BBC, Serang – Biro Administrasi Pimpinan Setda Pemprov Banten bersama Pokja Wartawan Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata (Ekbispar) Provinsi Banten, menggelar temu media dengan tema komitmen pengembangan pariwisata/wisata digital menuju Indonesia emas 2045 di Aula Dispar Provinsi Banten, Selasa (27/8/2024).

Hadir sebagai pemateri Kepala Biro Adpim Banten Beni Ismail, Kepala Dispar Banten Al Hamidi, anggota Ekbispar Banten, Nasrudin dan dimoderatori oleh ketua Ekbispar Banten, Susi Kurniawati.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Al Hamidi  mengatakan, ada tiga jenis bencana yang dapat menghancurkan pariwisata yang ada di Banten. “Bencana gempa bumi, tsunami, dan bencana Industri yang ada di Banten bisa menghancurkan tempat wisata yang ada di Banten,” ujar Al Hamidi. 

Oleh karena itu, Al Hamidi mengajak kepada semua pihak terkait lainya untuk bersama-sama berupaya melakukan mitigasi bencana di tempat wisata yang ada di Banten. 

“Meski bencana alam maupun bencana Industri itu tidak bisa dilakukan pencegahan. Namun, alangkah baiknya semua pihak bersama-sama melakukan mitigasi bencana untuk mencegah terjadinya korban jiwa pada saat terjadi bencana,” ucapnya. 

Al Hamidi menyebut, saat ini di Banten ada 1.180 wisata yang meliputi wisata pantai, hotel, religius, dan kuliner. “Mereka (Pengelola wisata) sudah memetakan untuk mitigasi bencananya,  termasuk tempat evakuasi apabila terjadi bencana,” katanya.

Al Hamidi menambahkan, dari 1.180 wisata yang ada di Banten. 30 persen lebihnya berpotensi terdampak bencana gempa bumi, tsunami, dan bencana industri.

“Lebih dari 30 persen, karena kita mengandalkan sempadan pantai sepanjang 534 kilometer lebih yang sebagian besar tempat objek wisata,” ucapnya. 

Baca juga :  Pj Gubernur Banten Al Muktabar Tinjau Sejumlah TPS di Kota Serang