BBC, Serang – Pembagian Insentif Marbot masjid dan guru ngaji se provinsi Banten oleh pemeprov Banten melalui Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indoensia (PW DMI) sudah 80 persen. Dari 8 kabupaten dan Kota menyisakan tiga daerah lagi yang belum terlaksana. Ketiganya yakni Kota Serang, Kota Cilegon dan Kota Tangerang Selatan.

“Kota Serang belum depan, Insha Allah sudah 80 persen. Semoga sebelum akhir tahun semua selesai tepat waktu,” ujar ketua DMI Banten, Rasna Dahlan dalam kesempatan pembagian Insentif marbot masjid dan guru ngaji di Waringin Kurung Kab Serang, Minggu 20/9/2020.

Rasna mengaku melalui kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur program DMI ini dapat dapat terlaksana dengan baik. Semoga tahun depan bisa berlanjut, karena sudah masuk dalam program kerja pengurus.

“Alhamdulillah terealisasi program ini dengan dukungan Gubernur pak Wahidin Halim dan Wakilnya pa Andika Hazrumy,” terangnya.

Sekretaris PW DMI provinsi Banten, Deni Rusli mengakui dari tahapan pembagian Insentif bagi marbot dan guru ngaji ini untuk mengurangi dampak dari wabah Covid 19. Karena adanya wabah ini berdampak terhadap semua lini kehidupan.

“Salama Pandemi ini kan semua warga merasakan dampaknya tak terkecuali para Marbot dan guru ngaji. Sehingga ini bentuk perhatian pemprov Banten melalui DMI,” ucap Deni.

Untuk pembagian Insentif di Kab Serang, lanjut Deni terbagi dalam empat zona untuk mewakili masing-masing wilayahnya.
Keempat wilayah itu diantaranya Pabuaran, Kragilan, Tunjung Teja dan Waringin Kurung.

“Kami berharap melalui stimulus bantuan ini mampu memberikan manfaat bagi para guru ngaji dan marbot se provinsi Banten,” imbuh Deni.