BBC, Lebak – Anggota DPRD Lebak, Dian Wahyudi menyikapi mahalnya gas elpiji 3 Kg di Kabupaten Lebak, terutama di Kecamatan Warunggunung. Kata Dian, seharusnya Disperindag, Pertamina, Satpoll PP dan pihak kepolisian bersipat proaktif menyikapi melambungnya harga elpiji. Hal tersebut dinilai sangat wajar mengingat Elpiji 3 Kg merupakan kebutuhan pokok yang disubsidi oleh pemerintah.

“Seharusnya Disperindag, Pertamina, Satpol PP dapat melakukan tindakan. Apalagi mahalnya elpiji tersebut berdampak kepada ketidakmampuan masyarakat untuk membelinya, ” Kata Dian yang juga ketua DPD PKS Kabupaten Lebak, kepada wartawan, Kamis 7/5/2020.

Dikatakan Dian, harga elpiji 3 Kg sekitar Rp30 ribu dinilai tidak wajar. Apalagi, ditingkat pangkalan harganya sudah diatur dan tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi.

Jika ada pelanggaran yang dilakukan oknum agen atau pangkalan kata Dian, hendaknya leading sektor terkait semisal Pertamina, Hiswana Migas dapat memberikan peringatan.

Aad Firdaus, salah seorang anggota DPRD Lebak dari Partai Perindo juga mengkritisi mahalnya harga elpiji 3 Kg. Kata dia, menjual kebutuhan yang disubsidi harus jelas jalur distribusi, peruntukan dan kuotanya. Jika ada agen atau pangkalan menjualnya dengan harga diatas HET, maka sama saja melawan hukum.

Bahkan kata Aad, yang melakukannya sudah termasuk dalam golongan orang yang keji. Karena saat ini sedang dilanda Pandemi Covid 19. Seharusnya masyarakat diberikan kemudahan.
Bahkan Aad mengaku akan segera mengambil langkah langkah sesuai dengan tupoksi kelembagaan kepimpinan.

“Kita akan Pansuskan masalah mahalnya elpiji 3 Kg ini. Jangan sampai perusahaan mengambil keuntungan dengan memanfaatkan hak hak masyarakat kecil,” kata Aad.

Sementara itu, Dani, perwakilan dari Pertamina di Kabupaten Lebak belum bisa dimintai keterangannya, terkait adanya oknum agen yang diduga menjual elpiji ke warung-warung yang ada di Kecamatan Warunggunung.

Ketika dimintai keterangan melalui aplikasi whatsapp dan telepon, Dani tidak meresponnya, padahal pesan WA nya terbaca, karena tanda centang dua warna biru.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, harga elpiji 3 Kg didesa Padasuka melambung tinggi. Melambungnya harga elpiji tersebut diduga pangkalan yang berasal dari agen PT Madidihang Mas Murni melakukan penjualan tidak kemasyarakat langsung, akan tetapi kewarung warung. (Ak/1-1)


Warning: A non-numeric value encountered in /home/k2949756/public_html/news/wp-content/themes/bukabanten2020/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here