{"id":21590,"date":"2022-10-27T02:39:40","date_gmt":"2022-10-27T02:39:40","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=21590"},"modified":"2022-10-28T02:40:46","modified_gmt":"2022-10-28T02:40:46","slug":"festival-kopi-banten-upaya-kembangkan-industrialisasi-kopi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/festival-kopi-banten-upaya-kembangkan-industrialisasi-kopi\/","title":{"rendered":"Festival Kopi Banten Upaya Kembangkan Industrialisasi Kopi"},"content":{"rendered":"\n<p>KBRN, Serang: Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar bertekad mengembangkan kopi menjadi sebuah industrialisasi kopi. Menurut Al Muktabar, Banten memiliki potensi perkebunan kopi yang besar. \u201cMelalui industrialisasi kopi bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat,\u201c kata Al Muktabar dalam sambutanna pada Pembukaan Festival Kopi Banten Ke-3 di Halaman Pendopo Lama Gubernur Banten, Jalan Brigjen K.H. Syam\u2019un Kota Serang, Kamis, (27\/10\/2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Al Muktabar menjelaskan, melalui industrialisasi pihaknya mengembangkan komoditas kopi dari hulu, menengah sampai hilir. Dari hulu, Provins Banten memiliki area perkebunan yang luas dan cocok untuk pertumbuhan kopi. Pihaknya, menekankan kepada perluasan perkebunan dan peningkatan produktivitas kopi.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara pada sektor menengah diperlukan pengelolaan kopi yang menghasilkan cita rasa unggul. Selian itu, diperlukan kreativitas dalam pengolahan kopi. Al Muktabar menyebutkan, salah satu contohnya kreasi pembuatan makanan dengan menggunakan kopi. Sehingga memiliki nilai ekonomis yang besar. \u201cSeperti, kue dengan rasa kopi, dan lain-lain,\u201c ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara pada sisi hilir, menurut Al Muktabar, ditekankan kepada pemasaran dan pemasyarakatan pecinta kopi. Al Muktabar mengatakan, penyelenggaraan Festival kopi Banten Ke-3, merupakan upaya pengembangan sektor hilir dari komoditas kopi. Pada kesempatan tersebut, Al Muktabar juga mengajak masyarakat untuk menikmati kopi sepanjang masa. \u201cPagi, siang dan malam hari,\u201c kata Agus.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Agus Tauchid memaparkan, Banten memiliki potensi komoditas kopi yang besar. Perkembangan tanaman kopi di Banten sangat pesat. Sampai tahun 2022 tanaman kopi di Banten sudah mencapai luas 6.222 ha. Seluas 4.824 ha sudah berproduksi dengan produktivitas rata mencapai 0,5 ton per hektar. Sementara total produksi kopi di Banten mencapai 2 ribu ton per tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Agus mengatakan penyelenggaraan Festival Kopi Banten sebagai upaya promosi Kopi Banten kepada masyarakat. \u201cFestival Kopi Banten merupakan sosialisasi dan edukasi kopi sebagai tanaman yang prospektif dan mampu mensejahterakan masyarakat,\u201c ujar Agus.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Barista Kedai Kopi Langit Senja di Kota Serang, Amriza menyambut baik pelaksanaan festival kopi yang diselenggarakan Pemprov Banten. Menurutnya, festival tersebut mampu mendongkrak pasar kopi. \u201cPengalaman saya, festival kopi atau pameran kopi bermanfaat memperkenalkan kopi dan menambah masyarakat pencinta kopi,\u201c katanya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KBRN, Serang: Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar bertekad mengembangkan kopi menjadi sebuah industrialisasi kopi. Menurut Al Muktabar, Banten memiliki potensi perkebunan kopi yang besar. \u201cMelalui industrialisasi kopi bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat,\u201c kata Al Muktabar dalam sambutanna pada Pembukaan Festival Kopi Banten Ke-3 di Halaman Pendopo Lama Gubernur Banten, Jalan Brigjen K.H. Syam\u2019un Kota Serang, Kamis, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21591,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":{"0":"post-21590","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-banten"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21590"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21592,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21590\/revisions\/21592"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}