{"id":3488,"date":"2016-09-05T22:06:26","date_gmt":"2016-09-05T15:06:26","guid":{"rendered":"http:\/\/bukabantennews.com\/?p=3488"},"modified":"2016-09-05T22:06:26","modified_gmt":"2016-09-05T15:06:26","slug":"kemitraan-kepsek-dan-guru-kunci-mutu-pembelajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/kemitraan-kepsek-dan-guru-kunci-mutu-pembelajaran\/","title":{"rendered":"Kemitraan Kepsek dan Guru Kunci Mutu Pembelajaran"},"content":{"rendered":"<p>BBC, Tangerang &#8211; Kemitraan antara guru dengan kepala sekolah itu perlu untuk keberhasilan manajemen sekolah, terutama peningkatan mutu pembelajaran. Tidak hanya itu, pengawas dan komite sekolah juga dituntut untuk menjadi mitra kerja guru dan kepala sekolah. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Teteng Junara, \u00a0saat membuka secara resmi pelatihan sekolah tingkat SD\/MI untuk manajemen sekolah modul III \u00a0di Tangerang, Senin, 5\/9\/2016.<\/p>\n<p>Teteng juga mengapresiasi upaya USAID PRIORITAS untuk melaksanakan pelatihan manajemen sekolah bagi para guru, kepala sekolah, komite dan pengawas. \u201cSaya menyambut baik peran USAID PRIORITAS dalam membuat perubahan pendidikan, seperti misalnya budaya baca di sekolah. Sebagai seorang penulis, saya berharap bapak-ibu di sini dapat menumbuhkan minat baca di sekolah kita masing-masing,\u201d tegas Teteng di hadapan puluhan peserta yang berasal dari dua kecamatan yakni Kecamatan Tigaraksa dan Kecamatan Cikupa.<\/p>\n<p>Koordinator penyelenggara Desy Mulyana mengatakan bahwa pelatihan selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru, kepala sekolah, pengawas dan komite sekolah dalam mengelola sekolah yang lebih baik. Dia berkata, \u201cPelatihan manajemen sekolah sudah berlangsung selama tiga putaran. Di modul tiga ini, pelatihan menekankan pada pengelolaan budaya baca seperti ketrampilan menyimak.\u201d kata Desy seraya menambahkan bahwa keberhasilan manajamen sekolah memerlukan semua pihak. \u201cPada pelatihan ini juga dilatihkan kapasitas kepala sekolah dalam melakukan penilaian kinerja (PK) guru dan kapasitas komite sekolah dalam mengelola fasilitas sekolah,\u201d imbuh Desy.<\/p>\n<p>Senada dingkapkan fasilitator pelatihan Ahmad Mardiyanto Prasetyo. Mnurutnya, identifikasi keberhasilan manajemen sekolah diperlihatkan dari kinerja kepala sekolah melakukan supervisi terhadap kinerja guru. \u201cKepala sekolah seharusnya dapat memberikan umpan balik yang positif kepada guru melalui supervisi informal,\u201d kata Ahmad. Lagi dia berkata, \u201cDi sini kami juga melatihkan kepala sekolah untuk memahami mekanisme penilaian kinerja (PK) guru dan cara menggunakan hasilnya. Guru jadi tahu bagaimana mengembangkan profesionalismenya,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Dalam acara tersebut diikuti aedikitnya 16 SD\/MI, \u00a0diantaranya, SDN Campaka 1, SDN Campaka 2, SDN Campaka 3, SDN Karangharja 1, SDN Karangharja 2, SDN Sodong 1, SDN Sodong 2, SDN Bugel, SDN Nagrak, SDN Kadungagung 2, SD Al-Istiqro, MI Al Husna, MI Syech Mubarok, MI Al Husein, MI Fathu Robani dan MIN Tigaraksa. Di akhir pelatihan, setiap sekolah akan membuat rencana tindaklanjut untuk memperkuat manajemen sekolah. (1-1)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Tangerang &#8211; Kemitraan antara guru dengan kepala sekolah itu perlu untuk keberhasilan manajemen sekolah, terutama peningkatan mutu pembelajaran. Tidak hanya itu, pengawas dan komite sekolah juga dituntut untuk menjadi mitra kerja guru dan kepala sekolah. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Teteng Junara, \u00a0saat membuka secara resmi pelatihan sekolah tingkat SD\/MI untuk manajemen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3486,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":{"0":"post-3488","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-tangerang"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3488"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3488\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}