{"id":35248,"date":"2026-04-22T12:14:19","date_gmt":"2026-04-22T12:14:19","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=35248"},"modified":"2026-04-22T12:15:09","modified_gmt":"2026-04-22T12:15:09","slug":"bgn-suspend-sebanyak-20-sppg-di-banten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/bgn-suspend-sebanyak-20-sppg-di-banten\/","title":{"rendered":"BGN Suspend Sebanyak 20 SPPG di Banten"},"content":{"rendered":"<p>BBC, Serang -Direktur Wilayah II Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN Albertus Dony Dewantoro mengungkapkan, pihaknya telah menindak pelanggaran di lapangan secara tegas. Bahkan 20 SPPT di Banten telah disuspend.<\/p>\n<p>\u201cSekitar 20 SPPG di wilayah Banten telah kami suspend karena tidak memenuhi standar,\u201d ujar Dony disela Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Hotel Aston Serang, Rabu 22 April 2026.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, pelanggaran umumnya terkait sanitasi dapur, tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). &#8220;Serta kualitas makanan yang tidak layak,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Letnan Jenderal TNI Purnawirawa. Dadang Hendrayudha menegaskan, keberhasilan MBG sangat bergantung pada pengawasan ketat yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan di daerah.<\/p>\n<p>\u201cKami meminta Gubernur, Bupati, Wali Kota, seluruh unsur Forkopimda hingga satgas untuk bersama-sama mengawasi pelaksanaan program ini di lapangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dadang menjelaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan secara administratif, tetapi juga menyentuh seluruh rantai proses, mulai dari dapur produksi hingga distribusi ke sekolah. Untuk itu, BGN mendorong pemerintah daerah Kabupaten\/Kota untuk membangun sistem pemantauan berbasis digital.<\/p>\n<p>\u201cSalah satu bentuk penguatan pengawasan adalah melalui platform digital. Dengan sistem itu, kepala daerah bisa memantau langsung jumlah dapur, penerima manfaat, hingga menu harian hanya melalui telepon genggam,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Ia menilai, digitalisasi akan meningkatkan transparansi dan mempercepat respons terhadap potensi permasalahan di lapangan.<\/p>\n<p>Selain itu, Dadang menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi lokal melalui rantai pasok daerah. Menurutnya, bahan baku program MBG harus bersumber dari potensi lokal agar memberi dampak langsung bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap rantai pasok di daerah bisa terpenuhi dari peternakan, perikanan, dan sektor lokal lainnya, sehingga petani dan pelaku usaha ikut merasakan manfaat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Dikatakan Dadang, BGN juga menetapkan standar ketat terhadap operasional dapur, mulai dari higienitas, kualitas gizi, hingga manajemen waktu produksi. Setiap mitra wajib memenuhi standar tersebut, dengan mekanisme sanksi bertahap bagi pelanggaran.<\/p>\n<p>\u201cSetiap pelanggaran akan kami tindak. Mulai dari peringatan hingga penutupan operasional jika tidak ada perbaikan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Dadang menegaskan bahwa program MBG berorientasi pada kualitas gizi, bukan sekadar memberikan rasa kenyang.<\/p>\n<p>\u201cYang kita kejar bukan makan kenyang, tapi makan bergizi. Komposisinya harus jelas, prosesnya benar, dan dapurnya higienis,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>BGN juga mensyaratkan keterlibatan tenaga profesional seperti koki atau chef dalam penyusunan menu, serta mendorong peran aktif seluruh sekolah dalam memberikan rekomendasi terhadap kualitas makanan.<\/p>\n<p>\u201cKami minta sekolah ikut mengawasi. Jika ada menu yang tidak layak, segera berikan rekomendasi kepada kami,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang -Direktur Wilayah II Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN Albertus Dony Dewantoro mengungkapkan, pihaknya telah menindak pelanggaran di lapangan secara tegas. Bahkan 20 SPPT di Banten telah disuspend. \u201cSekitar 20 SPPG di wilayah Banten telah kami suspend karena tidak memenuhi standar,\u201d ujar Dony disela Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program MBG bersama Badan Gizi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35251,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":{"0":"post-35248","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-banten"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35248","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35248"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35248\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35250,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35248\/revisions\/35250"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35248"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35248"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35248"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}