BBC, Cilegon – Serius ingin merubah sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis, Bupati Pandeglang, Irna Narulita melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Dalam kunjungannya Irna mengatakan, Cilegon bisa menjadi contoh yang baik dalam mengelola sampah lantaran sudah terbukti merubah sampah menjadi batu bara dan bahan bakar bensin.

Irna menyampaikan, dalam sehari sampah yang terkumpul di Kabupaten Pandeglang mencapai 507 Ton sampah. Namun, baru 17 kecamatan dari 35 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pandeglang yang baru bisa dilayani untuk mengangkut sampah. “Sehingga perlu belajar banyak dari Pemkot Cilegon dalam mengelola sampah agar menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis,” katanya.

Selain itu, lanjut Irna, Kabupaten Pandeglang dengan Pemkot Cilegon sama-sama memiliki PLTU yang bisa diajak kerja sama untuk mengelola sampah agar menjadi bahan bakar dan lain sebagainya.

“Yang kita ketahui bersama, keberhasilan Pemkot Cilegon dalam mengelola sampah tidak lepas dari peranan PLTU dan PLN yang ada di Kota Cilegon,” tuturnya.

Irna berharap, kedepan Pemerintah Kabupaten Pandeglang mampu mengelola sampah menjadi bahan bakar dan lainnya seperti yang sudah dilakukan Pemkot Cilegon. “Dengan begitu, maka Kabupaten Pandeglang kedepan akan bersih dari sampah dan masyarakatnya dapat hidup lebih sehat lagilagi,” harapnya.

Sementara, Wali Kota Cilegon, Helldy Agustian, menyambut baik kedatangan Bupati Pandeglang Irna Narulita ke Kota Cilegon untuk belajar mengelola sampah rumah tangga menjadi bahan bakar dan sejenisnya. “Namun demikian, hal itu tidak mudah dilakukan lantaran harus melibatkan pihak lain seperti PLTU dan PLN,” lanjutnya.

Helldy menuturkan, pertama kali Pemkot Cilegon mengelola sampah sebanyak 1,6 Ton bersama PLTU. Setelah berhasil mengelola sampah bersama PLTU itu. “Akhirnya disambut baik oleh PLN hingga mendapatkan bantuan dana sebesar 10 miliar untuk mengelola sampah tersebut,” terang Heldy.

Helldy mengungkapkan, terkait pengelolaan sampah. Yang di undang oleh PLN itu ada lima kabupaten Kota se Indonesia. Salah satunya adalah Kota Cilegon. Namun, kata Helldy cuma kota Cilegon yang sudah bisa mengelola sampah menjadi bahan bakar dan lain sebagainya. Sementara, Kabupaten Kota yang lainya belum siap dan hanya baru melakukan penelitian. “Sehingga, Kota Cilegon terpilih untuk mendapatkan bantuan anggaran dari PLN senilai 10 Miliar tersebut,” tegasnya.