BBC, Cilegon – Mantan Wali Kota Cilegon, Iman Ariyadi usai bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Serang usai ditahan selama 4 tahun, karena tersangkut kasus Suap izin Amdal Transmart pada 2017 lalu. Mengaku siap mendukung kebijakan pemerintah dalam membangun Kota Cilegon.

Iman juga mengaku siap hadir disetiap kegiatan masyarakat apabila masyarakat masih membutuhkan dirinya dalam membangun Kota Cilegon agar menjadi lebih baik lagi.

“Oleh karena itu, ini menjadi hal yang terbaik, walaupun saya aga keberatan pada saat saya baca salah satu koran (media cetak) yang menulis bebasnya Tb Iman Ariyadi menjadi ancaman bagi Helldy-Sanuji (Wali Kota dan Wakil Walikota Cilegon) padahal saya tidak pernah ngancam. Malah saya akan dukung Helldy-Sanuji apabila berpihak kepada rakyat,” kata Iman di Masjid Al-Ishlah Kota Cilegon, Kamis (23/9/2021).

“Saya akan siap hadir dipembangunan masjid, saya akan siap hadir dipembangunan madrasah dan saya akan siap hadir ditengah-tengah masyarakat apabila masyarakat masih membutuhkan saya untuk melakukan pembangunan ini (Kota Cilegon),” sambung Iman.

Dikatakan Iman, dirinya akan mengawal secara profesional apabila kepemimpinan Pemkot Cilegon saat ini tidak dapat merealisasikan kebijakan yang dijanjikanya pada saat kampanye Pilkada kemarin. Terutama, soal janji kampanye Kartu Cilegon Sejahtera (KCS).

“Tapi kalau tidak berpihak kepada rakyat, maka saya punya sepulu kursi di Fraksi Golkar untuk mengontrol pemerintah ini agar berjalan dengan baik terutama untuk janji-janji politik Helldy-Sanuji,” imbuhnya.

Selama menjadi tahanan Lapas Kelas IIA Serang, dirinya mengaku banyak pelajaran yang didapatkan. Bahkan, dirinya menyatakan selama menjadi tahan dirinya tidak pernah meninggalkan salat berjamaah dengan para napi yang lainnya yang ada di Lapas Serang.

“Kenapa saya sebut Lapas Kelas IIA Serang adalah pondok atau pesantren. Karena tidak pernah saya alami proses ibadah selama ini saya diluar, tapi hikmahnya sangat luar biasa. Saya hampir 95 persen tidak pernah meninggalkan solat berjamaah, yang itu tidak pernah saya dapatkan selama saya diluar karena kesibukan saya selama jadi Wali Kota,” terangnya. (1-2)