{"id":25464,"date":"2024-05-27T16:43:37","date_gmt":"2024-05-27T16:43:37","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=25464"},"modified":"2024-05-27T16:49:37","modified_gmt":"2024-05-27T16:49:37","slug":"mahasiswa-unsera-ajak-siswa-sman-1-carenang-kelola-sampah-dengan-metode-ecobrick","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/mahasiswa-unsera-ajak-siswa-sman-1-carenang-kelola-sampah-dengan-metode-ecobrick\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Unsera Ajak Siswa SMAN 1 Carenang Kelola Sampah dengan Metode Ecobrick"},"content":{"rendered":"\n<p>BBC, Serang &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dati Universitas Serang Raya (Unsera) kelompok 54 bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengajak dan menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dengan konsep 3R dan\u00a0<em>ecobrick<\/em>, di sekolah SMAN 1 Carenang, Kecamatan Carenang Kabupaten Serang, Senin (27\/5\/2024). Kegiatan ini dalam upaya menungkatkan kesadaran lingkungan di generasi muda.\u200b<\/p>\n\n\n\n<p>Apalagi permasalahan sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang belum terselesaikan dengan baik di Indonesia. Sehingga pengelolaan sampah sangat perlu dilakukan untuk meminimalir dampak buruknya. Maka dari itu. Mahasiswa KKM dan Unsera mengadakan kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dengan konsep 3R (<em>Reduce, Reuse, Recycle<\/em>) sekaligus mempraktekkan langsung bagaimana cara membuatkan ecobrick itu sendiri&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kepala sekolah SMAN 1 Carenang, Djoko Poernomo, memberikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam kegiatan tersebut&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Saya sangat berterimakasih dan merasa senang kepada mahasiswa KKM 54. Karena sudah memilih sekolah ini untuk melaksanakan kegiatan KKM yang berfokus pada lingkungan. Ini sejalan dengan intruksi Pj Gubernur Banten mengenai lungkungan sekolah secara langsung. Pj Gubenur memberikan arahan kepada seluruh kepala sekolah se-kabupaten Serang agar sekolah-sekolah lebih diperhatikan lingkungannya dan penataan sekolah harus dilaksanakan dengan baik,&#8221; katanya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan dimulai dengan pemaparan dar\u0131 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM kelompok 54 tentang bagaimana menjadi seorang wirausaha ramah lingkungan (<em>ecopreneur<\/em>). Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai pentingnya konsep 3R dan&nbsp;<em>ecobrick<\/em>&nbsp;oleh mahasiswa yang bertujuan untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan menggunakan kembali barang barang yang layak pakai, dan mendaur ulang sampah menjadi produk yang berguna.<\/p>\n\n\n\n<p>Kemudian, para mahasiswa mengajarkan dan menunjuk dua siswa untuk membuat&nbsp;<em>ecobrick<\/em>, yaitu botol plastik yang diisi penuh dengan sampah plastik anorganik kemudian ditekan menggunakan stick bambu untuk memadatkan sampah dalam botolnya. Siswa yang ditunjuk terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan&nbsp;<em>ecobrick<\/em>&nbsp;dan berkomitmen untuk menerapkan konsep 3R dalam kehidupan sehari-hari mereka<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;<em>Ecobrick<\/em>&nbsp;adalah solusi sederhana dan efektif untuk meminimalisir sampah anorganik di lingkungan kita. Dengan&nbsp;<em>ecobrick<\/em>, kita bisa mengubah sampah menjadi batang yang berguna dan bernilai juall,&#8221; ujar salah seorang mahasiswa, Rangga.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p> <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p> <\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211; Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dati Universitas Serang Raya (Unsera) kelompok 54 bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mengajak dan menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah dengan konsep 3R dan\u00a0ecobrick, di sekolah SMAN 1 Carenang, Kecamatan Carenang Kabupaten Serang, Senin (27\/5\/2024). Kegiatan ini dalam upaya menungkatkan kesadaran lingkungan di generasi muda.\u200b Apalagi permasalahan sampah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25465,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":{"0":"post-25464","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-peristiwa"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25464"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25464\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25466,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25464\/revisions\/25466"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25465"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}