{"id":3178,"date":"2016-06-02T16:51:20","date_gmt":"2016-06-02T09:51:20","guid":{"rendered":"http:\/\/bukabantennews.com\/?p=3178"},"modified":"2016-06-02T16:51:20","modified_gmt":"2016-06-02T09:51:20","slug":"biro-humas-banten-kembangkan-jurnalisme-inspiratif-melalui-buku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/biro-humas-banten-kembangkan-jurnalisme-inspiratif-melalui-buku\/","title":{"rendered":"Biro Humas Banten Kembangkan Jurnalisme Inspiratif melalui Buku"},"content":{"rendered":"<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15043\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><b id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15042\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15041\">\u00a0<\/span><\/b><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15049\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15048\"><strong>BBC, Serang &#8211;<\/strong> Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISI) Universitas Serang Raya Abdul Malik\u00a0<span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15050\">mengajak untuk mengembangkan Jurnalisme Inspiratif dengan mengasah akal dan nurani. Hal tersebut dikatakan Abdul Malik saat menjadi narasumber bedah buku <\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15048\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15050\">\u201cJurnalistik Insipartif\u201d karya Aries Ismail yang digelar Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten, di Aula Kampus Universitas Serang Raya (Unsera) di\u00a0 kawasan \u00a0Taktakan, Kota Serang, Kamis, 2\/6\/2016. Bedah Buku karya salah satu staf Biro Humas ini dibuka oleh Asda III Banten Widodo Hadi.<\/span><\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15053\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15052\">Menurut Malik, saat ini media massa terutama para jurnalis, akademisi, penulis buku harus menjadi agen perubahan sosial.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15055\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15054\">\u201cJurnalisme Inspiratif, tidak mengeksploitasi kelemahan seseorang, akan tetapi mengungkapkan kekuatan di balik kelemahan. Selain itu, selalu mengaitkan informasi apapun dengan kepentingan masyarakat,\u201d ujarnya.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15057\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15056\">Malik mengatakan, kualitas jurnalistik ditentukan oleh kemampuan jurnalis dalam mengerahkan kapasitas intelektual dan hati nurani. Jurnalistik adalah untuk manusia dan kemanusiaan.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15061\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\">\u201cMaka dari itu,\u00a0<span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15058\">jurnalis harus terjun langsung kelapangan, agar dia memiliki empati dan akhirnya bisa menulis yg mengedukasi, karena menulis inspiratif itu harus didasari kesadaran penulisnya, karenan akan memiliki nilai keabadian,\u201d jelasnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15060\">Realitasnya, tambah Malik, media massa baik cetak maupun elektronik sering terjebak oleh politik praktis, ekonomi politik media dan berfikir bagaimana mengelola bisnis sebaik-baiknya, sehingga jebakan ini menyebabkan karya jurnalistik tidak mencapai tujuannya yaitu kemandirian publik sekalipun hasil karya tersebut akurat dan menarik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15063\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\">\u201c<span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15062\">Kekecewaan masyarakat terhadap keberadaan media masa tidak bisa dibantahkan. Fenomena ini tidak hanya terjdi pada media nasional tapi juga di daerah. Tetapi saya melihat, ketika muncul sebuah buku Jurnalisitk Inspiratif ini, penulis ingin mengungkapkan bahwa media lokal terutama di banten masih mempunyai harapan bagimana mengajak pembaca untuk melakukan hal-hal yang memotifasi dan positif bagi masyarakat melalui tulisan yang menginspirasi,\u201d tandasnya.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15067\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15064\">\u201cSaya berharap penulis tidak hanya berhenti disini tetapi menjadi pemotifasi dan mendorong kepada media-media untuk menulis jurnalisme inspiratif,\u201d tambahnya.<\/span><\/p>\n<p class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15068\">Sementara itu, wartawan senior banten Adam Adhari\u00a0<\/span><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15066\">berbagi tips dan pengalamannya selama menjadi jurnalis. Ia mengajak kepada jurnalis sekarang ini untuk tidak\u00a0 hanya menunggu bola atau menunggu inspirasi untuk menulis. Tapi, seorang jurnalis harus mampu menjemput bola dengan menulis ide apapun, saat ide tersebut terbersit di benak jurnalis.\u00a0<\/span><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15069\">\u00a0\u201cJurnalis\u00a0sangat berperan dalam mengedukasi pembaca, tulisannya bisa memberikan pesan positif kepada masyarakat dan ini memang sudah menjadi kewajiban bagi media massa,\u201d ucap Adam<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15071\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15070\">Menurutnya, setiap\u00a0 media massa di banten memilik konten dan rubrik tersendiri dalam memberikan inspirasi kepada pembacanya. \u00a0<\/span><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15072\">\u201cRubrik tersebut\u00a0memberikan pesan positif kepada masyarakat,\u201d singkatnya.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15074\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15073\">Secara terpisah, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten Deden Aprihandi menjelaskan, ada beberapa poin penting yang ingin disampaikan Aries Ismail selaku penulis buku \u2018Jurnalis Inspiratif\u2019 yaitu potret masyarrakat berprestasi merupakan cerminan dari masyarakat yang mandiri, berkarakter dan berdaya saing. Dengan segenap kerja keras, ketekunan, optimisme, keuletan dan dukungan dari berbagai pihak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15076\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15075\">\u201cMasyarakat yang berprestasi sebagai dasar dalama buku ini, mampu memenuhi harapan sosial tentang kesejahteraan. Perubahan kearah yang lebih baik secara ekonomi, sosial dan buday,\u201d kata Deden.<\/span><\/p>\n<p id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15078\" class=\"yiv5043744076MsoNormal\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15077\">Menurut Deden, \u00a0melalui tulisan yang kreatif dari seorang jurnalis tentang masyarakat berprestasi, pers secara langsung telah memberikan masukan tentang program pemberdayan dan pengembangan masyarakat yang bisa menjadi masukan dalam program kerja pemerintah.<\/span><\/p>\n<div id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15080\"><span id=\"yui_3_16_0_ym19_1_1464854084453_15079\">\u201cKita akan terus kembangkan pola kemitraan antara pemerintah daerah dan pers dalam peningkatan sumber daya masyarakat untuk kemajuan daerah,\u201d tambah Deden. (1-1\/ Humas)<br \/>\n<\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 BBC, Serang &#8211; Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISI) Universitas Serang Raya Abdul Malik\u00a0mengajak untuk mengembangkan Jurnalisme Inspiratif dengan mengasah akal dan nurani. Hal tersebut dikatakan Abdul Malik saat menjadi narasumber bedah buku \u201cJurnalistik Insipartif\u201d karya Aries Ismail yang digelar Biro Humas dan Protokol Pemprov Banten, di Aula Kampus Universitas Serang Raya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":{"0":"post-3178","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-serang"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3178"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3178\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}