{"id":19833,"date":"2021-09-21T04:31:00","date_gmt":"2021-09-21T04:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=19833"},"modified":"2021-09-22T04:33:13","modified_gmt":"2021-09-22T04:33:13","slug":"ratusan-sd-dan-smp-di-kabupaten-serang-sudah-laksanakan-ptm-terbatas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/ratusan-sd-dan-smp-di-kabupaten-serang-sudah-laksanakan-ptm-terbatas\/","title":{"rendered":"Ratusan SD dan SMP di Kabupaten Serang Sudah Laksanakan PTM Terbatas"},"content":{"rendered":"\n<p>BBC, Serang  &#8211; Sebanyak 893 Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD-SMP) Negeri dan Swasta di Kabupaten Serang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas. Pelaksanaan TPM terbatas di atur dalam Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021 dan surat keputusan bersama (SKB) Empat (4) Mentri.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari jumlah 893 sekolah tersebut, terbagi untuk jumlah 733 SD Negeri dan Swasta di 29 kecamatan yang sudah melaksanakan PTM sebanyak 706 dan menyisakan 28 sekolah. Sedangkan untuk SMP Negheir dan Satu Atap (Satap) dari 207 yang sudah melaksanakan PTM 187 sekolah menyisakan 20 sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Amar Ma\u2019ruf mengatakan, untuk regulasi PTm terbatas regulasinya di atur dalam Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021, dimana Kabupaten Serang masuk ke dalam level 2 PPKM atau zona kuning.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita juga di atur dalam SKB 4 mentri bahwa makisimal dalam satu kelas PTM 50 persen, jadi jika di rata-rata paling 20 siswa untuk peserta didik setiap kelasnya di masa PTM terbatas,\u201dujar Ma\u2019ruf melalui keterangan tertulis melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) pada Selasa, 21 September 2021.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKemudian untuk jam pembelajarannya pun maksimal dua setengah jam sampai 3 jam perhari, jadi anak peserta didik memperoleh PTM satu minggu 3 kali pertemuan. Sehingga, kembali pada jumlah siswa yang ada di kelas tersebut, jadi tidak ada sif pagi dan siang yang ada itu ganjil genap,\u201dternag Ma\u2019ruf.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia mencontohkan misalkan pada hari senin siswa yang masuk dalam absennya ganjil genap, ataupun pada tanggal ganjil genap. Sedangkan untuk PTM terbatas, sebut Am\u2019ruf full senin sampai sabtu. \u201cHanya saja, dalam satu minggu untuk setiap siswa hanya tiga kali PTM, dan tiga harinya belajar di rumah,\u201djelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ma\u2019ruf memastikan sampai saat ini pelaksanaan PTM terbatas sudah berjalan, bahkan ketika pihaknya menurunkan tim monitoring dan evaluasi baik pengawas dan pegawai Dindikbud prosesnya berjalan kondusif. \u201cSetiap minggu bertambah sekolah yang sudah siap. Tentu kesiapan sekolah di syaratkan yaitu menyiapkan protokol kesehatan (prokes) karena tidak semua sekolah di izinkan jika kesiapan prokes belum di siapkan, kami belum mengizinkan menjalankan PTM terbatas,\u201dpaparnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Pembinaan SMP pada Dindikbud Kabupaten Serang, Aat Supriyadi menambahkan, bahwa dari 207 SMP Negeri, Swasta dan Satap sebanyak 187 yang mengajukan atau sudah melaksanakan PTM terbatas. Sedangkan hanya menyisakan 20 sekolah ynag belum melaksanakan PTM terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKenapa sisa belum melaksanakan PTM salah satunya ada beberapa tenaga pendidik belum di vaksin, yang kedua terkait keterbatasan saran prasarana yang mereka belum penuhi,\u201dujar Aat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211; Sebanyak 893 Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SD-SMP) Negeri dan Swasta di Kabupaten Serang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas. Pelaksanaan TPM terbatas di atur dalam Inmendagri Nomor 39 Tahun 2021 dan surat keputusan bersama (SKB) Empat (4) Mentri. Dari jumlah 893 sekolah tersebut, terbagi untuk jumlah 733 SD [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":19834,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":{"0":"post-19833","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-serang"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19833"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19833\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19835,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19833\/revisions\/19835"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19834"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}