{"id":12725,"date":"2019-10-07T01:43:28","date_gmt":"2019-10-07T01:43:28","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=12725"},"modified":"2019-10-08T01:52:12","modified_gmt":"2019-10-08T01:52:12","slug":"mantan-pegawai-dputr-cilegon-jadi-tersangka-kasus-korupsi-pembangunan-jembatan-jls","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/mantan-pegawai-dputr-cilegon-jadi-tersangka-kasus-korupsi-pembangunan-jembatan-jls\/","title":{"rendered":"Mantan Pegawai DPUTR Cilegon Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Jembatan JLS"},"content":{"rendered":"\n<p>BBC, Cilegon &#8211; Kejaksaan Negri (Kejari) Kota Cilegon telah menetapkan dua tersangka terkait kasus korupsi pembangunan Jembatan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon. Kedua tersangka itu berinisal B dan S yang merupakan dari pihak Dinas DPUTR Kota Cilegon dan pihak suasta sebagai pelaksana pembangunan jembatan JLS tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Kepala Seksi (Kasi) Pidana Kusus (Pidsus) Kejari Kota Cilegon Naseh menyampaikan, penetapan kedua tersangka itu berdasarkan hasil Ekspose Internal yang dilakukan oleh Kepala Kejari Kota Cilegon, Tim Penyidik Kejari Cilegon, dan Jaksa-Jaksa semua bidang yang ada di Kejari Kota Cilegon.<\/p>\n\n\n\n<p><br>&#8220;Yah untuk penetapan tersangka terkait kasus pembangunan jembatan jalan JLS Kota Cilegon, berdasarkan hasil Ekspose di Internal Kejari Cilegon. Telah ditetapkan dua tersangka, berinisial B dan S. Dimana, B mantan pegawai Dinas DPUTR Cilegon dan S dari pihak Suasta yang merupakan sebagai pelaksana pembangunan jembatan tersebut,&#8221; kata Naseh ditemui di kantornya. Senin (7\/10\/2019).<\/p>\n\n\n\n<p><br>Meski demikian, Lanjut Naseh, tidak menutup kemungkinan masih akan ada yang akan dijadikan tersangka. Karena sampai saat ini Kejari Cilegon masih terus melakukan pengembangan tahap kedua terkait kasus tersebut.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><br>&#8220;Kemungkinan selalu ada, karena setelah ditetapkan ini kita masih tetap kita gali. Dan akan terus dilakukan pengembangan, jadi kalo memang ada lagi pihak-pihak yang harus bertanggung jawab maka kita akan tetapkan dalam ekspose internal tahap kedua,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Naseh mengungkapkan, terkait kasus korupsi pembangunan jembatan JLS itu. Pihaknya telah memeriksa kurang lebih ada sekitar 25 saksi.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><br>&#8220;Ada sekitar 25 saksi yang kita panggil dan kita mintai keterangan terkait pembangunan jembatan JLS itu. Dimana ke 25 saksi itu ada yang dari pihak Konsultan Perencana, ULP, Dinas DPUTR Cilegon, DPKD Cilegon dan pihak Auditor yang menghitung terlait kerugian Negara tersebut,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Naseh menyampaikan, setelah dilakukanya penetapan tersengka. Pihaknya telah memgirim surat kepada kedua tersangka dan pihaknya juga telah menujuk pengacara untuk mendampingi kedua tersangka pada saat menjalani persidangan nanti.<\/p>\n\n\n\n<p><br>&#8220;Kami sudah berkirim surat untuk memberitahukan soal penetapan mereka sebagai tersangka, dan kita juga sudah tunjuk pengacara untuk mendampingi tersangka pada saat menjalani persidangan nanti,&#8221; ucap Naseh.<br>Naseh menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan berkas untuk dilakukan pemeriksaan tahap kedua.\u00a0<br>&#8220;Saat ini kita telah melakukan pemberkasan tahap kedua yang nantinya akan dilimpahkan berkas yang telah kita siapkan itu ke Pengadilan Tipikor di Serang, Yang selanjutnya akan dilakukan proses persidangan. Yang insya allah rencananya kalo tidak ada halangan akan dilakukan pada bulan November tahun 2019 ini,&#8221; pungkasnya. (1-2).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG20191007135947-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-12726\" srcset=\"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG20191007135947-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG20191007135947-300x225.jpg 300w, https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG20191007135947-768x576.jpg 768w, https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG20191007135947-80x60.jpg 80w, https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG20191007135947-265x198.jpg 265w, https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG20191007135947-696x522.jpg 696w, https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG20191007135947-1068x801.jpg 1068w, https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/IMG20191007135947-560x420.jpg 560w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Cilegon &#8211; Kejaksaan Negri (Kejari) Kota Cilegon telah menetapkan dua tersangka terkait kasus korupsi pembangunan Jembatan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon. Kedua tersangka itu berinisal B dan S yang merupakan dari pihak Dinas DPUTR Kota Cilegon dan pihak suasta sebagai pelaksana pembangunan jembatan JLS tersebut. Kepala Seksi (Kasi) Pidana Kusus (Pidsus) Kejari Kota [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-12725","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-uncategorized"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12725"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12725\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12727,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12725\/revisions\/12727"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}