BBC, Serang – Hujan yang mengguyur wilayah Bojonegara pada senin malam (6/1), membuat empat Desa di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang terendam banjir. Namun, dari empat Desa tersebut Desa Marga Giri yang paling parah terkena banjir. Karena ketinggian air mencapai 1 Meter.
Kepala Desa Marga Giri Luhul Amin mengatakan, banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya banjir di Bojonegara.
“Banyak penyebabnya, selain faktor irigasi yang kurang lebar, banyaknya sampah dan adanya kegiatan galian C juga menjadi penyebab terjadinya banjir di Bojonegara,” ujar Amin saat ditemui dilokasi banjir. Selasa (7/1/2019).
Amin menuturkan, sejak tanggal satu Januari 2020. Sudah tiga kali terjadi banjir di Bojonegara.
“Setiap turun hujan di wilayah Bojonegara ini pasti terjadi banjir, terhitung dari tanggal 1 Januari 2020 aja sampai sekarang sudah tiga kali dan banjir hari ini yang paling parah karena mencapai 1 Meter ketinggian airnya,”terang Amin.
Amin menyampaikan, sudah 10 tahun kali di Bojonegara belum dilakukan normalisasi yang berdampak terhadap lingkungan di Bojonegara menjadi banjir pada saat turun hujan.
“Di Bojonegara ini ada sungai yang dapat menampung air dari Empat Desa yang ada di Bojonegara. Karena belum dilakukan normalisasi maka tidak mampu menampung air hujan dan meluap yang mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Bojonegara,” ungkap Amin.
Amin berharap kepada pemerintah agar dapat segera melakukan normalisasi kali yang ada di Bojonegara tersebut.
“Warga sudah berupaya memohon kepada pemerintah Kabupaten maupun Provinsi agar segera dilakukan normalisasi kali, melalui pemerintah Kabupaten Desa dan anggita DPRD. Namun sangat disayangkan terkait keinginan itu sampai saat ini beluk dapat dilakukan oleh pemerintah,” pungkasnya. (1-2)






































