{"id":5825,"date":"2017-10-25T17:13:27","date_gmt":"2017-10-25T10:13:27","guid":{"rendered":"http:\/\/bukabantennews.com\/?p=5825"},"modified":"2017-10-25T17:13:27","modified_gmt":"2017-10-25T10:13:27","slug":"persoalan-gizi-buruk-di-kota-serang-disebabkan-pola-asuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/persoalan-gizi-buruk-di-kota-serang-disebabkan-pola-asuh\/","title":{"rendered":"Persoalan Gizi Buruk di Kota Serang Disebabkan Pola Asuh"},"content":{"rendered":"<p><strong>BBC, Serang &#8211;<\/strong>\u00a0Kurangnya gizi pada balita di usia 5 tahun kebawah, banyak disebabkan oleh kemiskinan dan kesadaran pola asuh orang tua terhadap anak. Akibatnya banyak ditemukan balita di Kota Serang yang menderita gizi buruk.<\/p>\n<p>Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Eti Mulyati saat ditemui usai sosialisasi hasil bulanan penimbangan balita tingkat Kota Serang tahun 2017, di Rumah makan Sambara Kelapa Dua, Kota Serang. Rabu, 25\/10\/2017.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu Eti Mulyati \u00a0menyampaikan masyarakat di Kota Serang agar lebih meningkatkan lagi pola asuh orang tua terhadap asupan gizi anaknya. Upaya tersebut dilakukan dengan cara memanfaatkan lingkungan sekitar, seperti memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami sayur-sayuran, dan membuat perkarangan atau kandang ayam agar dapat memelihara ayam.<\/p>\n<p>&#8220;Sebenernya agar dapat memberikan asupan gizi yang baik itu mudah, dengan memanfaatkan lahan kosong untuk di tanami sayuran dan memelihara ayam agar dapat dipotong dan dikonsumsi sendri juga itu sangat membantu, serta buah buahan yang seperti kecapi dan lainya juga itu sudah cukup,&#8221; kata Kabid Kesmas Eti Mulyati kepada Bukabantennews.com.<\/p>\n<p>Adapun upaya yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Serang, kata Eti yakni dengan terus-menerus meningkatkan Gizi Balita yang berusia di bawah 5 tahun yang berada di Kota Serang pada umumnya.<\/p>\n<p>&#8220;Seperti yang di Kecamatan Kasemen saja gizi buruk dan gizi kurang masih tergolong banyak ada sekitar 33 Balita yang mengalami gangguan pada gizinya. Padahal sosialisasi dan berbagai upaya sudah dilakukan, namun kemiskinan dan kesadaran orang tua terhadap asupan Gizi anaknya masih kurang,&#8221; ungkap Eti.<\/p>\n<p>&#8220;Di kota Serang sepanjang tahun 2017 data Balita yang terkena gangguan pada gizinya mengalami penurunan dari 61 Balita menjadi 19 Balita, 9 diantaranya Balita terkena gizi murni dan 10 Balita terkena Gizi Penyerta atau Gizi buruk,&#8221; Imbuh Eti<\/p>\n<p>Menurutnya untuk mengurangi angka Balita yang terkena Gizi buruk di Kota Serang, bukan hanya tanggung jawab Dinkes. Melainkan perlu adanya kerja sama dengan Stakeholder yang lain, karena hal ini merupakan tanggung jawab bersama, muda mudahan dengan upaya yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, dapat mengurangi angka Balita yang terkena gizi buruk di Kota Serang,&#8221; punglas Eti. (1-1)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211;\u00a0Kurangnya gizi pada balita di usia 5 tahun kebawah, banyak disebabkan oleh kemiskinan dan kesadaran pola asuh orang tua terhadap anak. Akibatnya banyak ditemukan balita di Kota Serang yang menderita gizi buruk. Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Eti Mulyati saat ditemui usai sosialisasi hasil bulanan penimbangan balita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":{"0":"post-5825","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-banten"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5825"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5825\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}