{"id":33580,"date":"2025-12-09T00:20:35","date_gmt":"2025-12-09T00:20:35","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=33580"},"modified":"2025-12-09T00:47:10","modified_gmt":"2025-12-09T00:47:10","slug":"bergerak-bersama-peduli-bencana-jne-gratiskan-ongkir-bantuan-ke-aceh-sumbar-sumut-dan-sekitarnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/bergerak-bersama-peduli-bencana-jne-gratiskan-ongkir-bantuan-ke-aceh-sumbar-sumut-dan-sekitarnya\/","title":{"rendered":"Bergerak Bersama Peduli Bencana, JNE Gratiskan Ongkir Bantuan ke Aceh, Sumbar, Sumut, dan Sekitarnya"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><b>BBC, Jakarta &#8211; <\/b><\/strong>JNE mengajak seluruh masyarakat untuk <em><i>Bergerak Bersama<\/i><\/em>\u00a0membantu saudara \u2013 saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan wilayah sekitar. Sebagai wujud kepedulian, JNE membuka layanan <strong><b>gratis ongkos kirim (ongkir)<\/b><\/strong>\u00a0untuk pengiriman bantuan bagi korban banjir dan tanah longsor di daerah tersebut. Program ini berlangsung pada <strong><b>1\u201310 Desember 2025<\/b><\/strong>\u00a0dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dari berbagai kota di Indonesia.<\/p>\n<p>Pengiriman bantuan dapat dilakukan melalui Kantor Perwakilan dan Kantor Cabang Utama JNE di masing-masing daerah, lokasi kantor cabang utama terdekat dapat dilihat melalui laman <a href=\"https:\/\/www.jne.co.id\/hubungi-kami\"><u>https:\/\/www.jne.co.id\/hubungi-kami<\/u><\/a>, atau melalui sosial media resmi JNE di Instagram JNE_ID. Barang bantuan yang dapat dikirim meliputi perlengkapan bayi, perlengkapan ibu menyusui, obat-obatan, sembako, peralatan mandi, pakaian layak pakai, alas tidur, dan selimut dengan batas maksimal berat paket 10 kilogram per kiriman bantuan. Sementara itu, makanan basah, mudah busuk, serta barang cair tidak termasuk dalam ketentuan program. Bantuan akan disalurkan melalui Posko JNE wilayah Aceh, Sumut, dan Sumbar bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan setempat.<\/p>\n<p>Presiden Direktur JNE, <strong><b>M. Feriadi Soeprapto,<\/b><\/strong>\u00a0menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir dalam berbagai upaya dan inisiatif kemanusiaan di berbagai daerah. \u201cSejak berdiri, JNE berpegang pada nilai-nilai <strong><b>Berbagi, Memberi, dan Menyantuni <\/b><\/strong>dengan semangat <em><i>Connecting Happiness<\/i><\/em>. Nilai inilah yang melatarbelakangi ajakan kami untuk Bergerak Bersama membantu para korban. Kami ingin memastikan masyarakat dapat menyalurkan bantuan dengan lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran. Harapan kami, layanan gratis ongkir ini dapat mendorong semakin banyak pihak untuk turun tangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan pentingnya kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam mendukung penanganan bencana. \u201cKami mengajak semua pihak untuk Bergerak Bersama. Setiap bantuan yang dikirimkan adalah wujud kepedulian yang sangat berarti bagi saudara \u2013 saudara kita yang terdampak. JNE siap menjadi jembatan agar bantuan dapat sampai dengan tepat ke posko-posko kemanusiaan,\u201d kata Feriadi.<\/p>\n<p>JNE juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan keselamatan dan kekuatan bagi warga terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar. \u201cSemoga saudara-saudara kita diberikan ketabahan dan perlindungan dalam menghadapi situasi ini. JNE akan terus berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat kapan pun dibutuhkan,\u201d ujarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; BBC, Jakarta &#8211; JNE mengajak seluruh masyarakat untuk Bergerak Bersama\u00a0membantu saudara \u2013 saudara kita yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan wilayah sekitar. Sebagai wujud kepedulian, JNE membuka layanan gratis ongkos kirim (ongkir)\u00a0untuk pengiriman bantuan bagi korban banjir dan tanah longsor di daerah tersebut. Program ini berlangsung pada 1\u201310 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33581,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":{"0":"post-33580","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-nasional"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33580","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33580"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33580\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33582,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33580\/revisions\/33582"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33581"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33580"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33580"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33580"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}