BBC, Cilegon – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cilegon, Rahmatullah menyambut baik proses seleksi pimpinan perusahaan daerah yang sedang berlangsung. Seperti seleksi Direktur Utama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS-CM) maupun Direktur Keuangan PT. Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT. PCM).

 

 

“Kami menyambut baik proses seleksi pimpinan perusahaan daerah yang sedang berlangsung, baik untuk jabatan Direktur Utama BPRS Cilegon Mandiri maupun Direktur Keuangan PT. Pelabuhan Cilegon Mandiri (PT. PCM). Namun sejak awal saya ingin menegaskan bahwa masyarakat Kota Cilegon tidak menunggu jabatan mereka menunggu kinerja,” kata Rahmatullah melalui keterangan tertulis yang diterima RRI, Selasa (25/11/2025).

 

Rahmatullah menyampaikan, tantangan yang dihadapi calon Direktur Utama BPRS-CM

bukanlah tantangan biasa. Selain pemulihan profitabilitas dan efisiensi biaya, ada satu persoalan paling krusial yang harus diperlakukan sebagai prioritas utama.

 

“Penurunan rasio Non Performing Financing (NPF). Pada September 2025 NPF tercatat di angka 36,2%, level yang jauh di atas batas aman industri perbankan syariah nasional. Jika pembiayaan bermasalah tidak ditekan secara agresif dan sistematis, maka seluruh upaya peningkatan aset, penghimpunan dana pihak ketiga, maupun ekspansi pembiayaan tidak akan berpengaruh pada kesehatan keuangan Bank,” ujarnya.

 

Selain itu lanjut Rahmatullah, tugas paling mendesak bagi calon Direktur Utama BPRS-CM yakni, menurunkan NPF dari level kritis menuju zona aman melalui restrukturisasi yang terukur, penguatan manajemen risiko, dan penyaluran pembiayaan yang selektif dan berbasis mitigasi.

 

“Penurunan kerugian kumulatif, perbaikan tren profitabilitas, peningkatan DPK yang berkualitas. Serta efisiensi biaya operasional,”katanya .

 

Sementara itu lanjut Rahmatullah, pada PT. PCM pihaknya melihat perusahaan ini memiliki ruang tumbuh yang besar namun belum termanfaatkan optimal. “Prognosis Tahun 2025 memang menyebutkan total pendapatan meningkat 17,2%, tetapi di saat yang sama total biaya juga meningkat 17,1%. Artinya, pertumbuhan pendapatan belum otomatis menjadi pertumbuhan laba. Dan ketika laba tidak bertumbuh secara maksimal, otomatis dividen yang seharusnya memperkuat APBD Kota Cilegon ikut tertahan,” ujar Rahmatullah.

Baca juga :  Melalui Program Electrifying Agriculture, PLN UID Banten Komitmen Dukung Sektor Pertanian dan Peternakan

 

Dengan demikian tantangan utama bagi calon Direktur Keuangan PT. PCM Rahmatullah menyampaikan, menekan biaya operasional dan meningkatkan margin laba bersih, bukan hanya mengejar kenaikan pendapatan nominal.

 

“Pengelolaan aset, struktur pembiayaan, hingga efisiensi internal harus menghasilkan kontribusi dividen yang semakin kuat bagi kas daerah,” ucapnya.

 

Namun demikian, Komisi III DPRD Kota Cilegon akan tetap menjadi pengawas yang kritis, tetapi objektif. “Karena Kota Cilegon berhak atas perusahaan daerah yang profesional, sehat, transparan, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” katanya. (1-2).