Google search engine
Beranda Cilegon 20 Persen Sekolah di Cilegon Belum Miliki Sarana Cuci Tangan

20 Persen Sekolah di Cilegon Belum Miliki Sarana Cuci Tangan

0
410

BBC, Cilegon – 20 persen Sekolah di Kota Cilegon mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga ditingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) belum memiliki fasilitas pencuci tangan. Padahal, keberadaan alat pencuci tangan itu penting. Selain untuk menjaga kesehatan namun juga sebagai salah satu upaya untuk mencegah masuknya virus corona atau disease covid 19 yang saat ini tengah menyebar di beberapa Negara di Dunia.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kota Cilegon Ismatullah mengatakan, menyusul adanya surat edaran dari Menteri Pendidikan Kebudayaan RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada satuan pendidikan. Pihaknya telah mengintruksikan kepada semua pihak Sekolah di Cilegon agar menyediakan fasilitas pencuci tangan yang dilengkapi dengan sabun Antiseptik.

“Sudah saya perintahkan kepada semua pihak Sekolah yang ada di Cilegon, mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA agar menyediakan alat pencuci tangan yang dilengkapi dengan sabun Antiseptik. Hal itu sebagai upaya untuk mencegah masuknya virus corona,” kata Ismatullah saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2020).

Dikatakan Ismatullah, terkait surat edaran itu. Hampir semua Sekolah di Cilegon telah memiliki alat pencuci tangan yang diminta oleh Kemendikbud melalui surat edaranya tersebut.
Namun, sampai saat ini masih ada beberapa Sekolah di Cilegon yang belum memiliki alat tersebut. Seperti di wilayah perbukitan baik di Cipala dan Gunung Batur, Kecamatan Pulomerak.

“Kalau saya lihat, mungkin 10 persen atau 20 persen saja yang belum. Karena saya lihat kemarin saat monitoring, sekolah diatas gunung seperti Cipala, Gunung Batur. Memang kesulitan air. Ada air juga kalau hanya hujan,” ujarnya.

Meski demikian, kata Kadindik, pihaknya menginstruksikan agar sekolah wajib menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun (CTPS). Bagi yang sudah memiliki fasilitas diminta juga untuk menambahkannya dengan menyesuaikan kapasitas murid.

“Tadi saya cek SD dan SMP Negeri sudah punya sarana cuci tangan. Cuman yang belum lengkap, saya minta ditambah sesuai kapasitasnya. Jadi kalau misalkan ada yang 5 atau 10 fasilitas (CTPS), saya minta untuk ditambah. Bila perlu perkelas 1 fasilitas, dan antiseptiknya juga harus dijaga tiap hari,” ungkapnya.

Dikatakan Ismatullah, bagi pihak Sekolah yang belum memikiki fasilitas itu. Pihaknya telah mengintruksbiaya kepada pihak Sekolah agar segera menyediakanya melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Memang ini dananya tidak murah. Tapi semua ini sudah sesuai anjuran (Kemendikbud) diperbolehkan dana BOS untuk kepentingan itu,” tandasnya.

“Tidak bergantung pada dana BOS. Pihak Sekolah juga dapat mengajukan kepada pihak Industri melalui program CCSR agar dapat membantu menyediakan alat pencuci tangan itu ke Sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cilegon Arriadna mengatakan, melalui Dinas Pendidikan Kota Cilegon akan
mendorong semua Sekolah di Cilegon memiliki alat pencici tangan. Karena hal itu sangat penting untuk menjaga kesehatan anak.

“Kalau yang belum ada tinggal dibikin dengan dana BOS. Kan bisa juga ajukan ke industri lewat CSR,” ujar Arriadna.

Dikatakan Arriadna, soal virus corona atau disase covid 19 sudah menjadi atensi pemerintah pusat agar semua daerah dapat melakukan upaya pencegahan virus corona.

“Atas dasar itu, saya akan meminta kepada Walikota Cilegon Edi Ariadi agar membuat surat edaran keseluruh lapisan di masyarakat dalam mencegah penyebaran virus corona. Mengingat dari satu kasus yang terjadi di Jakarta, virus sudah nyata dan harus segera diantisipasi,” ucap Arriadna.

Arriadna menyampaikan, virus corona dapat menyerang siapapun. Sekalipun orang yang tidak berpergian dapat terkena virus corona. Oleh karena itu, kita semua harus waspada dan dapat bersama-sama melakukan pencegahan virus corona atau disease covid 19 tersebut.

“Karena dari kasus yang ada di Jakarta itu, yang sudah positif, salah satunya (analisa penyebab) adalah orang yang tidak bertemu dengan siapa-siapa, bukan juga dari negara asing, tidak juga habis traveling, tapi dia positif. Artinya, virus itu sudah ada dan kita harus waspada,” pungkasnya. (1-2).

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini