BBC, Serang – Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) berkomitmen untuk mengejar BPD yang sudah dianggap maju dalam menjalankan usahanya seperti Bank Jabar Banten dan Bank Jawa Timur. Karenanya jajaran direksi Bank Banten telah menetapkan empat strategi gran design dalam mewujudkan cita-cita besar tersebut.
Direkrut Utama Bank Banten Agus Syabarrudin menyebut keempat strategi yang diterapkan yakni yang pertama adalah penguatan People Development yakni upaya mengembangkan kualitas dan produktivitas karyawan dengan memberikan motivasi dan pelatihan sehingga dapat menunjang perkembangan bisnis perusahaan. Melalui upaya ini diharapkan mampu mendukung cita-cita jajaran Direksi untuk menjadi pesaing BJB dan Bank Jatim.
“Kita yang usianya TK baru lima tahun mau mengejar itu. Nah kalau potensi provinsi Banten bagus, maka kita punya peluang. Terbukti triwulan ketiga pendapatan kita cukup besar. Apalagi sekarang ini sedang kelebihan likuiditas, kalau kemaren kan seret likuiditasnya, tapi sekarang lagi kebanjiran,” terang Agus…
Agus melanjutkan, kemudian untuk strategi yang kedua adalah dengan meningkatkan layanan. Salah satu layanan yang harus diwujudkan adalah berupa peningkatan layanan berbasis digital. Karena h anya dengan peningkatan layanan berbasis digital, maka dapat merebut pasar.
“Sememtara saat ini Bank Banten masa hari ini mobile banking belum ada, internet banking gak ada, ini kan kurang bagus. Kami Sangat serius sekali untuk meningkatkan layanan ini, kami akan mengejar. Saya ingin bahwa bank Banten ini kedepan ini menjadi bank daerah rasa global,” lanjutnya.
Strategi ketiga, Agus mengatakan dengan meningkatan permodalan dan likuiditas. Caranya yakni dengan melakukan right issue untuk memperkuat likuditas tersebut.
“Melalui penguatan likuiditas, maka ada nilai tambah akselerasi bisnis perusahaan dapat dilakukan. Maka bisnis atau layanan digital menjadi target setelah permodalannya mencukupi,” ujar Agus.
Adapun Strategi keempat, Agus menyebut adalah engan melakukan refocusing target market. Akan dikunci capital marketnya yang ada di BPD Banten yakni ASN, terus kemudian pembangunan infrastuktur di provinsi yang berbasis APBD akan diprioritaskan.
“Capital marketnya dikunci dan nanti layanan ekosistem buat UMKM dari mulai permodalan sampai pemasarannya dibantu. Maka Amazon yang akan kita gandeng, karena Amazon itu kelas dunia. Kalau kita masuk layanan dunia tapi pengamannya abal-abal itu resiko cyber crime. Kami tak mau asal-asalan, karena serius mau masuk dunia digital,” sebutnya.
“Oleh karena itu mau tidak mau harus mentransformasikan diri sebagai bank daerah yang akan masuk bank digital. Kami ingin menunjukan kami berkelas dan terus berproses. Targetnya awal 2022 nanti bisa menjalankan layanan yang disebutkan tadi. Saat ini di OJK terus dilakukan proses perijinannya, menuju layanan digital,” imbuhnya.































