BBC, Serang – Ratusan warga Bojonegara Kabupaten Serang melakukan aksi penutupan akses jalan Nasional Bojonegara, pasalnya sudah hampir 10 tahun kali di Bojonegara tidak dilakukan normalisasi yang mengakibatkan banjir di Bojonegara pada saat turun hujan.
Salah sorang warga yang melakukan aksi Mugni mengatakan, penutupan tersebut dilakukan sebagai protes warga terhadap Pemerintah Kabupaten Serang yang belum memenuhi keinginan warga terkait normalisasi kali di Bojonegara.
“Aksi ini sebagai bentuk protes warga terhadap pemerintah, terkait keinginan warga yang menginginkan pemerintah agar dapat segera dilakukan normalisasi kali,” kata Mugni kepada wartawan.
Mugni menyampaikan, setiap turun hujan wilayah di Bojonegara pasti terkena banjir yang mengakibatkan warga tidak dapat beraktifitas seperti biasanya.
“Setiap turun hujan di wilayah Bojonegara ini pasti terjadi banjir, dan banjir hari ini yang terjadi sejak tadi pagi yang paling parah karena ketinggian air mencapai 1 meter,” terangnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Marga Giri Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang Luhul Amin menyampaikan, sudah hampir 10 tahun kali di Bojonegara ini belum dilakukan normalisasi.
“Hampir 10 tahun belum dilakukan normalisasi, padahal kali di Bojonegara ini dapat digunakan untuk menampung air hujan yang terjadi di Bojonegara. Karena belum dilakukan normalisasi maka sampai saat ini masih tejadi banjir di Bojonegara pada saat turun hujan,” kata Amin.
Amin mengaku, melalui pemerintah Desa dan anggota DPRD. Warga Bojonegara terus berupaya menyampaikan keinginanya tersebut terhadap Pemerintah Kabupaten Serang dan Provinsi agar dapat segera dilakukan normalisasi kali.
“Kamis sudah memohon kepada pemerintah, baik pemerintah Kabupaten Serang maupun pemerintah Provinsi agar segera dilakukan normalisasi. Namun, sampai saat ini terkait keinginan warga itu belum dapat dilakukan,” pungkasnya. (1-2).








