Penampakan dalam Musala di Sindangresmi Pandeglang yang nyaris ambruk. (Foto: Dok FBn).

BBC, Pandeglang – Di sebuah sudut sunyi di Kampung Keong, Desa Bojongmanik, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, berdiri sebuah mushola kecil yang selama ini menjadi denyut kehidupan warga. Bukan hanya tempat bersujud, mushola itu juga menjadi ruang belajar mengaji bagi anak-anak, tempat berkumpul, sekaligus penguat kebersamaan di tengah keterbatasan. Namun kini, bangunan sederhana itu perlahan kehilangan kekuatannya.

Atapnya tak lagi utuh. Sejumlah genteng runtuh, menyisakan celah yang membuat air hujan bebas jatuh ke dalam. Dinding yang sebagian hanya terbuat dari bilik dan jerami tampak sobek dan bolong di sana-sini. Pondasi mulai keropos, retakan menjalar di beberapa sisi bangunan, seolah memberi tanda bahwa waktu dan cuaca telah menggerus ketahanannya. Di bagian luar, tempat wudhu yang tersedia pun jauh dari kata layak sederhana, rusak, dan tak lagi nyaman digunakan oleh warga.

Meski dalam kondisi memprihatinkan, aktivitas di mushola itu tak pernah benar-benar berhenti. Anak-anak tetap datang membawa iqra dan Al-Qur’an, duduk beralaskan lantai seadanya. Warga pun masih melaksanakan ibadah, meski harus menyingkirkan ember untuk menampung tetesan air saat hujan turun. Bagi mereka, mushola ini bukan sekadar bangunan, ia adalah harapan yang tetap dijaga, meski dalam keadaan rapuh.

Melihat kondisi tersebut, Relawan Fesbuk Banten News bersama relawan gabungan tergerak untuk mengambil langkah. Mereka berinisiatif melakukan renovasi agar mushola itu kembali berdiri dengan layak, menjadi tempat ibadah yang aman dan nyaman, sekaligus ruang belajar yang pantas bagi generasi muda di kampung tersebut.

Ketua Pokja Relawan Banten, Lulu Jamaludin, mengatakan bahwa mushola tersebut memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat sekitar. Menurutnya, sejak lama mushola itu menjadi pusat aktivitas warga, tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga sebagai tempat anak-anak belajar mengaji setiap hari.

Baca juga :  Anak Buah Juara PKN II, Wagub Banten Diapresiasi Kepala LAN RI

“Kami menemukan kondisi Mushola itu sangat memprihatinkan. Sudah 20 Tahun berdiri diatas tanah wakaf,” ujar Lulu, Senin 27 April 2026.

Ia menyebutkan, meskipun kondisinya sudah sangat memprihatinkan, semangat warga untuk memanfaatkan mushola tersebut tidak pernah surut. Anak-anak tetap datang untuk belajar, sementara warga tetap melaksanakan kegiatan keagamaan dengan segala keterbatasan yang ada.

Karena itu, Lulu berharap upaya renovasi yang saat ini dilakukan bisa segera terwujud dengan dukungan berbagai pihak. Ia ingin mushola tersebut kembali menjadi tempat yang layak, aman, dan nyaman bagi masyarakat, sehingga fungsi ibadah dan pendidikan di dalamnya dapat berjalan dengan lebih baik.

“Sudah tidak asa bagian yang bisa digunakan. Sekarang mushola di renovasi dirobohkan hingga rata dengan tanah,” terangnya.

Salurkan Amal Jariyah Anda
​Kami mengetuk pintu hati Bapak/Ibu/Saudara sekalian untuk ikut serta dalam pembangunan ini. Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, akan menjadi butiran pahala jariyah yang terus mengalir meski raga telah tiada.

Wujudkan Kembali Rumah Ibadah yang Layak di kampung Keong, Desa Bojong Manik,Sindangresmi ,Pandeglang.
Anggaran direncanakan Rp65 juta

​💳 Rekening Donasi:
​BCA: 5505062776
​Atas Nama: Lulu Jamaludin

​📞 Layanan Informasi & Konfirmasi:
​0817-0050-090 (Lulu)
​0859-4636-8540 (Fauzan).