{"id":35901,"date":"2026-05-25T13:11:59","date_gmt":"2026-05-25T13:11:59","guid":{"rendered":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/?p=35901"},"modified":"2026-05-25T13:16:10","modified_gmt":"2026-05-25T13:16:10","slug":"mardiono-membuka-muscab-serentak-ppp-se-provinsi-banten","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/mardiono-membuka-muscab-serentak-ppp-se-provinsi-banten\/","title":{"rendered":"Mardiono Membuka Muscab Serentak PPP se-Provinsi Banten"},"content":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211; Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono membuka Musyawarah Cabang (Muscab) serentak PPP se-Provinsi Banten Tahun 2026 di Kota Serang, Senin 25 Mei 2026.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Mardiono menyatakan, partainya terus hadir untuk memperjuangkan kepentingan umat. Mardiono menekankan PPP merupakan partai yang didirikan oleh para ulama dengan tujuan memperjuangkan kepentingan umat dan membangun kehidupan bangsa yang lebih baik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cUmat harus kita lindungi dan perjuangkan. Oleh karena itu PPP hadir, didirikan oleh ulama untuk memperjuangkan umat, bukan kepentingan kelompok dan pribadi,\u201d ujar Mardiono.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mardiono juga meminta seluruh kader PPP menjadi politisi yang handal dan memahami makna perjuangan politik yang sesungguhnya, yakni bekerja bersama demi kepentingan masyarakat luas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKader PPP harus menjadi politisi yang handal. Bukan untuk kepentingan personal, tetapi berjamaah memperjuangkan umat. Berjuang membangun kehidupan sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad Rasulullah SAW,\u201d ucap Mardiono.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Mardiono, politik tidak boleh hanya dipandang sebagai sarana mencari keuntungan pribadi maupun perebutan fasilitas kekuasaan. Kata Mardiono, perjuangan politik harus diarahkan untuk menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat dan mewujudkan cita-cita bangsa.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKalau jadi politisi harus tahu makna perjuangan, bukan untuk rebutan iuran fraksi, dana banpol, atau pundi-pundi pribadi, tetapi harus berkelompok memperjuangkan umat agar negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,\u201dkatanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mardiono menyampaikan, Muscab serentak PPP di Banten merupakan bagian dari konsolidasi partai setelah pelaksanaan Muktamar dan Musyawarah Wilayah (Muswil).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah Muscab selesai, PPP juga akan melanjutkan proses organisasi hingga tingkat kecamatan melalui Musyawarah Anak Cabang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cIni merupakan agenda lanjutan setelah Muktamar dan Muswil untuk menjalankan amanat konstitusi partai sekaligus mempersiapkan PPP menghadapi Pemilu 2029,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua DPW PPP Banten Neng Julaiha mengapresiasi kepada Mardiono yang terus berkeliling Indonesia untuk membuka Muscab sebagai bagian dari pelaksanaan konstitusi partai. Menurutnya, PPP Banten optimistis dapat meningkatkan kembali perolehan suara pada Pemilu mendatang dan mengembalikan prestasi politik PPP di Provinsi Banten.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cTarget kita tentu ingin mengembalikan perolehan suara semaksimal mungkin sehingga bisa kembali menorehkan prestasi menjadi pimpinan DPRD. Kami sangat optimistis,\u201d ujar Neng Julaiha. (1-2).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211; Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono membuka Musyawarah Cabang (Muscab) serentak PPP se-Provinsi Banten Tahun 2026 di Kota Serang, Senin 25 Mei 2026. &nbsp; Dalam kesempatan itu, Mardiono menyatakan, partainya terus hadir untuk memperjuangkan kepentingan umat. Mardiono menekankan PPP merupakan partai yang didirikan oleh para ulama dengan tujuan memperjuangkan kepentingan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35902,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[5,6,10],"tags":[],"class_list":{"0":"post-35901","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-banten","8":"category-politik","9":"category-serang"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35901","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35901"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35901\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35907,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35901\/revisions\/35907"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media\/35902"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}