{"id":35230,"date":"2026-04-22T01:23:30","date_gmt":"2026-04-22T01:23:30","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=35230"},"modified":"2026-04-22T01:24:20","modified_gmt":"2026-04-22T01:24:20","slug":"gerakan-tanam-jagung-di-banten-didorong-untuk-bantu-ketahanan-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/gerakan-tanam-jagung-di-banten-didorong-untuk-bantu-ketahanan-pangan\/","title":{"rendered":"Gerakan Tanam Jagung di Banten Didorong untuk Bantu Ketahanan Pangan"},"content":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211;\u00a0Gubernur Andra Soni mencanangkan gerakan menanam jagung di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak untuk para kelompok tani di daerah. Pencanangan ini dilakukan agar Provinsi Banten menjadi daerah swasembada jagung dan menjadi produsen utama jagung nasional.<\/p>\n<p>\u201cDengan dukungan segenap pihak, kita melakukan pencanangan tanam jagung untuk lahan seluas 10 hektare. Bibit bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten,&#8221; kata Andra Soni pada acara Gerakan Tanam Jagung Hibrida Poktan Mekarjaya, Desa Mekarsari, Kecamatan Maja, Selasa 21 April 2026.<\/p>\n<p>Ia berharap, melalui pencanangan penanaman jagung ini, suatu saat nanti Banten bisa menjadi sentra jagung. Minimal untuk kebutuhan industri dan pertanian di daerah sendiri. Karena menurut Andra Soni, kebutuhan jagung masih sangat besar dibutuhkan di pasaran.<\/p>\n<p>\u201cMinimal untuk kebutuhan sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Provinsi Banten juga menurutnya harus memperkuat pertanian maupun peternakan untuk memasok kebutuhan aglomerasi Jakarta. Kedekatan jarak Banten dengan wilayah aglomerasi bisa memangkas biaya angkutan atau logistik, sehingga bisa menjadi daya saing produk pertanian dan peternakan.<\/p>\n<p>\u201cKalau menjadi pemasok produk ke daerah aglomerasi, secara jarak dan biaya logistik kita diuntungkan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga berpesan pada petani untuk menanam dengan baik dan merawat dengan baik setiap kebun jagung. Sehingga, hasil panennya juga baik. \u201cKalau menanam dengan baik, Insya Allah hasil panennya baik,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>\u201cApresiasi atas pemanfaatan lahan kosong untuk tanam jagung dan pangan lainnya. Terima kasih kepada pemilik lahan yang telah memberikan izin lahannya untuk digunakan. Terima kasih kepada Polda Banten yang menggugah kita untuk tanam jagung,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Andra Soni melanjutkan, Pemprov Banten akan berkoordinasi dengan Bupati, Wali Kota, serta para pengembang atau developer untuk pemanfaatan lahan-lahan kosong. \u201cYang bisa dikerjasamakan untuk dimanfaatkan dalam mendukung program Ketahanan Pangan Bapak Presiden Prabowo Subianto,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Seperti dijelaskan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten Nasir, pemerintah daerah akan terus meningkatkan kontribusi nasional untuk ketahanan pangan termasuk wilayah Banten.<\/p>\n<p>\u201cBukan saja padi, tetapi termasuk juga jagung. Provinsi Banten juga mulai mengembangkan tebu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Provinsi Banten sendiri saat ini ada 14 pabrik pakan ternak yang membutuhkan 4.000 ton jagung per hari. Didukung oleh Kementerian Pertanian, Pemprov Banten bersama petani dan para pihak akan mengembangkan 9.000 hektare lahan kosong untuk ditanami jagung.<\/p>\n<p>\u201cTarget produksi yang kita harapkan 52.000 ton jagung pipil kering,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Seperti diungkap Ketua Kelompok Tani Mekarjaya Dimas Fahmi Sidqi, luas lahan tanam oleh kelompoknya mencapai 20 hektare. Pemanfaatan lahan pengembang untuk tanaman pangan sudah dilakukan sejak tahun 2017.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211;\u00a0Gubernur Andra Soni mencanangkan gerakan menanam jagung di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak untuk para kelompok tani di daerah. Pencanangan ini dilakukan agar Provinsi Banten menjadi daerah swasembada jagung dan menjadi produsen utama jagung nasional. \u201cDengan dukungan segenap pihak, kita melakukan pencanangan tanam jagung untuk lahan seluas 10 hektare. Bibit bantuan dari Pemerintah Provinsi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35231,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":{"0":"post-35230","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-banten"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35230"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35230\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35232,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35230\/revisions\/35232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}