{"id":6558,"date":"2017-12-13T17:57:30","date_gmt":"2017-12-13T10:57:30","guid":{"rendered":"http:\/\/bukabantennews.com\/?p=6558"},"modified":"2017-12-13T17:57:30","modified_gmt":"2017-12-13T10:57:30","slug":"bosda-minta-ditambah-dan-penyalurannya-tak-molor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/bosda-minta-ditambah-dan-penyalurannya-tak-molor\/","title":{"rendered":"Bosda Minta Ditambah dan Penyalurannya Tak Molor"},"content":{"rendered":"<p><strong>BBC, Serang<\/strong> &#8211; Kepala Sekola SMAN 1 Pabuaran Otori, meminta kepada Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi agar penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) agar jumlahnya ditambah dan disalurkan tepat waktu.<\/p>\n<p>&#8220;Karena operasional sekolah ditunjang dari BOSDa dan tidak mungkin memungut dari orang tua siswa, karena ada aturannya,&#8221; kata Otori saat ditemui usai kegiatan tersebut<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu Otori juga menjelaskan \u00a0ketidamampuan orang tua, membuat banyak siswa-siswi yang tidak sampai melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi (kuliah)<\/p>\n<p>&#8220;Padahal keinginan anak-anak untuk kuliah sangat tinggi, namun karena ketidakmampuan orang tua menjadi banyak anak yang pendidikanya hanya mampu sampai di tingkat SMA saja,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk di Kecamatan Pabuaran, kurang dari 10% yang anaknya sampai ke perguruan tinggi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Otori menyampaikan, walaupun sekolahnya termasuk kategori sekolah umum, tetapi di Direktorat ada sekolah unggulan, yang di dalamnya termasuk \u00a0sekolah unggulan prestasi dan lain sebaginya.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau sekolah kita unggulannya adalah sekolah wirausaha, dan kalau kepingin seperti itu ada syaratnya. Sekolah itu harus memiliki sertifikat A dan terakreditasi A siswanya yang sedikit harus melanjutkan. Sedangkan untuk sekolah SMAN 1 Pabuaran yang bisa melanjutkan hanya di bawah 10% dari dua ratus siswa yang lulus kurang 20 siswa yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Saya berharap kepada masyarakat harus mampuh mendorong anaknya untuk kuliah, apa lagi nanti kampusnya dekat,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa, Pemerintah Provinsi Banten sudah berencana akan menaikan anggaran untuk BOSDa Provinsi Banten dari Rp294 Miliar menjadi Rp400 Miliar.<\/p>\n<p>&#8220;Saya berharap dari anggaran Rp400 Miliar tersebut dapat digunakan untuk menunjang pelayanan pendidikan bagi sekolah tingkat SMA\/SMK di Banten,&#8221; ujar Andika<\/p>\n<p>&#8220;Tahun depan sudah dianggarkan untuk BOSDa sebesar Rp400 milyar, penyalurannya tidak boleh terlambat, karena BOSDa itu untuk menunjang pelayanan pendidikan di Banten, kami tidak mau SMA dan SMK dipungut biaya,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Andika mengungkapkan, salah satu bagian penting dari BOSDa tersebut adalah untuk peningkatan honor bagi sumber daya manusia (SDM) atau guru yang mengajar di SMA dan SMK di Banten.<\/p>\n<p>&#8220;Ada beberapa poin, salah satunya peningkatan honor guru dari BOSDa, pembangunan dan peningkatan kualitas pendidikan yang baik, masuk dalam RPJMD Banten 2017-2022, karena target kami masyarakat Banten bisa selesai SMA atau SMK,&#8221; tukas Andika. (1-2)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211; Kepala Sekola SMAN 1 Pabuaran Otori, meminta kepada Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi agar penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) agar jumlahnya ditambah dan disalurkan tepat waktu. &#8220;Karena operasional sekolah ditunjang dari BOSDa dan tidak mungkin memungut dari orang tua siswa, karena ada aturannya,&#8221; kata Otori saat ditemui usai kegiatan tersebut [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":{"0":"post-6558","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-banten"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6558","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6558"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6558\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6558"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6558"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6558"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}