Google search engine
Beranda blog

PLN Pastikan Sistem Keandalan Listrik saat Perayaan Iduladha di Banten

0

BBC, Serang – Cahaya Iduladha tak hanya terpancar dari semangat ibadah dan kebersamaan, tapi juga dari listrik yang andal di setiap rumah, masjid, dan ruang publik di seluruh penjuru Banten. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Banten memastikan kesiapan sistem kelistrikan guna mendukung kelancaran perayaan Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada pertengahan Juni 2025 ini.

General Manager PLN UID Banten, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa seluruh infrastruktur kelistrikan telah disiapkan secara optimal untuk memastikan pasokan listrik tetap aman, stabil, dan handal, termasuk pada sistem isolated di Pulau Panjang yang telah memiliki stok energi primer sebesar 8,71 Hari Operasi (HOP).

“Menjelang malam takbiran Idul Adha, kami terus memastikan sistem kelistrikan di Banten tetap andal dan berjalan lancar. Kami sudah siapkan langkah-langkah antisipasi agar masyarakat bisa beribadah dan merayakan hari besar ini tanpa khawatir soal listrik,” ujar Joharifin.

Guna menjamin keandalan listrik selama masa siaga Idul Adha, lebih dari 1.300 personel gabungan telah disiagakan—terdiri dari pegawai PLN, Tenaga Alih Daya (TAD), dan mitra kerja. Mereka akan bertugas di lapangan untuk memastikan sistem distribusi dan layanan pelanggan berjalan optimal, dibekali dengan 117 unit peralatan pendukung dan 197 kendaraan operasional yang tersebar di berbagai titik strategis.

Material cadang untuk keperluan penanganan gangguan pun tersedia dalam jumlah yang cukup guna menjamin respons cepat terhadap potensi gangguan teknis.

Tak hanya itu, sebanyak 64 Posko Siaga Distribusi dan 2 Posko Siaga Icon+ telah didirikan untuk memperkuat koordinasi dan kecepatan tanggap selama masa siaga berlangsung.

Momen Idul Adha menjadi waktu penting bagi masyarakat untuk bersilaturahmi dan beribadah secara khidmat. PLN UID Banten memprioritaskan keandalan listrik di 72 lokasi VVIP/VIP, yang meliputi kantor pemerintahan, masjid besar, pusat keramaian, bandara, pelabuhan, dan rest area.

Tak hanya menjaga penerangan, PLN juga menjawab kebutuhan masyarakat modern yang mulai beralih ke kendaraan listrik. Sebanyak 163 unit charger SPKLU telah disiagakan di 91 lokasi di seluruh wilayah Banten, memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar selama libur panjang. Masyarakat dapat dengan mudah menemukan SPKLU terdekat melalui aplikasi PLN Mobile.

Bagi PLN UID Banten, listrik bukan sekadar aliran energi, melainkan penggerak kehidupan dan pengikat kebersamaan. Dengan listrik yang andal, masyarakat bisa menyalakan lampu saat malam takbiran, mendengar takbir bergema dari pengeras suara masjid, hingga menyimpan makanan kurban dengan baik.

“PLN UID Banten berkomitmen penuh untuk menghadirkan layanan terbaik, menjaga kontinuitas pasokan listrik, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin beribadah, bersilaturahmi, maupun bepergian. Kami hadir tidak hanya sebagai penyedia energi, tetapi sebagai mitra masyarakat dalam merayakan hari suci dengan penuh kedamaian,” tutup Muhammad Joharifin.

Pemprov Banten Luncurkan Situs Infocorona

0

BBC, Serang – Pemerintah Provinsi Banten terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam memghadapi wabah Virus Corona (Covid-19). Salah satunya meluncurkan situs infocorona di https://infocorona.bantenprov.go.id/

Peluncuran situs ini dimaksudkan untuk mencegah kesimpangsiuran informasi Kesiapsiagaan Virus Corona (Covid-19) khususnya di Provinsi Banten.

Pada situs ini, pengunjung bisa mendapatkan informasi dan data terkait perkembangan Virus Corona (Covid-19) di Provinsi Banten mulai dari data Orang Dalam Pemantauan (ODP), data Pasien Dalam Pengawasan (PDP), data Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Provinsi Banten, dan data Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Provinsi Banten.

Pada menu dashboard pengunjung juga bisa mendapatkan berita dan video kesiapsiagaan Pemprov Banten terhadap Virus Corona (Covid-19), serta nomor kontak Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Banfen yang bisa dihubungi oleh masyarakat. (1-1)

Polda Jabar Hadirkan Sembilan Program Ketahanan Pangan

0

BBC, Serang – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI, Polda Jawa Barat menghadirkan sembilan inovasi ketahanan pangan yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan petani serta produktivitas komoditas jagung di berbagai wilayah Jawa Barat.

Program tersebut digagas melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan kelompok tani, perbankan pemerintah, koperasi, perusahaan, perguruan tinggi hingga instansi pengelola lahan negara. Melalui sinergi tersebut, Polda Jabar berupaya menghadirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari permodalan hingga pascapanen.

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad mengatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk institusi Polri.

“Polda Jawa Barat tidak hanya hadir sebagai penggerak, tetapi juga sebagai fasilitator yang mempertemukan berbagai pihak untuk membantu petani meningkatkan hasil produksi sekaligus kesejahteraannya,” kata Fadly Samad didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Selasa, 9 Juni 2026.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah kerja sama Kredit Usaha Rakyat (KUR) Himbara bagi petani binaan Polda Jabar. Program ini memberikan kemudahan akses pembiayaan modal usaha melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), sehingga petani memiliki dukungan modal yang lebih kuat dalam mengembangkan usaha pertaniannya.

Selain itu, Polda Jabar juga menghadirkan program Primkoppol Peduli Bunga 0 Persen, yakni bantuan permodalan melalui koperasi Polri dengan skema pinjaman tanpa agunan dan tanpa bunga. Program ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pinjaman berbunga tinggi yang berpotensi membebani usaha mereka.

“Kami ingin memastikan petani mendapatkan akses permodalan yang mudah, aman, dan tidak memberatkan. Dengan demikian mereka bisa fokus meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Fadly.

Inovasi berikutnya adalah Gotong Royong Bhayangkara, yang mengedepankan kolaborasi antara Polda Jabar, perusahaan melalui program CSR, serta berbagai stakeholder terkait. Melalui program ini, petani mendapatkan bantuan berupa modal usaha, benih unggul, alat dan mesin pertanian (alsintan), pupuk hingga bantuan sosial.

Polda Jabar juga menggagas program Pinjam Manfaat Lahan Presisi melalui kerja sama dengan PTPN dan Perhutani. Program tersebut membuka akses pemanfaatan lahan yang belum produktif untuk ditanami jagung oleh petani binaan sehingga mampu meningkatkan luas area tanam dan produksi pangan.

Dalam bidang penelitian dan pengembangan, Polda Jabar menggandeng Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) melalui program Benih Kurama. Program ini berfokus pada pengembangan benih unggul jagung yang saat ini masih berada dalam tahap uji coba sebelum memperoleh sertifikasi resmi.

“Kolaborasi dengan akademisi menjadi bagian penting karena inovasi pertanian harus berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi agar hasilnya lebih maksimal,” jelas Fadly.

Tidak hanya berfokus pada budidaya, Polda Jabar juga mengembangkan inovasi pascapanen melalui Solar Drayer Home Presisi, yaitu alat pengering jagung bertenaga surya hasil kolaborasi dengan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). “Teknologi ini diharapkan mampu membantu petani menjaga kualitas hasil panen sekaligus menekan biaya pengeringan,” jelasnya.

Sementara itu, konsep pertanian berkelanjutan diwujudkan melalui program Zero Waste Presisi, yaitu pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai media tanam dan bahan baku pupuk organik. Inovasi ini mendukung pengurangan limbah sekaligus menciptakan lingkungan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Polda Jabar juga mendorong diversifikasi pangan melalui program Penanaman Uwi di Lahan PTPN serta pengembangan Pupuk Organik Pak Bhabin yang dibuat dari campuran kotoran kerbau, abu vulkanik, sekam, dan molase. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran, Polda Jabar juga akan menggelar Lomba Ketahanan Pangan Piala Jagung Kapolda Jabar 2026 yang dimulai pada 10 Juni 2026.

Kompetisi bertema “Kemandirian Pangan adalah Kekuatan Negara” itu akan diikuti seluruh Polres, Polresta, dan Polrestabes di wilayah hukum Polda Jawa Barat sebagai wujud nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap sembilan inovasi ini dapat menjadi model pemberdayaan pertanian yang berkelanjutan. Ketika petani sejahtera dan produksi pangan meningkat, maka ketahanan pangan nasional akan semakin kuat,” tutup Kombes Pol Fadly Samad.

Tertangkap Warga, Spesialis Maling Rumsong di Serang Diamankan Polisi

0
Ilustrasi maling yang sedang beraksi di rumah kosong. (Foto: AI Gemini).

BBC, Serang – Seorang pelaku pencurian rumah kosong berinisial JD, 32 tahun, warga Kampung Kelutuk, Desa Kelutuk, Kecamatan Mekarbaru, Kabupaten Tangerang, babak belur setelah tertangkap tangan membobol rumah warga di Kampung Talangmas, Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.

Pelaku yang sempat menjadi sasaran amukan massa itu akhirnya diamankan warga dan diserahkan ke Polsek Tanara. Selanjutnya, tersangka dilimpahkan ke Satreskrim Polres Serang guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady ES menjelaskan bahwa peristiwa pencurian dengan pemberatan tersebut terjadi pada Selasa, 2 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB saat rumah korban dalam keadaan kosong.

“Pada saat kejadian, pemilik rumah sedang mengantar pengantin sehingga rumah dalam keadaan tidak berpenghuni. Pelaku memanfaatkan situasi tersebut untuk masuk dan melakukan pencurian,” kata AKP Andi Kurniady ES, Selasa, 9 Juni 2026.

Aksi pelaku pertama kali diketahui oleh Budin, salah seorang anak pemilik rumah. Saat melintas di sekitar rumah, Budin merasa curiga karena melihat adanya seseorang yang berada di dalam rumah ibunya.

Karena merasa ada yang tidak beres, Budin kemudian masuk dan memeriksa kondisi rumah. Saat melakukan pengecekan, ia mendapati pintu kamar sudah terbuka dan pakaian di dalam lemari dalam kondisi berantakan.

Selain itu, uang tunai sebesar Rp500 ribu yang sebelumnya disimpan di dalam lemari diketahui telah hilang. Budin juga menemukan pintu belakang rumah dalam keadaan terbuka dan diduga telah dirusak dengan cara didobrak.

“Dari hasil pemeriksaan awal diketahui pelaku masuk melalui pintu belakang yang dirusak. Setelah berada di dalam rumah, pelaku mengambil uang tunai yang tersimpan di dalam lemari korban,” jelas Kasatreskrim.

Pelaku kemudian dipergoki saat hendak keluar dari rumah korban. Menyadari ada orang asing membawa hasil curian, Budin langsung meneriakkan kata “maling” sehingga mengundang perhatian warga sekitar.

Mendengar teriakan tersebut, warga berhamburan datang dan berhasil menangkap pelaku. Kesal dengan maraknya aksi pencurian, sejumlah warga sempat melampiaskan emosinya sebelum akhirnya pelaku diamankan dan dibawa ke Polsek Tanara.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp500 ribu hasil pencurian serta satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam yang digunakan sebagai sarana pelaku beraksi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengaku tidak hanya sekali melakukan pencurian. Pelaku mengakui telah melakukan aksi pencurian rumah kosong sebanyak enam kali, yakni di Kecamatan Pontang, Tirtayasa dan di Kecamatan Tanara,” ungkap AKP Andi Kurniady ES.

Kasatreskrim menambahkan bahwa penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk memastikan kemungkinan adanya lokasi kejadian lain maupun keterlibatan pihak lain dalam aksi pencurian yang dilakukan tersangka.

HUT Bhayangkara, Polres Serang Gelar Sejumlah Turnamen Olahraga

0

BBC, Serang – Polres Serang menggelar turnamen mini soccer dan bola voli yang diikuti seluruh personel Polres Serang, Polsek jajaran, serta Bhayangkari Cabang Serang. Turnamen ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Kegiatan olahraga tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan yang ditandai dengan seremoni pembukaan dan dihadiri peserta turnamen di halaman Mapolres Serang, Selasa, 9 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Kapolres Serang mengatakan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum refleksi dan evaluasi bagi institusi Polri, tetapi juga sarana mempererat hubungan serta kebersamaan dengan masyarakat.

“Peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi momentum bagi institusi Polri untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan serta kebersamaan antara Polri dengan elemen masyarakat,” kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan, melalui kegiatan olahraga seperti turnamen bola voli dan mini soccer, diharapkan dapat menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan persaudaraan di antara sesama anggota Polri maupun seluruh peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, olahraga mengajarkan banyak nilai positif yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab anggota Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Olahraga mengajarkan kita banyak hal, mulai dari disiplin, kerja sama tim, semangat pantang menyerah hingga menghormati aturan dan lawan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Polri Presisi yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Kapolres.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjadikan turnamen sebagai ajang mempererat silaturahmi serta menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Saya berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, bermain dengan semangat persaudaraan menjadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi, bukan semata-mata mengejar kemenangan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen AKP Saeful Sani menyampaikan bahwa penyelenggaraan turnamen olahraga tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat soliditas internal sekaligus membangun hubungan harmonis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Serang.

“Melalui kegiatan olahraga ini, kita berharap dapat tercipta hubungan yang semakin harmonis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Kabupaten Serang. Sejalan dengan tema HUT Bhayangkara ke-80 tahun ini, Polri terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, membangun kedekatan, serta memberikan pelayanan yang terbaik,” ujar Saeful Sani, Kasatintelkam.

Saeful menambahkan, turnamen bola voli diikuti 11 tim yang terdiri dari Polwan, staf Bag dan Sie, Satresnarkoba, Satintelkam, Satreskrim, Satlantas, gabungan satuan, serta perwakilan Polsek Zona 1, 2, 3 dan 4. Sementara turnamen mini soccer juga diikuti 11 tim yang berasal dari berbagai satuan fungsi, Polsek jajaran, dan Kanebo FC.

“Kegiatan turnamen ini akan berlangsung hingga Jumat mendatang. Kepada seluruh peserta, kami berpesan agar senantiasa menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan rasa persaudaraan. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan, namun kebersamaan dan persahabatan yang terjalin merupakan kemenangan yang sesungguhnya,” tandasnya.

Ungkap Kasus Narkotika, Pengedar Sabu di Cikande Diamankan Polisi

0

BBC, Serang – Petugas Satresnarkoba Polres Serang berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan mengamankan seorang terduga pengedar berinisial IM, 24 tahun, di kediamannya di Desa Cikande Permai, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Kamis dini hari, 4 Juni 2026.

Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang disampaikan melalui layanan call center 110 Polri. Informasi yang diterima kemudian ditindaklanjuti oleh Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Serang dengan melakukan serangkaian penyelidikan.

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang berani memberikan informasi terkait dugaan peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggalnya.

“Pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat yang disampaikan melalui call center 110. Setiap informasi yang masuk akan kami tindak lanjuti secara profesional dan cepat,” kata Andri Kurniawan, Selasa, 9 Juni 2026.

Berbekal informasi tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba yang dipimpin Ipda Ricky Handani diterjunkan untuk melakukan penyelidikan di lokasi yang dicurigai sebagai tempat transaksi maupun penyimpanan narkotika.

Setelah memastikan kebenaran informasi, petugas kemudian melakukan penggerebekan sekitar pukul 00.30 WIB. Dalam operasi tersebut, IM berhasil diamankan tanpa perlawanan di rumahnya.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan enam paket narkotika jenis sabu yang disembunyikan di area dapur rumah pelaku. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkoba.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain timbangan digital, telepon genggam yang digunakan sebagai sarana komunikasi transaksi, lakban serta plastik klip bening yang biasa digunakan untuk mengemas narkotika sebelum diedarkan.

“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan enam paket sabu berikut peralatan yang diduga digunakan untuk kegiatan peredaran narkoba. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan,” ujar Kapolres.

Pelaku berikut barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Serang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga terus mendalami jaringan yang memasok narkotika kepada tersangka.

Sementara Kasatresnarkoba AKP Bondan Rahadiansyah menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku memperoleh sabu tersebut dari seorang pria berinisial NT yang saat ini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Pengakuan tersangka, sabu tersebut diperoleh dari saudara NT yang berada di wilayah Jakarta Barat. Saat ini kasusnya masih kami kembangkan untuk mengungkap jaringan di atasnya sekaligus melakukan pengejaran terhadap NT,” jelas Bondan.

Kapolres Serang kembali mengapresiasi peran masyarakat dalam membantu upaya pemberantasan narkoba. Ia mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan melalui call center 110 maupun langsung ke kantor kepolisian terdekat.

“Sekecil apa pun informasi yang disampaikan masyarakat akan kami tindak lanjuti. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” tegas alumnus Akpol 2006.

Gubernur Andra Soni Pastikan Pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang Sesuai Target

0
Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Pandeglang. (Foto: Dokpim Banten).

BBC, Pandeglang – Gubernur Andra Soni memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Banten di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, berjalan sesuai target. Saat meninjau lokasi pada Senin 8 Juni 2026, Gubernur mengatakan bahwa sekolah yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis itu ditargetkan selesai akhir Juni dan mulai beroperasi pada Juli 2026.

Berdasarkan laporan Kementerian PU, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat Pandeglang telah mencapai 67,71 persen. Sejumlah bangunan utama sudah memasuki tahap pemasangan atap sehingga pekerjaan arsitektur dan penyelesaian interior dapat dipercepat.

“Progresnya sesuai dengan yang ditargetkan. Target operasional di Juli,” kata Andra Soni.

Ia menilai, Sekolah Rakyat menjadi peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Program ini merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Menurut Andra Soni, pada tahun ajaran 2026-2027 Sekolah Rakyat Pandeglang akan menampung sekirar 500 siswa dari berbagai daerah di Banten dengan prioritas warga Kabupaten Pandeglang. Fasilitas yang dibangun juga cukup lengkap, meliputi gedung pendidikan, asrama, gedung serbaguna, dapur, kantin, rumah ibadah, serta sarana pendukung lainnya.

Sementara itu, Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis Kementerian PU, Nabil Muhammad mengatakan, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lebak juga telah mencapai 66,42 persen.

“Untuk Pandeglang sudah 67,71 persen, sementara Lebak sekitar 66,42 persen,” ujarnya.

Ia menegaskan, percepatan pembangunan terus dilakukan melalui penambahan tenaga kerja, peralatan, material, serta pekerjaan arsitektur yang dikerjakan secara paralel. Pihaknya optimistis seluruh pekerjaan, termasuk jalan kawasan, dapat selesai pada akhir Juni dan difungsikan pada Juli 2026.

Di sisi lain, proses verifikasi calon siswa masih berlangsung. Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Banten, Farhah Syibli mengatakan, verifikasi dilakukan secara door to door di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten dengan memprioritaskan anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah Rakyat Pandeglang akan membuka masing-masing tiga rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 30 siswa per rombongan. Farhah menyebut kuota siswa SMA telah terpenuhi, sementara proses verifikasi untuk SD dan SMP masih berjalan karena masih terdapat kuota yang belum terisi.

Dengan progres pembangunan yang terus meningkat dan proses seleksi peserta didik yang berlangsung, Sekolah Rakyat Pandeglang diharapkan mulai beroperasi pada Juli 2026 sebagai pusat pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Banten.

PKK Banten Hadirkan Sahabat Keluarga Sebagai Mitra Pemerintah

0

BBC, Serang – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Tinawati Andra Soni mengatakan Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) hadir sebagai sahabat keluarga dan mitra pemerintah. PKK hadir mendampingi ibu, anak, lansia, dan masyarakat agar dapat hidup lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.

“PKK menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. PKK hadir sampai tingkat keluarga,” ungkap Tinawati saat melakukan kunjungan Evaluasi dan Penilaian Perkembangan Program PKK dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke-54 di Balai Desa Plawad, Jalan Bunga Raya, Taman Ciruas Permai, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Senin 8 Juni 2026.

Gerakan PKK hadir untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan. Hal itu sesuai dengan tema HKG ke-54 yaitu Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.

“Kita diajak untuk terus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan. Dari rumah yang harmonis, dari keluarga yang sehat dan berdaya, akan lahir generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” ucapnya.

Tinawati juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh kader PKK yang telah ikhlas bersama melaksanakan program-program PKK. Sekecil apa pun langkah yang sudah dilakukan, menurutnya akan memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat.

“Apabila dilakukan dengan ikhlas dan bersama-sama, akan memberikan dampak yang besar,” ucapnya.

Usai meninjau pelaksanaan program PKK, Tinawati memberikan apresiasi atas pemanfaatan dan penggunaan bekas bungkus kopi. Bungkus bekas itu dibersihkan lalu dijadikan kreasi tas jinjing, wadah tisu, hingga kreasi rok.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Serang Najib Hamas mengatakan, evaluasi dan penilaian Program PKK dalam rangka HKG ke-54 bertujuan untuk mengoptimalkan 10 Program PKK sebagai pilar utama untuk menguatkan ketahanan keluarga. Menurutnya, proses evaluasi dan penilaian ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.

“PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam rangka ketahanan keluarga. Menjadi sarana lebih baik dan lebih berdampak kepada masyarakat,” ucap Najib.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Serang Tifa Hansifa Hanum berharap, kegiatan itu sebagai bagian dari pembinaan, pembelajaran dan pengayaan kapasitas kader. Ia berharap, kegiatan tersebut memberikan dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“PKK menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung dan melakukan pembinaan kepada kader PKK,” ucapnya.

Tifa mengungkapkan, TP PKK Kabupaten Serang akan mengadakan pelatihan dan penguatan untuk pengelolaan bank sampah. Menurutnya hal ini seiring dengan kondisi kedaruratan sampah di Kabupaten Serang.

“Dengan pelatihan pemilahan, diupayakan sampah yang dibawa ke TPS sedikit mungkin,” jelasnya.

Sebagai informasi, dalam rangka evaluasi dan penilaian program-program PKK, Tinawati melakukan kunjungan dan peninjauan tertib administrasi PKK di kesekretariatan, simulasi penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh Kelompok Kerja (Pokja) 1.

Kemudian peninjauan bazar Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga atau UP2K, perpustakaan, serta rumah pendidikan dan keterampilan oleh Pokja 2. Lalu ke lokasi pemanfaatan pekarangan dan bank sampah oleh Pokja 3, serta pelayanan Posyandu oleh Pokja 4.

Wagub Dimyati Apresiasi Iwapi Banten Beri Kontribusi Bidang Ketenagakerjaan

0

BBC, Serang – Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi peran Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) yang ikut membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Ia juga bersyukur ada wanita yang jadi pengusaha sehingga membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan.

Hal itu diungkapnya Dimyati saat pelantikan dan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD Iwapi) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin 8 Juni 2026.

“Iwapi itu kalau kita lihat adalah kumpulan para pengusaha wanita, tidak semua wanita seperti ibu-ibu yang ada di dalam Iwapi yang menjadi pengusaha,” katanya.

Dimyati mengatakan, para wanita yang tergabung dalam Iwapi sangat menginspirasi, menjadi role model, menjadi contoh bagi wanita-wanita lain dan yang paling utama adalah menciptakan lapangan pekerjaan.

“Kalau Iwapi ini adalah kumpulan wanita-wanita pengusaha yang memberikan bantuan sosial bagi yang lain dan memberikan manfaat, intinya Iwapi is the best,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Iwapi Provinsi Banten Renny Fonda mengatakan, anggota yang tergabung dalam organisasi ini adalah semua wanita yang memiliki usaha. Organisasi ingin bersinergi tidak hanya sesama pengusaha, tetapi juga dengan pemerintah daerah.

“Sinergi untuk memajukan ekonomi masyarakat, ekonomi keluarga. Semuanya komplit ada di situ,” katanya.

Renny menerangkan, Iwapi bukan hanya organisasi yang sekedar kumpul-kumpul. Iwapi membuka lapangan pekerjaan bagi ibu rumah tangga atau perempuan di seluruh Provinsi Banten. Salah satunya mengumpulkan sampah plastik yang dipotong kecil-kecil kemudian dijadikan paving block.

Ia menambahkan, untuk program kerja hingga akhir tahun, Iwapi Banten telah menyiapkan sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya kerja sama dengan Kementerian untuk sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

Selain itu, Iwapi juga mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui kampanye digital dan lokakarya. Tujuannya mengangkat potensi lokal serta mempromosikan destinasi wisata di Provinsi Banten.

“Ini menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan potensi pariwisata di Banten sekaligus memberdayakan pelaku usaha perempuan yang bergerak di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Iwapi Nita Yudi mengatakan, organisasi saat ini sudah berusia 51 tahun dan dipercaya menjadi mitra strategis pemerintah. Ia berharap, organisasi ini menjadi mitra pemerintah daerah termasuk di Provinsi Banten.

“Semakin banyak perempuan menjadi pengusaha, maka ketahanan ekonomi keluarga akan dapat didukung artinya berdaya,” katanya.

Rebutkan Piala Kapolda, Polda Jabar Gelar Lomba Ketahanan Pangan

0

BBC, Serang – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jawa Barat menggelar Lomba Ketahanan Pangan memperebutkan Piala Jagung Kapolda Jabar 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Kemandirian Pangan adalah Kekuatan Negara” sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional.

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, mengatakan lomba tersebut akan dimulai pada 10 Juni 2026 dan diikuti oleh seluruh Polres, Polresta, serta Polrestabes jajaran Polda Jawa Barat.

“Lomba ini merupakan bentuk komitmen Polda Jabar dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian,” kata Fadly Samad didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Senin, 8 Juni 2026.

Menurutnya, lomba tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga menilai berbagai aspek yang mendukung keberhasilan program ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Fadly menjelaskan, penilaian lomba terdiri dari tiga komponen utama. Komponen pertama adalah inovasi ketahanan pangan dengan bobot nilai 30 persen yang meliputi kreativitas, keunikan inovasi, kebermanfaatan, dampak program, keberlanjutan, serta potensi untuk direplikasi oleh satuan lain.

“Setiap satuan diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhasil di wilayahnya, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi satuan lainnya,” ujarnya.

Komponen kedua adalah penanaman dan penyerapan Bulog dengan bobot nilai terbesar, yakni 40 persen. Penilaian dilakukan berdasarkan luas lahan yang berhasil ditanami serta data serapan hasil pertanian oleh Bulog melalui pendampingan yang dilakukan masing-masing satuan.

Sementara komponen ketiga adalah penerima KUR dan Primkoppol petani dengan bobot nilai 30 persen. Penilaian meliputi jumlah petani yang didaftarkan dalam program pembiayaan, realisasi bantuan yang telah diterima, serta kelengkapan administrasi dan dokumen pendukung.

“Melalui indikator ini, kami ingin melihat sejauh mana satuan mampu memberdayakan petani dan membantu meningkatkan akses permodalan bagi mereka,” jelas Fadly.

Ia menerangkan, mekanisme penilaian diawali dengan pengiriman data lapangan dan dokumen pendukung sesuai format yang telah ditetapkan oleh panitia. Tahap berikutnya adalah verifikasi lahan, realisasi program, dan administrasi untuk memastikan seluruh data yang disampaikan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Selanjutnya, tim penilai akan melakukan akumulasi nilai secara objektif berdasarkan bobot penilaian yang telah ditentukan, yakni 40 persen untuk penanaman dan penyerapan Bulog, 30 persen inovasi ketahanan pangan, dan 30 persen pemberdayaan petani melalui KUR dan Primkoppol.

“Pemenang akan ditetapkan melalui rapat pleno tim penilai Polda Jabar sehingga seluruh proses berlangsung transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Fadly.
Sementara itu, Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, menambahkan Polda Jabar telah menggagas berbagai inovasi yang dapat menjadi inspirasi bagi peserta lomba dalam mengembangkan program ketahanan pangan di wilayah masing-masing.

“Ketahanan pangan tidak hanya soal menanam, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung petani mulai dari permodalan, penyediaan lahan, teknologi, hingga pemasaran hasil panen,” kata Condro Sasongko.

Menurut Condro, salah satu inovasi yang telah berjalan adalah kerja sama KUR Himbara dengan petani binaan Polri. Dalam program ini, Polda Jabar berperan sebagai fasilitator untuk membantu petani memperoleh akses pembiayaan modal usaha melalui bank-bank Himbara.

Selain itu terdapat program Primkoppol Peduli Bunga 0 Persen, Gotong Royong Bhayangkara, Pinjam Manfaat Lahan Presisi, Benih Kurama hasil kolaborasi dengan Universitas Kebangsaan RI, Solar Dryer Home Presisi bersama mahasiswa IPB, serta Zero Waste Presisi yang memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi media tanam dan pupuk organik.

“Seluruh inovasi tersebut merupakan bentuk kolaborasi dan keberpihakan kepada petani. Harapannya, program-program ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” pungkas Condro.

Para pemenang akan memperoleh penghargaan tertinggi dari Kapolda Jabar berupa sertifikat penghargaan eksklusif serta Piala Ketahanan Pangan Polda Jabar atau Piala Jagung Kapolda Jabar 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

PLN UID Banten bersama LAZ Harfa Hadirkan Program BRIDGE Bagi Masyarakat

0

BBC, Serang – Di ujung utara Kabupaten Serang, tepatnya di Pulo Panjang, deru ombak kini bersahut dengan tawa anak-anak SD Negeri Pulo Panjang 2 yang lebih ceria. Sekolah mereka tengah berbenah. Bukan sekadar perbaikan biasa, melainkan sebuah transformasi sarana pendidikan melalui program bertajuk BRIDGE (Banten Renewable Island Development for Global Education).

Program ini merupakan buah kolaborasi hangat antara PLN UID Banten bersama Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) dan PLN PLTU Lontar. BRIDGE hadir sebagai jembatan bagi anak-anak pulau agar tetap bisa mengejar mimpi dengan fasilitas yang setara dengan mereka yang di daratan, sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) 4, Pendidikan yang Berkualitas.

Langkah nyata pertama yang kini sudah dirasakan manfaatnya adalah tertatanya halaman sekolah. Sebanyak 12.800 buah paving block FABA (Fly Ash dan Bottom Ash) dari PLN PLTU Lontar telah terpasang rapi. Menariknya, material ini merupakan pemanfaatan sisa pembakaran batu bara yang diolah menjadi material konstruksi kokoh. Kini, lapangan dan halaman SD Negeri Pulo Panjang 2 tak lagi becek saat hujan atau berdebu saat terik, menjadi ruang aman bagi siswa untuk berlari dan berolahraga.

Tak berhenti di lantai halaman, semangat literasi juga terus dipupuk. Saat ini, proses pembangunan 3 unit saung taman baca sedang berlangsung. Ke depannya, saung-saung ini akan menjadi tempat ternyaman bagi para siswa untuk menyelami jendela dunia melalui buku-buku bacaan, di bawah naungan semilir angin pulau.

Kepala Sekolah SD Negeri Pulo Panjang 2, Kamaludin, S. Pd, menyampaikan bahwa kehadiran program BRIDGE disambut dengan rasa haru dan syukur oleh pihak sekolah. Perubahan fisik sekolah yang kini lebih tertata memberikan semangat baru bagi para guru dan siswa dalam menjalani aktivitas belajar mengajar sehari-hari. Sarana yang lebih layak ini dinilai menjadi motivasi besar bagi anak-anak di pulau untuk terus bermimpi setinggi langit.

“Dulu halaman kami sering becek kalau hujan turun, anak-anak jadi terbatas ruang geraknya. Tapi sekarang, berkat bantuan paving block FABA ini, sekolah jadi lebih rapi dan bersih. Kami sangat berterima kasih karena PLN dan LAZ Harfa sudah peduli dengan pendidikan anak-anak di pulau terpencil seperti kami,” ungkap Kamaludin

Lebih lanjut, Kepala Sekolah SD Negeri Pulo Panjang 2 menambahkan bahwa bantuan teknologi dan ruang literasi ini merupakan lompatan besar bagi sekolah mereka.

“Bantuan upgrade sarana belajar berupa laptop dan pembangunan saung baca ini adalah mimpi yang jadi nyata bagi kami. Anak-anak di sini punya semangat belajar yang tinggi, dan fasilitas ini akan membuka wawasan mereka lebih luas lagi agar tidak kalah dengan siswa di kota besar. Program BRIDGE benar-benar menjadi jembatan ilmu bagi mereka,” Tambah Kamaludin.

Menyadari pentingnya adaptasi teknologi, PLN UID Banten juga menyerahkan bantuan laptop untuk menunjang kegiatan belajar mengajar berbasis digital. Selain itu, berbagai perlengkapan alat olahraga juga diberikan untuk memastikan pertumbuhan fisik anak-anak pulau tetap terjaga dengan ceria.

PLH General Manager PLN UID Banten, Bobby Cristya Surya, menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia di wilayah pesisir. Melalui peningkatan fasilitas ini, Bobby berharap jarak kualitas pendidikan antara anak-anak pulau dan mereka yang di kota besar tak lagi menjadi penghalang.

“Program BRIDGE ini adalah bentuk komitmen kami untuk hadir hingga ke pulau terluar. Kami ingin memastikan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri Pulo Panjang 2 mampu mendukung lahirnya generasi global dari Banten dengan kualitas pendidikan yang baik,” ujar Bobby.

Meski pembangunan saung baca masih terus dikebut, wajah baru sekolah ini sudah mulai terlihat. Sinergi antara PLN, LAZ Harfa, dan PLN PLTU Lontar ini menjadi bukti bahwa jarak geografis bukanlah penghalang untuk menghadirkan kebaikan dan pendidikan yang layak bagi anak negeri.

Banten Tawarkan Pengalaman Wisata Alam Kelas Dunia di Ujung Kulon

0
Salah satu keindahan panorama pantai salah satu Pulau di TNYK. (Foto: Dokpim Banten).

BBC, Pandeglang – Provinsi Banten menawarkan pengalaman wisata alam kelas dunia melalui keindahan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), kawasan konservasi yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Beragam destinasi eksotis mulai dari Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, Pulau Panaitan, hingga Karang Copong menjadi daya tarik yang memadukan keindahan alam, keanekaragaman hayati, dan petualangan wisata yang berkesan.

Untuk memperkenalkan potensi tersebut kepada masyarakat luas, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti bersama mitra pariwisata melakukan eksplorasi sejumlah destinasi unggulan di kawasan TNUK. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi wisata di Provinsi Banten sebagai destinasi ekowisata unggulan nasional dan internasional.

Eli mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan lebih luas kekayaan wisata alam kepada masyarakat Indonesia maupun wisatawan mancanegara.

“Banten memiliki potensi wisata alam yang luar biasa dan tidak pernah kehabisan destinasi menarik untuk dikunjungi,” kata Eli Susiyanti, di Pulau Peucang, Kabupaten Pandeglang, Minggu 7 Juni 2026.

Menurut Eli, perjalanan eksplorasi dimulai dari Pulau Handeuleum yang menawarkan pengalaman wisata alam berupa tracking di kawasan mangrove serta pengamatan satwa liar yang hidup di habitat alaminya.

“Pulau Handeuleum kami melihat kawasan mangrove yang indah, menikmati wisata tracking, serta menyaksikan berbagai satwa liar yang menjadi kekayaan biodiversitas Ujung Kulon,” ujarnya.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Pulau Panaitan. Rombongan menginap selama satu malam untuk menikmati berbagai aktivitas wisata yang menjadi daya tarik pulau tersebut.

“Kemudian berlanjut ke Pulau Panaitan. di sana untuk mengeksplorasi keindahannya. Kami juga sempat melakukan surfing serta menikmati panorama sunrise dan sunset yang sangat memukau,” ungkap Eli.

Eksplorasi selanjutnya dilakukan ke sejumlah destinasi ikonik lainnya, termasuk Pulau Peucang yang terkenal dengan pantai berpasir putih dan satwa liarnya, Karang Copong dengan pemandangan tebing karang yang eksotis, hingga Pulau Bocaan yang menawarkan keindahan alam yang masih sangat asri.

Eli berharap semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dan menikmati keindahan alamnya. Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan selama berwisata.

“Taman Nasional Ujung Kulon seluruh alamnya sangat indah dan layak dikunjungi. Datanglah ke Banten, namun dengan catatan bahwa alam Banten yang indah ini harus kita jaga bersama dan jangan sampai dicemari,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Bekasi, Jawa Barat, Dinda yang datang bersama kerabatnya Ade mengaku terkesan dengan keindahan Pulau Peucang yang untuk pertama kalinya ia kunjungi.

“Ini pertama kali saya ke Pulau Peucang. Seru dan keren banget. Saat sampai di sini ternyata pemandangannya benar-benar seindah yang saya lihat di media sosial. Banyak satwa liar yang bisa dilihat langsung di habitatnya,” kata Dinda.

Ia mengaku pengalaman berwisata di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon memberikan kesan yang mendalam dan membuatnya ingin kembali berkunjung.

“Lokasinya ternyata sebagus yang ada di media sosial, bahkan lebih indah. Sepertinya kami akan kembali lagi ke sini,” ujarnya.

Taman Nasional Ujung Kulon merupakan kawasan konservasi yang berada di ujung barat Pulau Jawa dan menjadi habitat terakhir badak cula satu di dunia. Kawasan ini juga dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, pantai-pantai eksotis, hutan tropis yang masih alami, serta gugusan pulau yang menjadi daya tarik wisata unggulan Provinsi Banten.