Ini Jawaban Boy Rafli Soal Menitikan Air Mata Ketika Sambutan

0

BBC, Serang – Brigjenpol Boy Rafli Amar sempat terisak dan menitikan air mata ketika sambutan dalam upacara pisah sambut di Mapolda Banten, Banjar sari, Kota Serang, Senin, 25/4/2016.

Usai memimpin apel serah terima jabatan, Boy Rafli Amar menjelaskan alasannya menitikan air mata dalam sambutannya. “Ya sedih aja, karena sudah lama ya di sini, sudah dekat sama masyarakat di Banten ini,”ungkap Boy Rafli.

Lebih dari itu, kata Boy banyak sekali pelajaran yang bisa diambil selama memimpin Polda Banten. Salah satunya bisa mengenal kebudayaan Banten yang beragam dan unik.

“Luar biasa, pertama tentu bisa bersilatuharmi dan berkenalan dengan masyarakat Banten. Mengenal lebih ljah tentang dengan masyarakat Banten dan budayanya. Kedua terkait tugas kepolisian, upaya membangun kerjasama ini butuh kerjasama dengan masyarakat. Jadi sebenarnya masyarakat itu rindu dengan semangat kerja apartaurnya. Sehingga ini membuat suasana tugas kepolisian juga ringan,”tegasnya.

Oleh karena itu Kadiv humas mabes Polri ini juga berpesan kepada Kapolda Banten yang baru ini untuk lebih dekat dengan warga. Karena masyarkaat Banten bisa diajak kerjasama dengan baik.

“Saya juga berharap nanti Kapolda yang baru bisa melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan pengamanan,”tukasnya. (1-1)

Sampaikan Sambutan Terakhir, Boy Rafli Terisak pada Saat Pimpin Upacara

0

 

BBC, Serang – Kapolda Banten secara resmi diserahterimakan melalui upacara farewell dan welcome parade di Mapolda Banten Banjarsari Kota Serang, Senin, 25/4/2016.

Setelah dilakukan pengalungan sarung, pemasangan peci serta golok sebagai simbol Banten, oleh Brigjenpol Boy Rafli Amar, Kapolda Banten yang baru Brigjenpol Ahmad Dofiri didampingi istri memasuki pintu gerbang. Setelah itu keduanya langsung memimpin upacara pasukan yang dihadiri seluruh perwira dan anggota Polda Banten.

“Terdapat hal yang mehgharukan ketika Boy Rafli Amar memberikan sambutan terakhirnya pada upacara. Beberapa kali Boy Rafli harus berhenti membacakan sambutannya sambil terisak haru.

“Jika dalam memimpin di Polda Banten di temukan adanya kesalahan, saya… (terhenti sejenak), meminta maaf kepada semua pihak, seperti elemen masyarakat dan rekan-rekan jurnalis,”serunya dalam sambutan.

Sementara itu Kapolda Banten Brigjenpol Ahmad Dofiri memaparkan, dalam memimpin Polda Banten ini diperlukan soliditas bersama anatara perwira yanga ada di jajaran Polda Banten. Karena kepemimpinan ini tentunya memerlukan dukungan dari semuanya.

“Sehingga dengan dukungan semua pihak, jaminan keamanan di Polda Banten ini bisa tercipta. Tentu saya juga menekankan kepada para personil untuk bekerja profesional dan unggul, demi terciptanya keamanan bagi masyarakat Banten. Dan saya ucapkan terimakasih kepada Kapolda sebelumnya selama memimpin Polda Banten,”papar Dofiri.

Diketahui, Brigjenpol Boy Rafli mareninggalkan Polda Banten untuk mendapatkan tugasnya yang baru sebagai Kadiv Humas Mabes Polri.

Sampaikan Visi Misi ke Hanura, Andika Minta Gerbang Ratu Diaktifkan Kembali

0

BBC, Serang – Empat bakal calon Gubernur dan wakil Banten yang mengikuti penjaringan di partai Hanura diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi misinya, di salah satu hotel di Kota Serang, Minggu, 24/4/2016.

Keempatnya yakni Ahmad Taufik Nuriman (ATN), Wahidin Halim (WH), Andika Hazrumy, dan Haerul Jaman. Namun satu orang bacagub Mulyadi Jaya Baya (JB), tidak hadir untuk memaparkan visi misinya dalam kesempatan tersebut dengan alasan sedang sakit. Salah seorang bacagub Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam kesempatan itu memaparkan visi misi lima tahun kedepan jika terpilih menjadi Banten nanti.

Namun yang menarik dari pemaparan Andika yakni soal realisasi Program Gerbang Ratu (Gerakan Pembangunan Kecamatan Banten Bersatu), yang digagas Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah.

“Gerbang Ratu merupakan program yang dicanangkan Ibu Ratu Atut Chosiyah pernah direalisasikan. Pola program itu lebih pada karya. Dimana untuk pengerjaannya warga setempat, peralatan, dan kontek penggunaan dan pembangunannya melibatkan warga sekitar,” ungkap Aa (sapaan akrab Andika).

“Namun, program Gerbang Ratu ini dalam 3 tahun terakhir ini terhenti. Sehingga perlu lagi di gagas kembali. Harus dilanjutkan kedepan yang berbasis dana tambahan untuk pembangunan desa. Karena bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,”ujar Andika.

Diketahui, Gerbang Ratu merupakan program bantuan satu miliar setiap kecamatan. Program ini marupakan hasil aspirasi dari masyarakat. Program tersebut bagian dari upaya mempercepat penurunan angka kemiskinan dengan membangun infrastruktur sampai tingkat pedesaan. (1-1/AS)

Mensos Tekankan Dahulukan Kepentingan Umum kepada Muslimat NU Banten

0

BBC, Serang – Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang juga Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa resmi melantik Pengurus Wilayah dan Cabang Muslimat NU se-Provinsi Banten periode 2016-2021 di Ponpos Al-Mubarok, Kota Serang, Banten, Sabtu, 23/4/ 2016.

Acara pelantikan ini juga dibarengi dengan Deklarasi Anti Narkoba dengan tema “Bersama Muslimat NU Menuju Indonesia Sehat, Damai dan Sejahtera”.

Khofifah dalam sambutannya mengamanatkan kepada pengurus baru untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diemban semata-mata karena Allah SWT, dan untuk kepentingan umum dan organiasi.

“Mari sama-sama kita meningkatkan harkat maratabat perempuan dengan cita-cita izzul Islam dan muslimin,” Pesannya.

Selain dihadiri keluarga besar Muslimat NU Banten dan para undangan, pelantikan ini juga dihadiri oleh istri Gubernur Banten Rano Karno, Dewi Indriati.

Senada dengan Mensos, Istri Gubernur Banten, Dewi Indriati  yang juga didaulat menjadi Ketua Dewan Penasehat Muslimat NU Banten berharap Muslimat NU Banten agar senantiasa meningkatkan nilai-nilai ukhuwah islamiyah dan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Dia yakin, tangan Pemprov Banten termasuk Pemda se-Banten juga akan selalu terbuka untuk bersinergi dengan Muslimat NU Banten, untuk mewujudkan Banten sejahtera berlandaskan iman dan taqwa.

Gubernur Panen Raya dan Percepatan Tanam Padi

0

BBC, Tangerang Gubernur Banten Rano Karno bersama Dirjen Ketahanan Pangan Kementrian Pertanian dan staf ahli menteri Pertanian bidang inovasi dan teknologi pertanian Mat Sykur melakukan panen raya padi  dan percepatan tanam padi  di Kp. Kadog Desa Klutuk , Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 23/4/2016.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur melakukan groaudbreaking rehabilitas jaringan irigasi tersier (RJIT),serta gelar teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan)

Staf ahli menteri Pertanian bidang inovasi dan teknologi pertanian Mat Sykur  mengapresiasi Provinsi Banten yang berdasarkan angka sementara BPS produksi padi Banten tahun 2015 meningkat 7 persen lebih tinggi dari rata-rata produksi nasional,Jagung naik 12,9 persen secara nasional rata-ratanya  3.17 persen,jadi tiga kali lipat kenaikan produksinya di Banten.

Sementara itu ,dalam sambutanya Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, pada era percepatan pencapaian swasembada pangan nasional, banten mendapat mandat untuk memberi kontribusi yang nyata terhadap pencapaian sasaran nasional, khususnya komoditas padi yang harus mampu menambah produksi sebesar 1 juta ton dalam waktu tiga tahun yaitu 2015-2017. Melalui dinas terkait, skenario rancangan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai telah disusun dan disepakati bersama kabupaten/kota dengan berbagai asumsi input produksi yang disiapkan.

“Insyaallah rancangan tersebut dapat dicapai, apabila dibarengi dengan kerja keras, cerdas dan ikhlas dari semua pihak,” ucap Gubernur.

Menurutnya, berdasarkan data BPS, bahwa angka sementara produksi padi tahun 2015 sebesar 2.1 juta ton gabah kering atau meningkat 143.113 ton atau 7 persen bila dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 2,045 juta ton, begitu juga dengan jagung dan kedelai yang mengalamikenaikan.

“Artinya, produksi padi dibanten telah menyumbang 2,89 persen terhadap produksi nasional atau berada di posisi 11 nasional. Ini merupakan hasil jerih payah para petani dipedesaan yang didukung oleh pembina dan fasilitasi dari pusat, daerah serta dunia usaha,” katanya.

Ia juga menargetkan pada tahun 2016 ini produksi padi sebesar 2.3 juta ton gabah kering dengan luas tanam 429.034 hektar, luas panen 407.582 hektar dan produktivitas sebesar 57.78 kuintal per hektar. Sementara produksi jagung ditargetkan 38.489 ton pipilan kering dengan luas tanam 10.468 hektar, luas panen 9.945 hektar dan produktivitas sebesar 38.70 kuintal per hektar. Dan untuk produksi kedelai sebesar 12.830 ton biji kering dengan luas tanam 9.882 hektar, panen 9.338 hektar dan produktivitas sebesar 13.67 kuintal per hektar.

Gubernur mengharapkan agenda panen raya dan percepatan tanam padi,groaud breaking RJIT serta gelar teknologi alsintan ini dapat memberikan motivasi. Dan dorongan kepada para petani serta petugas dilapangan untuk terus berupaya yang terbaik dalam meningkatkan produksi padi,jagung dan kedelai di Banten,segera setelah panen berakhir dapat langsung diolah kembali untuk proses penanaman berikutnya secara serempak.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus Tauchid mengatakan sasaran produksi padi Tahun 2016 di Banten sebesar 2.355.070 ton GKG dengan rincian. Kabupaten lebak 572.254 ton,Kabupaten Pandeglang 758.709 ton,Kabuapten Serang
515.659 ton, Kabuapten. Tangerang 404.645 ton, Kota Tangerang 5.535 ton, Kota Cilegon  12.531 ton, Kota Serang 84.279 ton dan Kota Tangerang selatan 1.459 ton. “Pemerintah Provinsi Banten telah mendapatkan amanat untuk menambahkan produksi,khusunya padi sebanyak 1 juta ton GKG selama 2015-2017,”ujar Agus. (1-1/ Humas)

 

 

 

 

 

Ini 3 Komitmen Disdikbud Lebak untuk Program PKB

0

 

BBC, Lebak –  Ada tiga komitmen yang disampaikan Disdikbud Kabupaten Lebak untuk mendukung pelaksanaan program pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Demikian pernyataan Kabid PTK Disdikbud Kabupaten Lebak Holly Prihantono, saat konsultasi publik untuk perencanaan PKB, Jumat, 22/4/2016. “Komitmen tersebut, pertama, PKB dilaksanakan untuk semua guru sekolah negeri dan swasta baik PNS maupun non PNS. Kedua, PKB dilaksanakan untuk semua guru sekali dalam setahun. Terakhir, PKB akan dilaksanakan berbasis guru atau KKG untuk SD dan berbasis rayon atau MGMP untuk SMP,”kata Holly.

Konsultasi Publik tingkat Kabupaten/Kota di Lebak dibuka secara resmi oleh ASDA IV Pemkab Lebak  Tajudin.  Dia mengungkapkan tenaga pendidik sekarang harus berbeda seperti dulu karena pemerintah sekarang sudah memperhatikan kesejahteraan guru, terutama untuk peningkatan profesionalismenya.

Berdasarkan Permennegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009, yang dimaksud dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah pengembangan kompetensi guru  yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Komponen PKB terdiri atas tiga bagian menurut Pasal 11 ayat C, Permenneg PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 yakni pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovatif.

Oktin Catur Palupi, Spesialis Tata Kelola Pemerintahan Banten USAID PRIORITAS berkata, “Ada tiga alasan mengapa PKB itu penting. Pertama, PKB akan menjamin setiap guru akan dapat mencapai dan memenuhi standar kompetensi. Kedua, PKB menjamin setiap peserta didik mendapatkan pelayanan yang standar  dan berkualitas dalam pendidikan sehingga dapat mengembangkan diri sesuai dengan potensinya. Ketiga, PKB juga menjamin setiap guru memiliki penguasaan kompetensi yang sesuai dengan jenjang profesionalnya.”

Oktin menambahkan kabupaten Lebak sebagai salah satu mitra perlu didukung dalam merencanakan program PKB untuk guru seperti kebutuhan pelatihan, harga satuan pelatihan, ketersediaan dana dan cara mengelola pelatihan terbaik. Program PKB ini dilaksanakan oleh USAID PRIORITAS merupakan salah satu program Kemendikbud dan Kemenag melalui pendekatan berbasis gugus-KKG/MGMP dan berbasis sekolah (whole school development) agar tepat sasaran.

Tentu PKB menjadi program yang dinantikan karena setiap guru memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan karir profesi sesuai minat dan keinginannya. PKB dikembangkan berdasarkan pada kebutuhan professional masing-masing guru sesuai hasil UKG. Dengan demikian guru dapat meningkatkan kapasitasnya sehingga siswa menerima pendidikan berkualitas yang lebih baik. (1-1/Anna)