{"id":3672,"date":"2016-11-01T16:41:10","date_gmt":"2016-11-01T09:41:10","guid":{"rendered":"http:\/\/bukabantennews.com\/?p=3672"},"modified":"2016-11-01T16:41:10","modified_gmt":"2016-11-01T09:41:10","slug":"dprd-yakini-pemisahan-dinas-perempuan-dan-anak-bisa-terealisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/dprd-yakini-pemisahan-dinas-perempuan-dan-anak-bisa-terealisasi\/","title":{"rendered":"DPRD Yakini Pemisahan Dinas Perempuan dan Anak Bisa Terealisasi"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\" style=\"overflow-wrap: break-word; color: #000000; font-size: medium; font-variant-ligatures: normal; line-height: normal; orphans: 2; widows: 2; font-family: sans-serif;\">BBC, Serang &#8211; Wakil ketua DPRD Banten Nuraeni optimis dinas perempuan dan anak menjadi dinas tersendiri dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa saat ini. Alasannya keinginan pemisahan dinas\/badan perempuan dan anak menjadi tersendiri sudah\u00a0 mendapatkan lampu hijau dari kementrian dalam negeri.\u00a0<br style=\"overflow-wrap: break-word;\" \/>&#8220;Kami terus berupaya dalam pembaasan Pansus SOTK untuk bisa memisahkan dinas perempuan dan anak tersendiri dan terpisah dsri BPPMD. Dan pihak mendagri audah menyerahkan persoalan itu ke DPRD dalam pembahasannya,&#8221;ungkap Nuraeni saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 1\/11\/2016.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"overflow-wrap: break-word; color: #000000; font-size: medium; font-variant-ligatures: normal; line-height: normal; orphans: 2; widows: 2; font-family: sans-serif;\">Menurut Nuraeni, pemisahan Dinas tersendiri perlu dilakukan untuk memaksimalkan penanganan persoalan perempuan dan anak di Banten. Apalagi persoalan kekerasan perempuan dan anak di Banten tergolong tinggi.<br style=\"overflow-wrap: break-word;\" \/>&#8220;Ini juga melihat benerapa dserah yang sudah memisahkan dinas ini tersendiri. Hanya tinggal Banten saja yang masih menyatu dengan dinas yang lain,&#8221; katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"overflow-wrap: break-word; color: #000000; font-size: medium; font-variant-ligatures: normal; line-height: normal; orphans: 2; widows: 2; font-family: sans-serif;\">Sementara ketika ditanya perihal akan membicarakan persoalan tersebut dengan Plt Gubernur, Nuraeni mengaku pihaknya akan terus melakukan bernagai upaya untuk merealisasikan keinginan tersebut. Karena ini menjadi keinginan para anggota dewan yang lain, terutama para anggota dewan yang perempuan.\u00a0<br style=\"overflow-wrap: break-word;\" \/>&#8220;Kami yakin pansus akan merealisasikan keinginan bersama ini. Makanya komunikasi dengan ekskeutif, dan\u00a0 di pansus juga akan terus dikawal,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\" style=\"overflow-wrap: break-word; color: #000000; font-size: medium; font-variant-ligatures: normal; line-height: normal; orphans: 2; widows: 2; font-family: sans-serif;\">Senada diungkapkan wakil ketua DPRD Banten lainnya Muflikhah. Menurutnya kwinginan mewujudkan dinas\/ badan perempuan dan anak terpisah menjadi harga mati. Karena ini untuk memfokuskan penamganan terhadap kasus kasus perempuan dan anak.\u00a0<br style=\"overflow-wrap: break-word;\" \/>&#8220;Pokoknya kami para peremouan itu mendorong dinas\/ badan yang menangani persoalab perempuab dan anak itu sendiri. Mudah-mudahan ini direstui srmua pihak,&#8221; tegas Muflikah. (1-1)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211; Wakil ketua DPRD Banten Nuraeni optimis dinas perempuan dan anak menjadi dinas tersendiri dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Desa saat ini. Alasannya keinginan pemisahan dinas\/badan perempuan dan anak menjadi tersendiri sudah\u00a0 mendapatkan lampu hijau dari kementrian dalam negeri.\u00a0&#8220;Kami terus berupaya dalam pembaasan Pansus SOTK untuk bisa memisahkan dinas perempuan dan anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2849,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":{"0":"post-3672","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-peristiwa"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3672"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3672\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}