BBC, Serang – Palang Merah Indonesia (PMI) provinsi Banten terus  membentuk sekolah siaga bencana di sejumlah lokasi yang diangggap rawan akan bencana. Program ini dibuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana sejak dini terhadap siswa. 

Kepala Markas PMI Provinsi Banten, Embay Bahriyah mengatakan nantinya PMI Banten akan menjadikan dua sekolah di Cinangka yakni SMP N 1 dan SMKN 1 menjadi percontohan program tersebut. Dipilihnya dua skeolah di wilayah itu lantaran kecamatan Cinangka dianggap daerah yang paling rawan atas terjangan bencana seperti tunami dan gempa.
“Sekolah Siaga Bencana ini yakni dengan membangun parameter pengetahuan dan keterampilan tentang kebencanaan jenis sumber dampak, jalur evakuasi terhadap siswa di sekolah,” ungkap Embay, Rabu (2/10/2019). 

Untuk selanjutnya Embay mengatakan program serupa juga akan dilaksanakan di Kabupaten Pandeglang. Meski diakui sampai saaat ini PMI Pandgelang masih melakukan pemetaan terhadap dua sekolah yang mungkin menjadi SSB.
“Melalui PMI Pandeglang sudah ada yang minta, tapi mereka masih terus melakukan penilaian agar pemilihan sekolahnya tepat,” katanya. 

 Embay juga berhap melalui prrgam SSB yang dilakukan sekolah para anggota PMR dan seluruh siswa di lokaasi itu mampu meneruskan informasi kebencanaan seperti sumber, dampak hingga upaya evakuasi menuju jalur yang sudah disiapkan pemerintah daerah.
“Harapannya para siswa ini bisa meneruskan informasi bencana ke keluarga mereka,” jelas Embay. 

Kepala sekolah SMKN 1 Cinangka Sunariah mengapresiasi atas program SSB yang dilaksanakan di sekolahnya. Karena rogram tersebut dianggap sangat bermanfaat bagi anak didiknya. 
“Apalagi Anyer kepakali dirundung bencana seperti tanah longsor, banjir, air laut meluap hingga gempa bumi. Melalui program inipula para siswa diharapkan menjadi penerus informasi tentang kebencanaan kepada lingkungan di sekitar mereka,” ujar Sunariah. 

Baca juga :  UPG Santuni Anak Yatim dan Bagikan Ratusan Paket Sembako

“Sehingga ketika bencana datang, warga di sekitar Cinangka sudah memahami dan mengetahui tindakan yang harus dilakukan,” tegasnya. (1-1)