{"id":24335,"date":"2023-12-08T12:16:38","date_gmt":"2023-12-08T12:16:38","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=24335"},"modified":"2023-12-08T12:16:44","modified_gmt":"2023-12-08T12:16:44","slug":"teken-mou-pemkab-serang-dorong-konektivitas-anyer-cinangka-dengan-desa-wisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/teken-mou-pemkab-serang-dorong-konektivitas-anyer-cinangka-dengan-desa-wisata\/","title":{"rendered":"Teken MoU, Pemkab Serang Dorong Konektivitas Anyer-Cinangka dengan Desa Wisata"},"content":{"rendered":"\n<p>BBC, Serang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus mendorong kemajuan desa wisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Pendopo Bupati Serang, Jumat (8\/12\/2023).<\/p>\n\n\n\n<p>Kesepakatan kesepahaman ini fokus mendorong konektivitas antara objek wisata utama, terutama pantai dan perhotelan dengan desa wisata. Melalui kerja sama ini, wisatawan ke depan tidak hanya akan menikmati keindahan pantai di Kecamatan Anyer dan Cinangka, tetapi juga bisa berwisata pedesaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, MoU ini akan terus ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama antara PHRI, ASITA, dan HPI dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), dan dinas-dinas lainnya. \u201cKami berharap, dengan semangat MoU, bisa meningkatkan konektivitas objek-objek wisata utama ke desa wisata,\u201d kata Tatu kepada wartawan.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Tatu, perhotelan dan restoran di wilayah Anyer-Cinangka, bersama pramuwisata akan turut mempromosikan objek wisata di desa sekitar. \u201cTuris atau tamu, bisa bermain pasir pantai, juga ada pilihan lain. Ke tempat berikutnya, menuju desa wisata,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Wisatawan bisa menikmati wisata alam di desa, mulai pegunungan, air terjun, atraksi wisata desa, dan melihat langsung aneka olahan produk UMKM. \u201cNanti tergabung dengan PHRI dengan yang lain, ikut terlibat dalam pengelolaan desa wisata,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua PHRI Kabupaten Serang, Yurlena Rachman memyambut baik MoU bersama Pemkab Serang. \u201cTamu-tamu yang stay di hotel kami, bisa lebih lama, bisa meneruskan wisata dengan berkunjung ke desa wisata. Bisa ke curug atau air terjun, bisa ke wisata lain,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Lena, selain akan meningkatkan pendapatan asli daerah, konektivitas ini bisa menjadikan wisatawan lebih lama di Kabupaten Serang. \u201cTentu di desa wisata punya paket, ada homestay juga, tapi tamu punya kelas-kelas tertentu, jadi ada yang menginap, bisa one day tour. Bagi kami prinsipnya ada sinergi,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lena mengaku sudah pernah menawarkan paket wisata ke desa sekitar Anyer-Cinangka. Bahkan pernah wisatawan yang ingin stay lebih lama dan ingin berwisata selain pantai. Konektivitas ini memberikan banyak pilihan berwisata kepada wisatawan. \u201cRespons wisatawan cukup bagus. Kami merekomendasi Bukit Warungwangi, Mangku Farm, dan desa wisata Cikolelet,\u201d ujarnya. <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus mendorong kemajuan desa wisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) di Pendopo Bupati Serang, Jumat (8\/12\/2023). Kesepakatan kesepahaman ini fokus mendorong [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":24336,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":{"0":"post-24335","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-serang"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24335","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24335"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24335\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24337,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24335\/revisions\/24337"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24336"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24335"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24335"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24335"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}