{"id":7437,"date":"2018-04-21T23:25:47","date_gmt":"2018-04-21T16:25:47","guid":{"rendered":"http:\/\/bukabantennews.com\/?p=7437"},"modified":"2018-04-21T23:25:47","modified_gmt":"2018-04-21T16:25:47","slug":"suku-baduy-minta-para-wisatawan-yang-berkunjung-ke-baduy-dalam-agar-dapat-menjaga-kelestarian-dan-kebersihan-alamnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/suku-baduy-minta-para-wisatawan-yang-berkunjung-ke-baduy-dalam-agar-dapat-menjaga-kelestarian-dan-kebersihan-alamnya\/","title":{"rendered":"Suku Baduy Minta Para Wisatawan Yang Berkunjung Ke Baduy Dalam Agar Dapat Menjaga Kelestarian dan Kebersihan Alamnya"},"content":{"rendered":"<p><b>BBC, Serang &#8211;\u00a0<\/b>Banyaknya wisatawan dari luar Banten yang berkunjung ke tempat wisata Baduy Dalam, yang berada di\u00a0Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak dapat membawa pengaruh Posistif dan pengaruh Negativ. Demikian diungkapakan ketua kelompok warga Baduy Dalem Ayah Karmain saat ditemui di Pendopo Lama Gubernur Banten yang saat ini telah dijadikan musium Banten. Sabtu malam, 21\/4\/2018<\/p>\n<div dir=\"auto\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">&#8220;Yah namanya juga wisatawan pak, kalo yang berkunjung kesini tu ada yang bawa pengaruh positif seperti membeli hasil kerajinan warga dan hasil panen warga Baduy, namun yang Negativnya ada juga yang masih membuang sampah sembarangan dan ada juga yang tidak bisa menjaga sopan santun,&#8221; kata Karmain kepada Bukabantennews.com<\/span><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Ia juga menjelaskan bahwa, tahun ini yang ikut dalam kegiatan Seba Baduy, dari Baduy Dalam sebanyak 47 orang dimana, dari 47 orang tersebut sebagian besar didominasi oleh orang Dewasa.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Tahun ini yang ikut kesini dari warga Baduy Dalam sebanyak 47 orang kang, yang sebagian besar orang Dewasa tapi ada juga anak-anak,&#8221;ujarnya<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Mereka kita aja kesini biar tau, bagaimana cara menjaga keharmonisan dengan alam dan bagaimana cara menjaga keharmonisan dengan sesama manusia,&#8221;jelasnya<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Sementara itu, ditemui ditempat yang sama. Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan bahwa, kita sebagai masyarakat yang ada dijaman moderen seperti sekarang ini, harus dapat belajar dari cara hidup warga Baduy yang penuh dengan keharmonisan dan selalu berpegang teguh dengan adat istiadat yang diberikan dari para leluhurnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Saya merasa, bahwa kita semua perlu belajar dari cara mereka hidup. Seperti cara mereka memanfatkan Alam dan menjaga Alam untuk kepentingan keberlangsungan hidup sehari-hari,&#8221;ujarnya<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\n<div dir=\"auto\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">Maka dari itu, mereka sangat berpesan kepada para wisatawan agar dapat mampuh menjaga kebersihan dan kelestarian alam suku Baduy Dalam, agar tetap terjaga dan dapat dinikmati hingga anak cucunya.<\/span><\/div>\n<div dir=\"auto\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div dir=\"auto\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">&#8220;Dari kelestarian alamnya itu,\u00a0 dapat membuat para wisatawan Domestik dan wisatawan Mancanegara ingin berkunjung ke suku Baduy Dalam,&#8221; ujar Karmain<\/span><\/div>\n<div dir=\"auto\"><span style=\"font-family: sans-serif;\">\u00a0<\/span><\/div>\n<div dir=\"auto\">Adapun adanya keluhan dari warga Baduy terkait masih adanya wisatawan yang masih membuang sampah bukan pada tempatnya dan masih belum bisa menjaga sopan santun terhadap masyarakt Baduy, kita selaku masyarakat Banten harus mampuh memberikan contoh yang baik terhadap wisatawan dari luar Banten yang berkunjung ke Wisata Baduy Dalam.<span style=\"font-family: sans-serif;\"><br \/>\n<\/span><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;kalo wisatawan yang mau datang ke Baduy Dalam sih saya tidak melarang. Tapi tolong jaga kelestarian alam dan kebersihan lingkungan Desa Kanekes, agar keberlangsungan hidup warga Baduy Dalam terus terjaga,&#8221; jelasnya.<\/div>\n<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Maka kita selaku masyarakat Banten harus mampuh memberikan contoh yang baik terhadap wisatawan yang berkunjung ke Baduy dan harus bisa menjelaskan bagai mana cara beradaptasi dengan warga Baduy,&#8221;tuturnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Menurutnya, untuk menjaga wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata Baduy Dalam, maka pemerintah setempat harus ada regulasi yang mengatur kebersihan dan kelestarian alam warga Baduy.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Mereka berkunjung ke Baduy Dalam itukan ingin tau kulture yang ada di Baduy Dalam seperti apa dan kehidupanya seperti apa. Maka para wisatawan yang datang ke Baduy harus mampuh menjaga kebersihan dan kelestarian Alamnya,&#8221; tukas Irna. (1-2)<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BBC, Serang &#8211;\u00a0Banyaknya wisatawan dari luar Banten yang berkunjung ke tempat wisata Baduy Dalam, yang berada di\u00a0Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak dapat membawa pengaruh Posistif dan pengaruh Negativ. Demikian diungkapakan ketua kelompok warga Baduy Dalem Ayah Karmain saat ditemui di Pendopo Lama Gubernur Banten yang saat ini telah dijadikan musium Banten. Sabtu malam, 21\/4\/2018 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"om_disable_all_campaigns":false,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":{"0":"post-7437","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-serang"},"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7437"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7437\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bukabanten.co.id\/news\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}