Google search engine
Beranda Uncategorized BPBD Usulkan Penambahan Sirine Gempabumi dan Tsunami

BPBD Usulkan Penambahan Sirine Gempabumi dan Tsunami

0
105

BBC, Serang – Provinsi Banten memiliki bentang panjang pantai kurang lebih 517 kilometer perlu menjadi perhatian dalam upaya kesiapsiagaan bencana. Salah satunya yakni kebutuhan sirine sebagai peringatan dini peringatan dini gempa dan tsunami.

“Jika dihitung panjang pantai di Banten sekitar 500 Kilometer lebih, maka paling tidak provinsi Banten butuh sekitar 150 buat sirine,” ungkap Kabid Kesiapsiagaan BPBD provinsi Banten, Juhriadi, Jumat 4/6/2021.

Sementara saat ini sirine yang terpasang di Banten baru di tiga titik seperrti di Pasauran Kabupaten Serang, Labuan dan Panimbang di Kabupaten Lebak.
“Memang jumlah ini masih sedikit. Makanya kami telah mengajukan usulan ke pak Gubernur, dan alhamdulillah beliau menyetujui untuk rencana penambahan. Meski belum tau jumlahnya berapa nanti yang benar-benar disetujui,” terang Juhriadi.

Kepala Stasiun Geofisika Tangerang Suwardi menyebut, jumlah sirine ini diakui belum memadai. Apalagi panjang pantai di Banten ini kan cukup luas.
“Tapi yang paling penting adalah bagaimana kesiapsiagaan masyarakatnya untuk menghadapi bencana. Karena secanggih apapun peralatan yang dipasang, tapi masyarakatnya tifak mau peduli menjadi percuma,” tegas Suwardi.

Meski begitu, lanjutnya BMKG terus memberikan pelayanan terbaik. Salah satunya dengan terus menambah jumlah EWS yang terpasang di sejumlah titik di Banten.
“Dari data itu ada 11 EWS yang sudah terpasang di perairan Banten. Alat ini sudah lengkap guna mendeteksi gejala dari gempabumi dan tsunami di wilayah Banten,” lanjut Suwardi.

“Rentan waktu dari gempa sampai ada air ke bibir pantai itu berbeda-beda setiap wilayah. Misalnya untuk Pandeglang itu kisaran 8-10 menit. Lebak itu 20-30 menit. Sedangkan Cilegon itu bisa sampe 60 menit setelah terjadi Gempabumi,” tandasnya.

Google search engine