{"id":22940,"date":"2023-04-17T14:33:06","date_gmt":"2023-04-17T14:33:06","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=22940"},"modified":"2023-04-17T14:33:08","modified_gmt":"2023-04-17T14:33:08","slug":"bupati-bersama-baznas-kabupaten-serang-santuni-seribu-yatim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/bupati-bersama-baznas-kabupaten-serang-santuni-seribu-yatim\/","title":{"rendered":"Bupati Bersama Baznas Kabupaten Serang Santuni Seribu Yatim"},"content":{"rendered":"\n<p>BBC, Serang &#8211; Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersama Baznas Kabupaten Serang menyantuni 1.000 anak yatim dan dhuafa di Tennis Indoor Setda Pemkab Serang, Senin 17\/4\/2023. Santunan diberikan saat Ramadan, menjelang hari raya Idul Fitri 1444 hijriyah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKegiatan ini untuk masyarakat yang berhak dan membutuhkan. Ini juga untuk menggugah masyarakat Kabupaten Serang, lebih peduli kepada orang lain yang membutuhkan. Terutama anak yatim dan dhuafa,\u201d kata Tatu kepada wartawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tatu mengungkapkan, dana santunan berasal dari zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) yang mayoritas bersumber dari aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Serang. \u201cPengumpulan ZIS saat ini memang mayoritas dari ASN. Sedang ditingkatkan oleh Baznas, melalui pengumpulan unit pengumpul zakat atau UPZ di tingkat desa dan dari industri-industri,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap tahun, Pemkab Serang bersama Baznas menggelar Gebyar Zakat. Menurut informasi awal, kata Tatu, telah terkumpul sekira Rp 2,3 miliar. Gebyat Zakat sendiri dilaksanakan malam hari, setelah kegiatan ini. \u201cAda pengumpulan infaq dan sedekah masih berjalan, dan Rp 2,3 miliar masih sebagian besar dari organisasi perangkat daerah atau OPD dan camat. Saya berharap UPZ di desa bisa bergerak,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Tatu memastikan, anak yatim dan dhuafa di Kabupaten Serang tidak boleh ada yang putus sekolah. Sebab Pemkab Serang sudah menyediakan beasiswa yang diperuntukkan bagi kebutuhan para siswa. \u201cUntuk beasiswa ini, Dinas Pendidikan harus masuk. Saya akan memastikan agar Dindik berkomunikasi dengan Baznas agar data anak yatim ini benar-benar semua bersekolah,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain saat Ramadan, Pemkab Serang bersama Baznas juga menyantuni anak yatim ketika bulan Muharam. \u201cSantunan anak yatim dan dhuafa ini dua kali dalam setahun, di bulan Ramadan 1,000 anak yatim dari 50 panti asuhan. Lebaran anak yatim pada bulan Muharam 1.000 anak yatim yang diutus pemerintah kecamatan,\u201d ungkap Badrudin, Ketua Baznas Kabupaten Serang.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat Ramadan sejalan dengan kegiatan Gebyar Zakat, disalurkan sejumlah bantuan. Antara lain, insentif unyuk 1.607 guru MDA, 1.610 guru ngaji, 145 marbot masjid, dan 400 petugas kebersihan atau pasukan kuning. \u201cTermasuk kegiatan kita pada hari ini, santunan untuk 1.000 anak yatim dhuafa dan bantuan beras untuk 50 panti asuhan,\u201d ungkap Badrudin.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah karena fokus meningkatkan pengumpulan ZIS melalui Baznas, sehingga setiap tahun mengalami peningkatan. Tahun lalu pada periode Januari-Maret terkumpul Rp 3,45 milar. Pada periode sama tahun ini terkumpul Rp 3,56 miliar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSesungguhnya yang kami lakukan bersama Ibu Bupati adalah upaya membantu masyarakat, baik mengurangi kemiskinan maupun peningkatan bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211; Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah bersama Baznas Kabupaten Serang menyantuni 1.000 anak yatim dan dhuafa di Tennis Indoor Setda Pemkab Serang, Senin 17\/4\/2023. Santunan diberikan saat Ramadan, menjelang hari raya Idul Fitri 1444 hijriyah. \u201cKegiatan ini untuk masyarakat yang berhak dan membutuhkan. Ini juga untuk menggugah masyarakat Kabupaten Serang, lebih peduli kepada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22941,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":{"0":"post-22940","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-sosbud"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22940"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22940\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22942,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22940\/revisions\/22942"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}