Sejumlah Negara di ASEAN Rentan Terjadinya Bencana Alam

0
423

BBC, Cilegon – Sejumlah Negara di ASEAN masuk kategori rentan akan terjadinya bencana alam. untuk itu diperlukan standar operasional prosedur (SOP) yang sama dalam penanganan bencana alam. Demikian disampaikan langsung oleh Direktur Eksekutif ASEAN Cordinating Center For Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) Adelina Camal Usai menbuka Pelatihan Ardex Ke-18 Tingkat ASEAN yang dilakukan di Hotel The Royal Krakatau Kota Cilegon, Senin, 5/11/2018.

Menurutnya, saat ini sudah ada mekanisme persetujuan kerjasama yang telah disetujui oleh 10 Negara Asean. Adapun sepuluh SOP yang telah disetujui itu diantaranaya pemahaman dan pelatihian mekanisme kerjasama internasional untuk management bencana yang sudah ada,  memberikan wadah baik ditingkat lokal maupun Nasional untuk melakukan tes kapasitas dalam penanggulangan apabila terjadinya bencana alam.

Selain itu juga untuk mengetes Negara-Negara Asean lainya dalam membantu Indonesia apabila terjadinya bencana, dan juga untuk mengetas kapasitas database dari Negara ASEAN untuk mengetahui siapa saja dari negara AEAN yang bisa mendiploy untuk meng Konfolmen Indonesia apabila terjadi bencana alam.

“Seperti dibeberapa negara yang sudah memiliki Emergency Medical Team seperti di negara Singapure, Malaysia, dan Tailan. Sehingga dengan begitu negara negara yang sudah memiliki Amargancy Medical Team itu dapat membantu apabila terjadinya bencana baik di Indonesia, Cilegon, dan Banten,”jelas Adelina.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menyampaikan bahwa, dijadikanya Kota Cilegon sebagai tuan rumah untuk kegiatan Pelatihan Ardex tersebut, selain Kota Cilegon yang paling banyak Industrinya, namun juga potensi terjadinya gempa di Kota Cilegon sangat tinggi.

“Kenapa Kota Cilegon dijadikan sebagai tuan rumah untuk Pelatihan tersebut, karena di Kota Cilegon banyak Industri yang mengandung Zat Kima serta Potensi terjadinya gempa bumi sangat tinggi,”kata Willem kepada wartawan.

Menurutnya, di Kota Cilegon sebagai daerah yang banyak Industrinya maka apabila terjadi benca gempa bumi yang mencapai 8,7 Skala Richter maka akan menimbulkan bencana Sunami. Oleh karena itu banyaknya Industri maka harus tau bagaimana dalam skenario pelatihanya dalam melakukan Kolaborasi dengan kekuatan yang ada di Lokal, Nasional dengan Asean dan Internasional.

“Kalo terjadi gempa bumi yang mencapai 8,7 Skala Richter maka akan berpotensi bencana ala sunami, maka dari itu semua pihak harus sapat melalukan skenario pelatihan agar dapat mengkolaborasikan kekuatan dalam penanganan bencana baik yang ada di Lokal, Nasional dan Internasional,”ungkapnya.

Maka dengan begitu dirinya berharap, semua peserta pelatihan Ardex tersebut dapat memanfaatkan untuk berlatih secara maksimal, sehingga hasilnya akan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak.

Willem menjelaskan bahwa, dengan dilakukanya pelatihan Ardex tersebut. Apabila terjadinya bencana maka semua stakholder tau apa yang harus dilakukan pada saat terjadinya bencana, karena peresoalan penanggulangan bencana tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab setiap perusahaan dan pemerintah.namun dalam penanganan bencana harus Multi Stakeholder.

“Soal penanganan bencana alam itu, bukan hanya tanggung jawab setiap perusahaan dan  pemerintah saja namun haru dapat dilakukan secara Multi Stakeholder yang ada di daerah yangengalami bencana tersebut,”pungkasnya. (1-2)