{"id":13549,"date":"2020-01-07T13:38:36","date_gmt":"2020-01-07T13:38:36","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=13549"},"modified":"2020-01-07T13:38:39","modified_gmt":"2020-01-07T13:38:39","slug":"wakil-bupati-serang-sebut-penyebab-banjir-bojonegara-banyak-perusahan-yang-bandel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wakil-bupati-serang-sebut-penyebab-banjir-bojonegara-banyak-perusahan-yang-bandel\/","title":{"rendered":"Wakil Bupati Serang Sebut Penyebab Banjir Bojonegara Banyak Perusahan Yang Bandel"},"content":{"rendered":"\n<p>BBC, Serang &#8211; Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa sebut salah satu faktor penyebab banjir di Bojonegara adalah masih banyaknya perusahaan yang belum mentaati Peraturan Daerah (Perda) tentang kewajiban perusahan untuk membuat Drinase atau saluran air. Akibatnya, pada saat turun hujan dapat menyebabkan banjir di wilayah Bojonegara. <\/p>\n\n\n\n<p>Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, aksi warga Bojonegara yang memblokade jalan nasional tersebut wajar dilakukan. Karena hal itu merupakan hak warga untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Wajar-wajar saja kalo warga melakukan aksi, karena itu cara warga buat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Karena memang ini merupakan persoalan yang harus diselesaikan dengan pemerintah,&#8221; kata Pandji usai menemui korban banjir Bojonegara. Selasa (7\/1\/2020).<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakan Pandji, sampai saat ini masih banyak perusahaan di Bojonegara yang belum mentaati Perda yang telah ditentukan oleh pemerintah terkait kewajiban perusahaan untuk membuat drinase. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Masih banyak perusahaan yang bandel dan belum mentaati Perda soal kewajiban perusahaan untuk membuat drinase setinggi 3 Meter. Akibatnya pasa saat turun hujan terjadi banjir di Bojonegara,&#8221; jelas Pandji. <\/p>\n\n\n\n<p>Pandji mengaku, pihaknya secepatnya akan memanggil pihak perusahaan untuk bersama-sama melalukan normalisasi sungai yang ada di Bojonegara. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Secepatnya, insya allah hari senin akan kita panggil pihak perusahaan dan beberapa pihak terkait lainya untuk melakukan normalisasi sungai. Yang diharapkan dengan dilakukanya normalisasi itu tidak akan terjadi banjir lagi di Bojonegara pada saat turun hujan,&#8221; ucapnya. <\/p>\n\n\n\n<p>Ditempat yang Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibhisana mengatakan, aksi blokade jalan yang dilakukan oleh warga Bojonegara sempat mengakibatkan kemacetan kendaraan yang cukup panjang selama kurang lebih 4 Jam. Namun, blokade itu dapat dibuka kembali setelah kedatangan Wakil Bupati Serang. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Upaya untuk membuka blokade itu sudah dilakukan oleh pihak Kepolisian dan TNI, karena keinginan warga yang mengharapkan adanya kehadiran pihak pemerintah Kabupaten Serang. Maka menunggu Wakil Bupati Serang sampai datang, dan alhamdulillah begitu Wakil Bupati datang blokade langsung dapat di buka dan arus lalulintas dapat berjalan lancar,&#8221; jelas Kapolres. <\/p>\n\n\n\n<p>Kapolres menyampaikan, setelah dilakukan mediasi antara perwakilan Bojonegara dengan pemerintah Kabupaten Serang yang dilakukan oleh Wakil Bupati Serang dapat menghasilkan beberapa kesepakatan salah satunya adalan normalisasi sungai Bojonegara. <\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Upaya mediasi yang sempat terhambat, akhirnya dapat dilakukan dan menghasilkan beberapa kesepakatan antara warga dan pemerintah Kabupaten Serang. Salah satunya adalah normalisasi sungai dan perbaikan drinase agar dapat di perlebar sehingga air hujan dapat mengalir cepat dan tidak mengakibatkan banjir,&#8221; pungkasnya. (1-2).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211; Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa sebut salah satu faktor penyebab banjir di Bojonegara adalah masih banyaknya perusahaan yang belum mentaati Peraturan Daerah (Perda) tentang kewajiban perusahan untuk membuat Drinase atau saluran air. Akibatnya, pada saat turun hujan dapat menyebabkan banjir di wilayah Bojonegara. Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, aksi warga Bojonegara [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13550,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":{"0":"post-13549","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-serang"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13549","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13549"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13549\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13551,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13549\/revisions\/13551"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}