BBC, Cilegon – Guna memperbaiki sekolah Dasar atau SD Negeri 12 Kota Cilegon yang terbakar beberapa waktu yang lalu karena korsleting listrik. Dinas Pendidikan Kota Cilegon meminta bantuan kepada delapan industri yang ada di Cilegon. Adapun delapan industri tersebut yakni, PT Krakatau Semen Indonesia, PT Tenaris, PT Selago Makmur Plantation, PT Panca Puri Perkasa, PT Sankyu dan tiga industri yang lainnya di Cilegon.
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menyampaikan, untuk memperbaiki ruang kelas SD Negeri 12 Kota Cilegon yang terbakar itu pihaknya meminta bantuan terhadap delapan industri yang ada di Cilegon. Namun demikian, Helldy mengaku tidak memberikan patokan berapa bantuan yang harus diberikan oleh masing-masing industri. Melainkan dikembalikan kepada masing-masing industri yang akan membantu untuk perbaikan ruang kelas tersebut.
“Kita (Pemkot Cilegon) tidak mematok, kita tadi cuma diskusi aja dengan industri. Nantinya siapa mau nyumbang apa dan siapa yang mau berbuat apa untuk membantu SD tersebut,” ujar Helldy usai rapat koordinasi pembangunan ruang kelas SD Negeri 12 Kota Cilegon di ruang rapat Wali Kota Cilegon, Senin (17/10/2022).
Adapun mekanisme pengumpulan dana itu, Helldy menyampaikan, akan dilakukan melalui proposal permohonan yang akan disiapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Cilegon. Namun demikian, Helldy berharap bulan November ini perbaikan ruang kelas yang terbakar itu dapat segera dilakukan. Menurutnya hal itu perlu dilakukan agar tidak menghambat kegiatan belajar mengajar dan kegiatan ujian yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.
“Kalau bisa November ini bisa segera dibangun, karena perhitungan kami anggaran yang ada itu bisa digunakan di bulan April dan Mei. Sementara mereka (pelajar) harus ujian dan lain sebagainya dalam waktu dekat ini. Khawatir nyebrang tahun makanya kita libatkan industri yang memiliki empati terhadap dunia pendidikan untuk membangun ruang kelas yang terbakar itu,” lanjutnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon, Heni Anita Susila menyampaikan, untuk memperbaiki dua ruang kelas yang terbakar tersebut. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cilegon dibutuhkan anggaran senilai 584 juta lebih yang akan digunakan untuk perbaikan gedung dan kebutuhan mebeler yang terbakar tersebut.
“Jadi kebutuhannya sekitar Rp484 juta lebih. Itu untuk gedung dan perlengkapan mebeler. Kalau untuk gedung dari perencanaan DPUTR itu Rp 492 juta. Kalau dari dinas pendidikan untuk kebutuhan mebelernya sekitar Rp95 juta,” ungkap Heni.
Maka dari itu, lanjut Heni untuk memenuhi kebutuhan itu pihaknya mengaku akan meminta bantuan kepada delapan industri melalui dana Corporate Responsibility atau CSR industri yang ada di Cilegon. Heni berharap, pembangunan dua ruang kelas SD Negeri 12 Kota Cilegon itu melalui industri dapat selesai dilakukan dan dapat segera digunakan untuk kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 12 Kota Cilegon.
“Diharapkan bisa lebih cepat, ada 8 perusahaan yang akan terlibat untuk membantu SD Negeri 12 itu,” ucap Heni.
Heni menuturkan, untuk memperbaiki ruang kelas yang terbakar itu. Awalnya akan menggunakan Anggaran BTT Pemkot Cilegon tahun 2022. Lantaran hal itu bersifat mendesak. Maka pihaknya meminta bantuan terhadap delapan industri tersebut.
“Kebakaranya ada dua ruang kelas dalam kondisi rusak berat dan satu ruangan dalam kondisi sedang. Jadi ada tiga ruangan yang terbakar. Awalnya emang mau menggunakan BTT tapi kan gimana kebijakan pimpinan begitu yah harus diikuti,” pungkasnya (1-2).
































