{"id":3154,"date":"2016-05-31T17:36:23","date_gmt":"2016-05-31T10:36:23","guid":{"rendered":"http:\/\/bukabantennews.com\/?p=3154"},"modified":"2016-05-31T17:36:23","modified_gmt":"2016-05-31T10:36:23","slug":"adhyaksa-dault-kagum-pancasila-disampaikan-lewat-meme-dan-video","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/adhyaksa-dault-kagum-pancasila-disampaikan-lewat-meme-dan-video\/","title":{"rendered":"Adhyaksa Dault Kagum Pancasila Disampaikan Lewat Meme dan Video"},"content":{"rendered":"<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13883\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13882\"><strong>BBC, Jakarta &#8211;\u00a0<\/strong> Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, kak Adhyaksa Dault mengatakan nilai-nilai Pancasila bisa disampaikan melalui media apapun. Generasi muda bisa menyampaikannya lewat, video, foto, poster dan meme, untuk kemudian disebarluaskan di media sosial, dan ini tidak hanya menjangkau Indonesia, tetapi dunia<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13886\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13885\">\u201cGenerasi sekarang tetap butuh diberikan ceramah, namun yang harus kita sadari juga, mereka generasi sekarang adalah generasi yang mempunyai kemampuan luar biasa menyampaikan pesan lewat foto, meme, video dan poster, ini harus kita apresiasi dan dorong terus,\u201d ujar \u00a0Kak Adhyaksa Dault di Jakarta, 31\/5\/2016).<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13889\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13888\">Kak Adhyaksa Dault menyampaikan pengalamannya saat mencanangkan Gerakan Aksi Untuk Lingkungan (GAUL) bersama Pramuka pada Minggu kemarin (29\/05). Acara ini dihadiri 1000 orang anggota pramuka dari penggalang, penegak, dan pandega serta kakak pembina.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13892\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13891\">\u201cSaya banyak di mention dan dikirimkan lewat wa oleh anak-anak muda, mereka mengirimkan foto, video, poster yang memuat pesan-pesan Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan sosial, sadar lingkungan, dll. Ini era setiap anak muda mampu menyampaikan pesan dengan cara mereka,\u201d jelas Kak Adhyaksa Dault<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13895\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13894\">Kak Adhyaksa Dault menambahkan Kwarnas Gerakan Pramuka fokus dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Bulan Oktober tahun 2015 lalu, Kwarnas Gerakan pramuka mengadakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta dengan tema \u201cPancasila dan Kita.\u201d<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13898\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13897\">Saat itu ditampilkan foto-foto terbaik karya anak Pramuka, video-video dan monolog Cut Nyak Dien yang dibawakan artis peran Ine Febriyanti dan puisi dibawakan pemain teater senior, Sari Madjid, keduanya merupakan Andalan Nasional Gerakan Pramuka. Hadir saat itu mantan Wakil Presiden RI Jendral Tri Sutrisno dan istri, sertapuluhan tokoh dari berbagai macam latar belakang.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13901\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464687154910_13900\">\u201cPancasila tidak harus disampaikan lewat radio saja, melainkan dapat diutarakan melalui puisi, lagu, monolog, dan bahasa foto, Indonesia beruntung punya banyak anak-anak muda kreatif. Hal yang terpenting, Pancasila itu harus direalisasikan dalam kehidupan sehari hari, karena Pancasila harus menjadi diri kita sendiri,\u201d ujar \u00a0Kak Adhyaksa Dault ketika itu.\u200e (1-1)<br \/>\n<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Jakarta &#8211;\u00a0 Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, kak Adhyaksa Dault mengatakan nilai-nilai Pancasila bisa disampaikan melalui media apapun. Generasi muda bisa menyampaikannya lewat, video, foto, poster dan meme, untuk kemudian disebarluaskan di media sosial, dan ini tidak hanya menjangkau Indonesia, tetapi dunia \u201cGenerasi sekarang tetap butuh diberikan ceramah, namun yang harus kita sadari juga, mereka [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":{"0":"post-3154","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-peristiwa"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3154","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3154"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3154\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3154"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3154"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3154"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}