{"id":21613,"date":"2022-11-02T09:10:54","date_gmt":"2022-11-02T09:10:54","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=21613"},"modified":"2022-11-02T09:10:55","modified_gmt":"2022-11-02T09:10:55","slug":"pmi-banten-beri-penghargaan-110-pendonor-darah-sukarela","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/pmi-banten-beri-penghargaan-110-pendonor-darah-sukarela\/","title":{"rendered":"PMI Banten Beri Penghargaan 110 Pendonor Darah Sukarela"},"content":{"rendered":"\n<p>BBC, Serang &#8211; Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten kembali memberikan penghargaan terhadap para pendonor darah sukarela 50 kali, 75 kali, dan 100 kali. Apresiasi ini diberikan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah di Markas PMI Banten, Kota Serang, Rabu 2\/11\/2022.<\/p>\n\n\n\n<p>Total 110 pendonor darah sukarela yang diberi apresiasi. Pendonor 50 kali sebanyak 52 orang, pendonor 75 kali sebanyak 38 orang, dan pendonor 100 kali 20 orang. \u201cApa yang dilakukan oleh para pendonor sesungguhnya tidak bisa dinilai, tidak bisa diukur karena telah menjadi pahlawan kemanusiaan. Namun ini ajang silaturahmi kita bersama,\u201d kata Tatu dalam sambutannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bupati Serang ini menilai, para pendonor adalah manusia luar biasa yang sudah sukarela mendonorkan darah secara rutin untuk membantu sesama yang membutuhkan darah. \u201cPunya ketulusan hati dan kedermawanan luar biasa. Dari badan, dari darah sendiri untuk menolong sesama,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Darah merupakan kebutuhan manusia yang tidak bisa diproduksi oleh mesin apa pun. Hanya bisa diberikan melalui sesama manusia. Oleh karena itu, penyediaan darah tidak akan tersedia tanpa masyarakat yang sukarela menjadi pendonor. \u201cMaka penyediaan darah dan mengajak untuk berdonor darah merupakan tugas kita bersama. Melakukan sosialisasi bersama untuk menolong sesama,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Tatu, PMI diberikan tugas oleh pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan, antara lain bidang penanggulangan bencana, penyediaan darah, kesehatan, sosial, dan kerja-kerja kemanusiaan. Namun paling utama adalah penyediaan darah dan penanggulangan bencana. \u201cInsya Allah, kebersamaan akan mempermudah semua,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ruli Purnama, salah satu penerima penghargaan berbagi pengalaman menjadi pendonor darah sukerala. Ia mengaku ketika awal memberikan donor darah karena kena \u2018prank\u2019 oleh temannya saat kuliah. Saat itu, diajak makan gratis, tetapi ternyata ikut dalam kegiatan donor darah. Namun saat ini, donor darah menjadi gaya hidup dan kebiasaan yang menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia pun bercerita pernah menolong seorang anak warga Kabupaten Pandeglang pada tahun 1996 yang punya penyakit thalassemia. Saat itu, ia berpikir bahwa anak tersebut tidak bisa tertolong karena punya kondisi yang mengkhawatirkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun Ruli pun berdonor serta mengajak teman-temanya yang lain dan terkumpul 5 labu kantong darah. \u201cSetelah 15 tahun, saya kembali bertemu dengan anak tersebut dan sudah dewasa. Kini menjadi wanita karir di Kota Cilegon. Dan dari kejadian ini, menjadi kebahagiaan tak ternilai yang saya rasakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ruli menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh PMI Banten. Menurutnya, silaturahmi antar pendonor darah menjadi kebahagiaan juga baginya. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211; Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten kembali memberikan penghargaan terhadap para pendonor darah sukarela 50 kali, 75 kali, dan 100 kali. Apresiasi ini diberikan langsung oleh Ketua PMI Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah di Markas PMI Banten, Kota Serang, Rabu 2\/11\/2022. Total 110 pendonor darah sukarela yang diberi apresiasi. Pendonor 50 kali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":21614,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":{"0":"post-21613","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-peristiwa"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21613","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21613"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21613\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21615,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21613\/revisions\/21615"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21614"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21613"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21613"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21613"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}